Cara Membuat Database MySQL di cPanel

    
      Salah satu hal penting dalam pembuatan aplikasi adalah Database, termasuk aplikasi berbasis web. Ketika dalam mode pengembangan biasanya kita masih menyimpan file-file dan database aplikasi kita dalam komputer atau masih bersifat lokal. Dan ketika aplikasi web kita mau go-online atau di-upload ke web hosting, maka kita pun harus meng-upload database-nya juga. Dan pada artikel kali ini, kita akan belajar bagaimana step-by-step bagamana cara membuat sebuah database di cPanel. Sebelum membaca langkah-langkah dibawah, saya asumsikan sebelumnya Anda sudah punya Web Hosting yang menggunakan cPanel dan mendukung Database MySQL. Oke langsung saja simak dan praktekan langkah-langkah dibawah:

1. Silahkan masuk dan login ke cPanel.
2. Setelah masuk, dibagian DATABASES silahkan pilih MySQL® Database Wizard.
3. Kemudian kita akan dibawa ke Wizard Pembuatan Database. Pertama kita akan disuruh memasukan nama database yang akan kita buat, disini saya membuat database dengan nama 'u9921425_skripku'. Klik Next Step untuk masuk ke tahap selanjutnya.
 4. Jika sudah, sekarang saatnya kita membuat user untuk database kita. Silahkan masukan username dan password untuk database yang kita buat tadi. Awas, jangan sampai lupa!
5. Jika sudah, langsung saja klik Create User.
6. Kemudian jika muncul tampilan seperti dibawah, tinggal centang saja ALL PRIVILEGES. Dibagian bawah silahkan klik Next Step.
7. Selamat. Jika tidak ada masalah sampai sini berarti kita sudah berhasil membuat database MySQL melalui cPanel.


Oke sekian tutorial cara membuat database MySQL di cPanel ini. Mohon maaf bila ada kekurangan, terima kasih. Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Kenapa Jumlah Kolom di Bootstrap ada 12?

     Sebagai seorang Web Developer yang kekinian, sudah menjadi kewajiban untuk menguasai minimal satu buah Front-End Framework. Disini kita tidak akan membahas lebih dalam tentang Front-End Framework itu apa, kita hanya akan mengulas sedikit saja. Dari sekian banyak Front-End Framework (saya sering nyebut 'Framework CSS' saja), yang paling populer adalah Bootstrap. Selain sangat mudah dalam penggunaan, Framework CSS sejuta umat ini juga memiliki banyak fitur yang akan sangat membantu Web Developer dalam membuat sebuah web. Salah satunya adalah Grid System, Grid System ini adalah fitur yang akan membantu kita dalam membuat layout web agar layout-nya bersifat Responsive (cocok dengan semua ukuran layar). Tapi sekali lagi disini kita tidak akan membahas cara penggunaan Grid System, tapi kita akan membahas salah satu pertanyaan yang pernah terlontar ketika dulu saya mempelajari Bootstrap yaitu:

Kenapa jumlah kolomnya harus ada 12? Kenapa enggak 10 atau 5 aja gitu?

      Setelah googling-googling ternyata saya belum menemukan alasan yang resmi dan pasti kenapa jumlah kolomnya harus ada 12. Tapi salah satu hasil yang saya temukan adalah: Karena bilangan 12 bisa dibagi banyak bilangan dibanding dengan bilangan lain (sebut saja 10 atau 5). Bilangan 12 bisa dibagi 2, 3, 4, 6, dan 12. Berbeda dengan 10 yang hanya bisa dibagi 2, 5, dan 10. Mungkin ini kelihatan sepele, tapi akan sangat terasa manfaatnya ketika kita akan membuat beberapa kolom dengan ukuran yang sama. Yah cuman itu hasil yang saya dapatkan dari searching-searching di google sama stackoverflow. Ada yang mau nambahin?

Kalau ada yang mau nambahin silahkan curat coret di kolom komentar.
Terima kasih atas kunjungannya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

PHP: Migrasi dari Ekstensi mysql ke mysqli

     Saat kita belajar cara membuat aplikasi, hal yang wajib kita pelajari adalah bagaimana caranya aplikasi kita bisa berinteraksi dengan database. Di PHP sendiri, database yang didukung ada banyak sekali, tapi yang paling populer dari pertama saya belajar sampai sekarang adalah MySQL, walaupun banyak juga yang pake Database lain tapi biasanya yang paling sering dipelajari pemula adalah MySQL. Saat pertama kali belajar berinteraksi dengan database MySQL di PHP kebanyakan kita pasti mempelajari ekstensi mysql_ seperti mysql_connect, mysql_query, mysql_fetch_array, de el el (semoga kedepannya pengguna ekstensi ini bisa terus berkurang).
     Tapi tahukah anda bahwa status ekstensi mysql_ ternyata sudah deprecated (disarankan untuk tidak digunakan lagi) sejak versi 5.5.x dan pada PHP 7 ekstensi mysql_ sudah benar-benar dihapus. Mengapa demikian? Tentunya Pengembang PHP tidak asal menghapus fitur-fitur ini tanpa alasan, ternyata ekstensi mysql_ ini sudah sangat rawan dan banyak kekurangannya. Sebagai alternatif lain, kita bisa mengganti ekstensi mysql_ yang sudah diperbarui yaitu ekstensi mysqli atau kita bisa menggunakan PDO (PHP Data Object). Bagi yang sudah terbiasa dengan ekstensi mysql mungkin akan agak kesulitan jika langsung beralih ke PDO karena PDO tidak mendukung pola pemrograman prosedural, artinya kita harus mengerti terlebih dahulu konsep Object Oriented Programming atau Pemrograman Berorientasi Objek.
     Jadi bagi yang belum terbiasa denga OOP ini, sangat disarankan untuk menggunakan ekstensi mysqli karena mysqli sendiri mendukung pola Pemrograman Prosedural dan Pemrograman Berorientasi Objek. 'i' di mysqli ini adalah improved yang artinya telah ditingkatkan. Pokoknya yang masih sering pake ekstensi mysql_ wajib tahu ini biar script yang kita buat enggak jadoel. Tutorial Migrasi dari mysql ke mysqli ini akan dibagi kedalam beberapa bagian, pertama yang lagi kita baca ini akan membahas cara koneksi PHP ke MySQL dengan ekstensi mysqli. Kemudian yang kedua kita akan bikin CRUD (Create Read Update and Delete) dengan ekstensi mysqli. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa ekstensi mysqli ini mendukung Prosedural dan OOP, jadi pada setiap tutorialnya nanti akan dibahas kalau pake yang Prosedural kaya gimana dan kalau pake OOP kaya gimana. Oh iya, sebelum mengikuti tutorial ini pastikan anda sudah membuat database-nya terlebih dahulu, jika belum silahkan membuat-nya terlebih dahulu dengan mengikuti tutorial ini.

Koneksi dengan mysqli Berorientasi Objek

     Sebelum menggunakan langkah yang satu ini, saya asumsikan temen-temen sudah mengerti OOP dan tahu istilah-istilah dalam OOP. Oke langkah pertama jika kita ingin membuat koneksi dengan cara ini adalah meng-instance class mysqli (Kalau belum tahu apa itu instance silahkan baca-baca dulu tentang OOP). Class mysqli ini mempunyai metode constructor yang memiliki 4 parameter yaitu: namahost, username, password, namadatabase. Biar gak bingung coba lihat contoh dibawah:      Perhatikan script diatas, pertama kita instance class mysqli ke $koneksi, $koneksi ini sekarang menjadi sebuah objek yang akan kita sebut Database Handler atau db handler. $koneksi ini memiliki method-method yang akan kita gunakan untuk berinteraksi dengan database. Properti connect_error akan berisi pesan error jika terjadi error.
Info! Jika suatu variabel berisi integer, string, atau nilai lainnya selain angka 0 kemudian dicek di kondisi, maka akan dianggap sebagai TRUE.

Koneksi dengan mysqli Prosedural

     Cara ini sebetulnya kurang disarankan, tapi jika terlanjur belum terbiasa dengan OOP dan enggak bisa move on dari ekstensi mysql_ maka cara ini terpaksa kita pakai karena secara teknis tidak jauh berbeda dengan ekstensi mysql_. Daripada saya jelasin disini mending langsung liat contohnya:      Seperti yang kita lihat diatas, perbedaannya dengan ekstensi mysql_ adalah dibaris pertama. Kita langsung menyebutkan nama database-nya di mysqli_connect(). Fungsi mysqli_connect_errno() akan berisi kode error jika terjadi error dan fungsi mysqli_connect_error() berfungsi untuk menampilkan pesan error.
Info! Seperti yang sudah saya sebutkan jika suatu variabel berisi integer, string, atau nilai lainnya selain angka 0 kemudian dicek di kondisi, maka akan dianggap sebagai TRUE.

Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat.
Mohon maaf bila masih ada kekurangan, jika ada pertanyaan silahkan layangkan di kolom komentar.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Sumber gambar: http://www.onlinetuting.com/mysqli_connect-in-php-tutorial/

1Clipboard, Tools Wajib Buat Yang Sering Copy Paste

     Bagi kita-kita yang berprofesi didunia IT terutama yang berhubungan dengan ketik-mengetik di keyboard, pastinya sudah tidak asing lagi 'Copy Paste'. Tapi pernahkah temen-temen mengalami suatu kejadian ketika temen-temen meng-copy suatu teks yang sangat penting, karena mungkin ada yang harus di copy lagi kemudian kita meng-copy teks lain dan lupa bahwa teks yang dicopy sebelumnya belum diamankan. Kalau teks-nya cuman beberapa kalimat aja mungkin tidak akan terlalu menjadi masalah, tinggal ketika ulang lagi aja. Tapi bayangkan ketika kita sebagai Programmer misalkan meng-cut/meng-copy ratusan baris kode? Tentunya sangat merepotkan syekalee..

Perkenalkan '1Clipboard'

Dengan 1Clipboard semua aktifitas copy/cut kita akan terekam di 1Clipboard ini. Jadi ketika terjadi kejadian seperti yang saya ceritakan di prolog tadi, kita dengan mudah bisa mengatasinya. Pokoknya copy-an kita beberapa detik, menit, jam, hari yang lalu semuanya akan tercatat dengan software yang satu ini.

Saat artikel ini dibuat, 1Clipboard masih dalam versi beta, jadi kalau masih ada kekurangan temen-temen bisa langsung melaporkannya. Tapi sejauh ini saya menggunakan, rasanya belum ada kekurangan dan tentunya sangat bermanfaat bagi saya ketika beraktifitas di komputer. Fitur menarik lainnya adalah sinkronisasi, pencarian, dan favorit. Untuk sementara, sistem operasi yang didukung adalah Windows dan Mac OS X.

Tertarik?

Sebelum meng-install 1Clipboard di PC, pastikan komputer kita sudah terinstall Microsoft .NET Framework 4.5. Jika belum kita bisa mendownload-nya disini. Jika sudah, kita tinggal download dan install 1Clipboard disini. Install-nya juga enggak ribet ko, silahkan dicoba aja.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Pengertian Variabel dan Konstanta di PHP

     Sesuai judul diatas kali ini SkripKu Dotkom akan membahas mengenai Variabel dan Konstanta. Nah sebelum kita berbicara lebih jauh tentang kedua makhluk tersebut, kita harus tahu dulu apa sih Variabel dan Konstanta itu? Sebetulnya kedua-duanya memiliki fungsi yang sama yaitu untuk menampung sebuah nilai/data. Perbedaannya adalah kalau Variabel sifatnya dinamis (bisa diubah-ubah), sedangkan Konstanta bersifat statis (nilainya tetap). Pengertian Konstanta kurang lebih sama kaya yang di Pelajaran Matematika, yaitu nilai yang bersifat tetap. Jika kita belajar bahasa pemrograman lain pun saya jamin temen-temen pasti menemukan kedua makhluk ini, secara teori pasti sama cuman dalam teknisnya aja yang agak berbeda. Karena kebetulan judulnya PHP, jadi kita akan bahas syntax-nya di PHP kaya gimana. Oke biar lebih jelas, kita bahas aja satu-satu:

1. Variabel

     Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa Variabel berfungsi untuk menampung sebuah nilai/data. Jadi kalau kita simpulkan Variabel itu adalah "Suatu wadah dimana kita bisa menyimpan nilai didalamnya dan bersifat dinamis (isinya bisa berubah-ubah)". Untuk mendeklarasikan (membuat) variabel di PHP, kita harus mengawalinya dengan tanda dollar ($) kemudian diikuti nama variabelnya, kita juga bisa mengisi nilainya langsung. Contoh:
Ketika kita jalankan script diatas, maka variabel $nama akan menyimpan nilai berupa teks yaitu Azis Hapidin, dan $nilai_ipa akan menyimpan nilai 82, dan $nilai_mtk akan menyimpan nilai 73. Jika kita jalankan script diatas, maka tidak akan muncul apa-apa karena pada script diatas kita hanya membuat dan mengisi nilai pada variabel. Bagaimana cara mengubah nilai dari suatu variabel? Kita cukup mengisinya kembali saja. Pada contoh dibawah kita akan membuat sebuah variabel dan mengisinya dengan suatu nilai, kemudian kita ubah nilainya, dan kita tampilkan nilai dari variabel tersebut:
Jika script diatas kita jalankan akan muncul kalimat "Azis Hapidin", mengapa demikian? Silahkan telusuri sendiri :D Ya kurang lebih seperti itu pembahasan singkat tentang Variabel, sebetulnya masih banyak yang harus kita pelajari lagi terkait variabel ini, tapi enggak akan dibahas di artikel ini soalnya: Saya males ngetiknya, temen-temen pasti males bacanya. Jadi Insya Allah akan kita bahas lain kali lagi. Terutama tentang tipe data, tapi karena kita membahas penggunaan Variabel di PHP maka kita tidak akan terlalu dipusingkan dengan tipe data ini. Berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang agak ketat dalam urusan tipe data ini. Kemudian terkait variabel scope dan peraturan nama variabel juga belum dibahas disini, kalau temen-temen pengen tahu silahkan cari referensi lain di Mbah Google. Ada banyak sekali modul-modul terkait variabel di PHP ini.
Baca juga:

 

2. Konstanta

     Oke, seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa fungsi dari variabel dan konstanta itu sama yaitu untuk 'menyimpan/menampung nilai'. Perbedaannya adalah konstanta ini bersifat statis, artinya nilai-nya tidak bisa diubah-ubah. Kalau udah diisi 'A' ya udah 'A', tidak bisa diganggu gugat lagi. Karena sifatnya yang statis, maka konstanta ini banyak digunakan untuk menyimpan konfigurasi seperti konfigurasi database, dan konfigurasi lainnya. Untuk mendeklarasikannya yang saya tahu ada 2 cara yaitu dengan fungsi define() dan dengan menggunakan kata kunci const, tapi disini kita akan membahas cara pendeklarasian dengan fungsi define(). Syntax-nya seperti ini:
Penjelasan parameternya:
  • namanyah: Nama konstanta atau identifier untuk konstanta yang kita deklarasikan.
  • nilainyah: Nilai dari konstanta yang kita deklarasikan.
Pada contoh dibawah kita akan membuat dan menampilkan nilai dari suatu konstanta:
Maka akan menampilkan 'Assalamualaikum' (tanpa tanda kutip). Sampai disini sudah ada bayangan kan tentang konstanta ini? Sekarang kita coba lagi script dibawah:
Jika kita jalankan script diatas, maka hasilnya adalah seperti ini:
Mengapa demikian? Yaps, malaikat juga tahu kalau konstanta tidak bisa didefinisikan lebih dari 1 kali dan nilainya tidak bisa diubah-ubah.


Sekian artikel singkat kali ini. Masih banyak yang belum kita bahas disini terkait variabel dan kontanta, silahkan baca-baca lagi di tempat lain. Mohon maaf bila masih ada kekurangan, terima kasih atas kunjungannya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Menampilkan Video dengan HTML5

Logo HTML5     Pada beberapa tutorial sebelumnya SkripKu Dotkom pernah membahas salah satu fitur di HTML5 yaitu Cara Menampilkan Audio dengan HTML5. Nah, tutorial kali ini kita akan membahas Cara Menampilkan Video dengan HTML5.
     Seperti yang sudah dibahas di tutorial sebelumnya. Dengan menggunakan HTML5, untuk menampilkan audio/video kita membutuhkan lagi plugin tambahan seperti Flash atau semacamnya. Hampir sama dengan cara menampilkan audio, kita cukup menghafal 2 tag saja. Yaitu: <video> dan <source>. <video> untuk menunjukan bahwa kita akan menampilkan video dan <source> untuk mendefinisikan sumber/source file video-nya.
Oke, syntax paling umum-nya seperti ini gan:
Penjelasan:
  •  Tag <video>:Seperti yang dijelaskan pada pembukaan diatas, fungsi dari tag ini adalah untuk menunjukan bahwa kita akan menampilkan sebuah video dengan HTML5.
  • Atribut width="" : Untuk mengatur lebar video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut height="" : Untuk mengatur tinggi video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut controls : Untuk menampilkan Video Control seperti tombol Play, Pause, Volume, Full Screen, dan kontrol lainnya di video kita.
  • Tag <source>: Mendefinisakan source/sumber video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut src="" : Untuk mengatur video yang akan ditampilkan. Silahkan isi dengan URL video kita.
  • Atribut type="" : Untuk mengatur type video yang akan ditampilkan. Untuk atribut ini kita harus menyesuaikan dengan jenis video yang kita panggi di atribut src="", silahkan lihat tabel dibawah:
Format File Nilai untuk atribut type
MP4 video/mp4
WebM video/webm
Ogg video/ogg

Contoh Penggunaan

 

     Pada contoh kali ini kita punya sebuah direktori yang berisi 2 file yaitu: file skripku.html dan sebuah video bernama UWATERE@Bazit.mp4, isi dari skripku.html adalah sebagai berikut: Jika semua sesuai prosedur dan file skripku.html tadi kita buka di browser yang sudah mendukung HTML5 seperti Firefox, Google Chrome, dan browser lainnya maka seharusnya akan muncul video yang tadi kita panggil:
Sedangkan teks yang berada diantara <video> dan </video> akan muncul ketika browser yang kita gunakan belum mendukung fitur ini. Untuk membuktikannya, silahkan buka dengan Internet Explorer yang jadul.

Ya, mungkin sekian sekilas tutorial yang bisa saya sampaikan. Untuk referensi yang lebih lengkap, temen-temen bisa buka: W3Schools - HTML5 Video. Setelah mengetahui fitur yang satu ini, semoga web yang kita buat bisa lebih efisien karena tidak usah menggunakan Plugin Eksternal lagi. Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

HTML

More »

PHP

More »