Pengertian Variabel dan Konstanta di PHP

     Sesuai judul diatas kali ini SkripKu Dotkom akan membahas mengenai Variabel dan Konstanta. Nah sebelum kita berbicara lebih jauh tentang kedua makhluk tersebut, kita harus tahu dulu apa sih Variabel dan Konstanta itu? Sebetulnya kedua-duanya memiliki fungsi yang sama yaitu untuk menampung sebuah nilai/data. Perbedaannya adalah kalau Variabel sifatnya dinamis (bisa diubah-ubah), sedangkan Konstanta bersifat statis (nilainya tetap). Pengertian Konstanta kurang lebih sama kaya yang di Pelajaran Matematika, yaitu nilai yang bersifat tetap. Jika kita belajar bahasa pemrograman lain pun saya jamin temen-temen pasti menemukan kedua makhluk ini, secara teori pasti sama cuman dalam teknisnya aja yang agak berbeda. Karena kebetulan judulnya PHP, jadi kita akan bahas syntax-nya di PHP kaya gimana. Oke biar lebih jelas, kita bahas aja satu-satu:

1. Variabel

     Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa Variabel berfungsi untuk menampung sebuah nilai/data. Jadi kalau kita simpulkan Variabel itu adalah "Suatu wadah dimana kita bisa menyimpan nilai didalamnya dan bersifat dinamis (isinya bisa berubah-ubah)". Untuk mendeklarasikan (membuat) variabel di PHP, kita harus mengawalinya dengan tanda dollar ($) kemudian diikuti nama variabelnya, kita juga bisa mengisi nilainya langsung. Contoh:
Ketika kita jalankan script diatas, maka variabel $nama akan menyimpan nilai berupa teks yaitu Azis Hapidin, dan $nilai_ipa akan menyimpan nilai 82, dan $nilai_mtk akan menyimpan nilai 73. Jika kita jalankan script diatas, maka tidak akan muncul apa-apa karena pada script diatas kita hanya membuat dan mengisi nilai pada variabel. Bagaimana cara mengubah nilai dari suatu variabel? Kita cukup mengisinya kembali saja. Pada contoh dibawah kita akan membuat sebuah variabel dan mengisinya dengan suatu nilai, kemudian kita ubah nilainya, dan kita tampilkan nilai dari variabel tersebut:
Jika script diatas kita jalankan akan muncul kalimat "Azis Hapidin", mengapa demikian? Silahkan telusuri sendiri :D Ya kurang lebih seperti itu pembahasan singkat tentang Variabel, sebetulnya masih banyak yang harus kita pelajari lagi terkait variabel ini, tapi enggak akan dibahas di artikel ini soalnya: Saya males ngetiknya, temen-temen pasti males bacanya. Jadi Insya Allah akan kita bahas lain kali lagi. Terutama tentang tipe data, tapi karena kita membahas penggunaan Variabel di PHP maka kita tidak akan terlalu dipusingkan dengan tipe data ini. Berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang agak ketat dalam urusan tipe data ini. Kemudian terkait variabel scope dan peraturan nama variabel juga belum dibahas disini, kalau temen-temen pengen tahu silahkan cari referensi lain di Mbah Google. Ada banyak sekali modul-modul terkait variabel di PHP ini.
Baca juga:

 

2. Konstanta

     Oke, seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa fungsi dari variabel dan konstanta itu sama yaitu untuk 'menyimpan/menampung nilai'. Perbedaannya adalah konstanta ini bersifat statis, artinya nilai-nya tidak bisa diubah-ubah. Kalau udah diisi 'A' ya udah 'A', tidak bisa diganggu gugat lagi. Karena sifatnya yang statis, maka konstanta ini banyak digunakan untuk menyimpan konfigurasi seperti konfigurasi database, dan konfigurasi lainnya. Untuk mendeklarasikannya yang saya tahu ada 2 cara yaitu dengan fungsi define() dan dengan menggunakan kata kunci const, tapi disini kita akan membahas cara pendeklarasian dengan fungsi define(). Syntax-nya seperti ini:
Penjelasan parameternya:
  • namanyah: Nama konstanta atau identifier untuk konstanta yang kita deklarasikan.
  • nilainyah: Nilai dari konstanta yang kita deklarasikan.
Pada contoh dibawah kita akan membuat dan menampilkan nilai dari suatu konstanta:
Maka akan menampilkan 'Assalamualaikum' (tanpa tanda kutip). Sampai disini sudah ada bayangan kan tentang konstanta ini? Sekarang kita coba lagi script dibawah:
Jika kita jalankan script diatas, maka hasilnya adalah seperti ini:
Mengapa demikian? Yaps, malaikat juga tahu kalau konstanta tidak bisa didefinisikan lebih dari 1 kali dan nilainya tidak bisa diubah-ubah.


Sekian artikel singkat kali ini. Masih banyak yang belum kita bahas disini terkait variabel dan kontanta, silahkan baca-baca lagi di tempat lain. Mohon maaf bila masih ada kekurangan, terima kasih atas kunjungannya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Menampilkan Video dengan HTML5

Logo HTML5     Pada beberapa tutorial sebelumnya SkripKu Dotkom pernah membahas salah satu fitur di HTML5 yaitu Cara Menampilkan Audio dengan HTML5. Nah, tutorial kali ini kita akan membahas Cara Menampilkan Video dengan HTML5.
     Seperti yang sudah dibahas di tutorial sebelumnya. Dengan menggunakan HTML5, untuk menampilkan audio/video kita membutuhkan lagi plugin tambahan seperti Flash atau semacamnya. Hampir sama dengan cara menampilkan audio, kita cukup menghafal 2 tag saja. Yaitu: <video> dan <source>. <video> untuk menunjukan bahwa kita akan menampilkan video dan <source> untuk mendefinisikan sumber/source file video-nya.
Oke, syntax paling umum-nya seperti ini gan:
Penjelasan:
  •  Tag <video>:Seperti yang dijelaskan pada pembukaan diatas, fungsi dari tag ini adalah untuk menunjukan bahwa kita akan menampilkan sebuah video dengan HTML5.
  • Atribut width="" : Untuk mengatur lebar video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut height="" : Untuk mengatur tinggi video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut controls : Untuk menampilkan Video Control seperti tombol Play, Pause, Volume, Full Screen, dan kontrol lainnya di video kita.
  • Tag <source>: Mendefinisakan source/sumber video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut src="" : Untuk mengatur video yang akan ditampilkan. Silahkan isi dengan URL video kita.
  • Atribut type="" : Untuk mengatur type video yang akan ditampilkan. Untuk atribut ini kita harus menyesuaikan dengan jenis video yang kita panggi di atribut src="", silahkan lihat tabel dibawah:
Format File Nilai untuk atribut type
MP4 video/mp4
WebM video/webm
Ogg video/ogg

Contoh Penggunaan

 

     Pada contoh kali ini kita punya sebuah direktori yang berisi 2 file yaitu: file skripku.html dan sebuah video bernama UWATERE@Bazit.mp4, isi dari skripku.html adalah sebagai berikut: Jika semua sesuai prosedur dan file skripku.html tadi kita buka di browser yang sudah mendukung HTML5 seperti Firefox, Google Chrome, dan browser lainnya maka seharusnya akan muncul video yang tadi kita panggil:
Sedangkan teks yang berada diantara <video> dan </video> akan muncul ketika browser yang kita gunakan belum mendukung fitur ini. Untuk membuktikannya, silahkan buka dengan Internet Explorer yang jadul.

Ya, mungkin sekian sekilas tutorial yang bisa saya sampaikan. Untuk referensi yang lebih lengkap, temen-temen bisa buka: W3Schools - HTML5 Video. Setelah mengetahui fitur yang satu ini, semoga web yang kita buat bisa lebih efisien karena tidak usah menggunakan Plugin Eksternal lagi. Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Belajar Git: Apa itu VCS (Version Control System)

     Oke sebelum kita belajar GIT, sebaiknya kita belajar dulu apa sih 'Version Control' itu? Jika Anda merupakan seorang Freelance Programmer, Freelance Designer, Freelance Writer atau pekerjaan lainnya yang banyak berhubungan dengan file, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan istilah 'revisi'. Jika kita hanya melakukan 1 atau 2 kali revisi mungkin hal ini tidak akan terlalu menjadi masalah, tapi bayangkan ketika terlalu sering ada perubahan misalnya karena sedang berhadapan dengan client yang bawel dan loba kahayang (banyak permintaan) sampai-sampai kita harus melakukan revisi sampai beberapa kali revisi, dalam kondisi seperti ini biasanya saya mengeluarkan jurus andalan saya yaitu memanfaatkan fitur Save As kemudian memberikan keterangan di belakangnya misal: banner_versi1.cdr, banner_revisi1.cdr, banner_revisi2.cdr, banner_bgnyajadibiru.cdr, banner_udahfix.cdr, dan embel-embel lainnya. Hal seperti diatas kita lakukan tentunya untuk nge-backup file kita, sehingga kalau suatu saat nanti ternyata revisi-nya tidak jadi dan ingin kembali ke versi sebelumnya maka kita tidak akan kerepotan mengubahnya kembali. Cara diatas (versioning dengan nama) bisa saja kita lakukan jika kita hanya mengerjakan 1 file dan kalau udah jadi nantinya tidak akan sering atau bahkan tidak akan diubah lagi. Tapi bayangkan jika kita membuat banyak file yang saling terkait satu sama lain misalnya source code website, tentunya jurus diatas cukup merepotkan dan hanya akan membuat direktori kita acak-acakan.

 

Perkenalkan, Version Control System (VCS)


     Version Control System adalah suatu sistem yang akan merekam setiap perubahan atau revisi pada sekumpulan file atau direktori, sehingga kalau kita ingin revisi kita dibatalkan atau ingin kembali ke versi sebelum-sebelumnya kita bisa melakukannya dengan gampang. Jadi sederhananya si VCS ini nantinya bisa membackup file atau direktori yang sedang kita kerjakan dari waktu ke waktu, sistem kerjanya mirip Restore Point di Windows 7.
     Walaupun saat ini Version Control System ini lebih populer di kalangan Programmer atau Web Designer, tapi sebetulnya Version Control System bisa kita pakai di pekerjaan lain yang akan banyak berurusan dengan file-file di komputer. Jika kita sering menulis cerpen di komputer, kita bisa memanfaatkan VCS agar setiap perubahan jalan cerita dari cerpen yang kita buat bisa terekam dan bisa dilihat kembali suatu saat nanti. Begitu pula jika kita seorang Graphic Designer kita juga bisa membuat banyak versi dari design yang sama.

Kenapa harus Version Control System?

 

     Sebenernya enggak harus juga sih, biar kekinian aja. Mau pake atau enggak sebetulnya kembali lagi ke dirinya masing-masing, tapi saya sangat menganjurkan terutama buat temen-temen programmer atau web designer untuk mempelajari VCS ini, karena tools-tools seperti ini ada untuk mempermudah pekerjaan kita dan kita sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

1. Direktori di PC Keliatan lebih Rapih

Screenshot dibawah adalah versioning file dengan jurus manual ketika saya bikin Proposal Bakti Sosial beberapa waktu yang lalu (saya masih belum ngerti Version Control).


Padahal kalau waktu itu saya memanfaatkan Version Control, saya enggak usah bikin file sebanyak itu. Cukup 1 tapi ada beberapa versi.

2. Tracking Changes

Kita bisa menambahkan keterangan pada setiap revisi yang kita kerjakan misalnya perubahan apa saja yang ditambahkan. Jadi nanti kita bisa tahu apa saja perbedaan antara versi 1 dengan versi lainnya, sehingga untuk memeriksa perbedaan versi terbaru dengan versi sebelumnya kita tidak usah berpindah ke versi sebelumnya, cukup masukan beberapa perintah dan keterangan yang kita buat sebelumnya akan muncul.

3. Long-Term Undo

"Kalau cuma buat kembali ke versi sebelumnya kan bisa pake undo aja ya? Kalau mau balik lagi ke yang baru tinggal pake Redo bisa kan?"
Ya kita bisa melakukannya dengan catatan hanya bisa kembali ke beberapa action sebelumnya/sesudahnya dan kita sedang memodifikasi 1 file saja. Terus bagaimana kalau kita ingin kembali ke revisi 2 tahun yang lalu dan kita sedang memodifikasi source code website yang didalamnya ada banyak HTML, CSS, dan JavaScript? Dengan Version Control kita bisa melakukannya, kita bisa melakukan undo terhadap banyak file sekaligus dan kembali ke revisi beberapa hari, bulan, atau bahkan tahun yang lalu.

4. Dan masih banyak lagi.



Ya kurang lebih seperti itu gambaran singkat mengenai Verson Control, jika masih kurang jelas silahkan curat-coret di kolom komentar atau bisa baca-baca referensi lain. Artikel ini merupakan pengantar dari pembahasan kita nanti yaitu belajar Git. Oh iya ngomong-ngomong saya juga baru belajar, jadi saya bikin artikel ini bukan berarti udah jago, itung-itung catetan aja biar enggak lupa hehe..
Oke, terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Referensi:
Mengenal GIT (2012), Anggie Bratadinat
Sumber Gambar:
http://kevinpelgrims.com/blog/2012/07/05/version-control-best-practices/
https://www.codepolitan.com/meme/

Beautifull Alert with Sweet Alert

     Pada beberapa artikel sebelumnya SkripKu Dotkom sudah pernah membahas tentang Membuat Alert Box (Kotak Peringatan) dengan JavaScript, mungkin bagi kita yang emang baru belajar segitu juga udah lumayan. Tapi bagi kita yang mulai memperdalam dunia Web Development terutama dibagian Front-End nya, maka kita akan mulai sadar bahwa ternyata tampilan alert yang default disediakan oleh JavaScript terlalu simple dan polos. Sebagai alternatif lain, kita bisa ngoding bikin Alert sendiri dengan CSS dan JS (saya belum pernah nyoba) karena saya pengen yang agak mudah maka saya sering menggunakan Modal dari Bootstrap. Tapi lama kelamaan saya mulai menemukan alternatif lain lagi yang ternyata lebih mudah dan lebih cantik. Yaps, sesuai judul diatas namanya adalah "Sweet Alert".
     Sweet Alert adalah Library JavaScript dan CSS untuk membuat Alert (Kotak Peringatan), dengan menggunakan Sweet Alert ini Alert Box yang kita buat bisa jadi lebih enak di lihat dari pada menggunakan Alert yang bawaan JavaScript. Silahkan bandingkan dua alert dibawah, yang satu pake alert bawaan JavaScript dan yang kedua menggunakan SweetAlert:

      Bisa dilihat kan perbedaannya? Itu baru contoh sederhana, selanjutnya kita bisa bikin yang lebih kompleks seperti alert buat konfirmasi dan lain-lain.

Cara Menggunakan Sweet Alert 

1. Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mendapatkan source code Sweet Alert. Kita bisa mendownloadnya disini: https://github.com/t4t5/sweetalert/archive/master.zip
2. Extract dan copy-kan folder dist ke project kita.
3. Setelah folder dist ada dalam project kita, langkah selanjutnya adalah memanggil/ meload file CSS (sweetalert.css) dan file JS (sweetalert.min.js) ke file HTML kita.
4. Untuk percobaan, coba panggil fungsi berikut:
Kalau full code-nya kurang lebih seperti ini:
Jika semua berjalan lancar, maka akan mengeluarkan output alert seperti contoh yang tadi saya liatin. Oke, untuk dokumentasi lengkapnya kita bisa buka disini.

Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Tutorial Laravel 1: Mengenal Framework Laravel dan Cara Install Laravel

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Diawali dari artikel ini, mulai sekarang SkripKu Dotkom akan membahas salah satu Framework PHP yang sangat populer dan menurut saya adalah Framework PHP paling keren saat ini. Kenapa paling keren? Mungkin nanti akan kita bahas dibagian bawah. Sebelumnya kita akan bahas dulu apa sih 'Framework' itu, jadi secara bahasa mah Framework teh artinya adalah Kerangka Kerja. Jadi intinya Framework adalah kumpulan kode atau kerangka kode yang udah jadi, jadi nanti kita tinggal pake aja. Contohnya kalau kita pake PHP Native (enggak pake Framework) terus mau bikin Pagination, maka kita harus bikin script buat Pagination-nya dari 0 atau Copas dari Project kita sebelumnya. Tapi kalo kita pake Framework, maka untuk membuat Pagination kita cukup pake fungsi yang udah disediain oleh Framework tersebut. Itu baru salah satu contoh, masih banyak lagi kemudahan-kemudahan yang lain jika kita menggunakan Framework. Nah mungkin seperti itu gambaran singkat tentang Framework itu apa, kalau masih kurang jelas silahkan cari-cari di Google artikel tentang Apa Itu Framework.

Apa itu Laravel?

    Laravel adalah Framework PHP yang menggunakan konsep MVC (Model View Controller), Laravel sendiri dikembangkan oleh Taylor Otwell pada tahun 2011 dan pada saat tulisan ini dibuat versi Laravel sudah mencapai 5.2. Jika kita buka website resmi Laravel disini maka kita akan langsung ditanya 'Love beautiful code? We do too.', yaps memang dibandingkan Framework-Framework yang lain menurut saya Laravel lah yang paling memperhatikan Kerapihan dan Kecantikan kode-nya, sehingga kalau dilihat akan terkesan lebih Cool dan Ekspresif.

Kenapa Pilih Laravel?

     Sebetulnya banyak sekali alasan kenapa kita disarankan pilih Laravel. Saya coba buka data The Most Popular Framework of 2015 versi sitepoint.com saya menemukan data seperti ini:

     Data diatas adalah berdasarkan survey di beberapa negara dan ternyata Laravel lah yang paling populer dikalangan Programmer PHP. Pastinya ada alasan mengapa Laravel menjadi Framework PHP paling populer, dan saya pun coba cari-cari tahu dan ternyata memang banyak sekali komponen di Laravel yang jarang ditemukan di Framework lain. Salah satunya adalah Artisan, jadi Artisan ini adalah command line atau perintah-perintah yang bisa dijalankan lewat Command Prompt (kalau di Windows) atau di Terminal (kalau di GNU/ Linux). Artisan ini akan sangat membantu kita dalam mendevelop sebuah aplikasi menggunakan Laravel. Contohnya kalau kita mau bikin Controller maka kita cukup ketikan perintah php artisan make:controller namacontroller maka file Controller akan otomatis ada, jadi kita enggak usah bikin file Controller secara manual terus bikin Class dan hal-hal yang cukup ribet lainnya. Selain Controller, kita juga bisa bikin Model, Migration, dll. Terus di Laravel juga ada Eloquent ORM yang akan mempermudah kita untuk berinteraksi dengan database. Ada Blade Templating yang akan membantu kita membuat template kita lebih terstruktur dan dinamis. Dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan Laravel dibanding Framework PHP yang biasa.

Cara Install Laravel

     Berbeda dengan Framewrok PHP biasa, kita enggak bisa nge-install lewat cara konvensional (download file mentahannya terus di ekstrak) karena ada beberapa Library yang harus didownload lagi, sebenarnya bisa aja sih tapi sangat tidak disarankan karena Laravel yang kita download tidak dijamin up to date. Tapi dengan kita install-nya lewat Composer maka Composer akan otomatis akan mendownload library-library yang dibutuhkan tadi dan dijamin kita akan mendapatkan versi terbaru. Oke berikut langkah-langkah untuk install Laravel:

1. Pastikan komputer kita sudah terhubung ke Internet dan pastikan juga di komputer kita sudah terinstall Composer. Jika belum, silahkan install terlebih dahulu dengan mengikuti tutorialnya disini.
2. Silahkan buka Command Prompt kemudian silahkan masuk ke direktori tempat kita mau install project Laravel kita. Gunakan perintah dir untuk menampilkan direktori, cd namadirektori untuk masuk ke suatu direktori, dan cd.. untuk kembali 1 langkah ke direktori diatasnya. Silahkan masuk ke direktori mana aja karena ini adalah salah satu kelebihan Laravel, jadi project Laravel kita enggak harus disimpen di direktori htdocs (XAMPP) atau di www (AppServ).
3. Setelah langkah ke-2 selesai, selanjutnya kita ketikan perintah dibawah kemudian tekan enter.

composer create-project laravel/laravel belajarlaravel
Note: Silahkan ganti belajarlaravel dengan nama folder yang diinginkan.
4. Silahkan tunggu beberapa menit, Composer akan mendownload Laravel ke komputer kita.
5. Jika muncul tampilan Application key bla bla bla.. berarti Laravel sudah berhasil didownload.
6. Selanjutnya kita masuk ke folder project Laravel kita dengan mengetikan perintah cd belajarlaravel
7.Kemudian kita jalankan perintah php artisan serve untuk memulai Laravel Development Server.
8. Kemudian buka http://localhost:8000/ di browser, jika muncul tampilan seperti dibawah berarti Laravel sudah berhasil diinstall di komputer kita, selamat.

      Cara diatas adalah salah satu dari berbagai metode untuk menginstall Laravel, tapi menurut saya cara diatas lah yang paling mudah dan paling simple. Jadi kita enggak usah nyalain XAMPP/ AppServe/ dll. Cukup buka CMD kemudian masuk ke direktori dan ketikan php artisan serve dan kita siap untuk bertempur. Saya baru kenal Laravel sekitar bulan Maret 2016, jadi disini saya itung-itung ngafalin sama nyatet apa yang udah saya pelajari aja.

Oke mungkin sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh..

Apa Itu Composer dan Cara Install Composer di Windows

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pernahkah temen-temen mengerjakan suatu project yang membutuhkan third party libraries? Jika belum, anggap saja sudah. Sebut saja kita mau pake Library A, kalau kita pake cara yang biasa mungkin hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuka situs web resmi-nya kemudian cari tombol 'Download' kemudian download dan ekstrak library tersebut. Oke sederhana memang, tapi coba bayangkan jika Library A tersebut ternyata membutuhkan Library Z, belum lagi kita harus menyesuaikan apakah versi Library Z yang mau didownload kompatibel dengan versi Library A tadi? Sampai disini udah lumayan ribet kan, belum lagi jika ada versi terbaru dari Library A dan Library Z tadi, maka kita harus download lagi satu persatu, kemudian pasang lagi satu per satu. Cukup ngerepotin kan?

Perkenalkan "Composer", Dependency Manager for PHP

     Jika temen-temen pernah punya masalah seperti diatas, maka beruntunglah sekarang (sebetulnya udah lama banget sih) ada software yang namanya "Composer". Dengan menggunakan Composer, jika kita ingin menginstall Library A tadi, maka kita cukup buka CLI kemudian masuk ke direktori tempat kita ingin meng-installnya dan ketikan beberapa perintah dan nama library-nya maka Composer akan otomatis meng-install Library A beserta library-library lain yang dibutuhkan dan sudah pasti kompatibel. Bagaimana jika beberapa bulan kemudian Library A mengeluarkan versi terbaru dan kita ingin meupdate Library A tadi? Tenang, di Composer juga ada perintah untuk meng-update. Jadi semua Library A dan library-library yang dibutuhkan tadi akan otomatis ikut terupdate. Keren kan?
     Untuk bisa menggunakan Composer ini, pastikan versi PHP yang kita pakai adalah PHP 5.3.2 atau yang lebih tinggi. Oke mungkin segini udah cukup perkenalannya, kalau masih kurang jelas temen-temen bisa main ke situs resminya di https://getcomposer.org/.

Cara Install Composer di Windows

     Sebelumnya karena Composer ini adalah Dependency Manager for PHP, jadi pastikan di PC kita sudah terinstall PHP. Disini saya pake XAMPP yang kebetulan didalamnya udah termasuk PHP. Jadi jika di komputer temen-temen belum terinstall XAMPP, silahkan baca tutorialnya disini.
1. Buka situs resminya, https://getcomposer.org/. Kemudian silahkan cari tombol 'Download' dan buka halaman tersebut.
2. Silahkan download Windows Installer dengan klik link Composer-Setup.exe.
3. Silahkan download seperti biasa, ukurannya juga kecil ko < 1 MB.
4. Setelah proses downloadnya selesai, silahkan buka file tersebut.
5. Silahkan ikuti langkah-langkah sesuai prosedur. Kemudian jika muncul tampilan seperti dibawah, kita cari file php.exe, kalau saya sendiri letaknya di D:\xampp\php\php.exe soalnya saya sering nyimpen file XAMPP saya di partisi D. Silahkan sesuaikan dengan tempat temen-temen menyimpan file XAMPP temen-temen, tapi biasanya Composer akan otomatis mendeteksi dimana letak file php.exe kita. Jika sudah, silahkan klik Next.
6. Tunggu beberapa saat, kemudian akan muncul tampilan Proxy Settings, jika temen-temen pake proxy silahkan isi, jika tidak langsung aja klik Next. Pada tampilan selanjutnya silahkan klik Install dan ikuti prosedur selanjutnya sampai proses instalasi selesai.
7.  Selanjutnya untuk mengetes apakah proses instalasi berhasil atau tidak, silahkan buka Command Prompt kemudian masukan perintah composer kemudian enter.
8. Jika muncul tampilan seperti diatas, selamat berarti Composer berhasil di-install di komputer kita dan sekarang sudah siap tempur.

Oke sekian tutorial pengenalan dan cara instalasi Composer ini. Pada tutorial selanjutnya, kita akan membahas bagaimana cara mendownload Library/ Package menggunakan Composer ini.
Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

HTML

More »

PHP

More »