Cara Memecah String Menjadi Array di PHP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
      Tutorial kali ini SkripKu Dotkom akan membahas mengenai sebuah fungsi di PHP yang akan sangat bermanfaat untuk pembuatan suatu aplikasi yaitu explode(). Seperti yang sudah disebutkan pada judul diatas, bahwa fungsi explode() ini bisa kita gunakan untuk memecah suatu string/teks menjadi sebuah array (Baca Juga: Mengenal Array di PHP) berdasarkan karakter yang ditentukan. Syntax paling umum dari fungsi explode() ini adalah sebagai berikut:

<?php
explode(pemisah, string);
?>

Parameter:

  • pemisah: Menunjukan string mau dipisahkan berdasarkan apa, apakah tanda koma, tanda strip atau karakter lainnya.
  • string: Menunjukan string yang ingin dipecah.
Oke, biar lebih jelas yuk simak contoh dibawah:
Pada contoh dibawah kita akan memecah "Azis, Yulia, Nurwanda, Rizky, Arbi, Nurul" berdasarkan 1 tanda koma dan 1 spasi (", ").

<?php
$teks="Azis, Yulia, Nurwanda, Rizky, Arbi, Nurul";
$nama=explode(", ", $teks);
echo "<pre>";
print_r($nama);
echo "</pre>";
echo "-----------------------------<br />";
echo "Nama pertama adalah: " . $nama[0] . "<br />";
echo "Nama kedua adalah: " . $nama[1] . "<br />";
echo "Nama ketiga adalah: " . $nama[2] . "<br />";
echo "Nama keempat adalah: " . $nama[3] . "<br />";
echo "Nama kelima adalah: " . $nama[4] . "<br />";
echo "Nama keenam adalah: " . $nama[5] . "<br />";
?>
Baca Juga: Cara Menampilkan Nilai dari Array dengan print_r().
Jika script diatas dieksekusi, maka hasilnya akan seperti ini:

Array
(
    [0] => Azis
    [1] => Yulia
    [2] => Nurwanda
    [3] => Rizky
    [4] => Arbi
    [5] => Nurul
)

-----------------------------
Nama pertama adalah: Azis
Nama kedua adalah: Yulia
Nama ketiga adalah: Nurwanda
Nama keempat adalah: Rizky
Nama kelima adalah: Arbi
Nama keenam adalah: Nurul
Percaya enggak? Kalau enggak percaya silahkan aja coba di localhost atau web hosting punya temen-temen :D
Oke, sekian tutorial kali ini.
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Tutorial SQL 2: Membuat Database

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
      Tutorial kali ini kita akan membahas bagaimana perintah SQL untuk membuat sebuah database. Oke, tanpa panjang lebar lagi. Perintah SQL untuk membuat database adalah sebagai berikut:

CREATE DATABASE namadatabase;
Pada contoh dibawah kita akan mencoba membuat database dengan nama skripku_dotkom:

CREATE DATABASE skripku_dotkom;
Catatan:
  • Nama database tidak boleh mengandung spasi.
  • Jika terdiri dari 2 kata atau lebih, kita bisa menggunakan underscore (_).
     Nah nantinya dalam satu database ini akan berisi banyak tabel-tabel, untuk lebih lengkapnya akan kita bahas di tutorial selanjutnya.
Sekian artikel kali ini,
Jika ada pertanyaan langsung saja layangkan di kolom komentar dibawah,
Mohon maaf jika ada kekurangan,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Tutorial SQL 1: Mengenal SQL dan Cara Menjalankan Perintah SQL

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Mulai sekarang dan kedepannya kita putus! akan mulai membahas tentang perintah-perintah SQL. Nah, sebelum mengenal lebih dalam perintah-perintah yang ada di SQL, enggak ada salahnya jika kita terlebih dahulu membahas apa itu SQL dan seberapa pentingkah kita tahu perintah SQL dalam dunia pemrograman. Walaupun sebetulnya saya orangnya bukan teoristis, tapi enggak apa-apa lah, biar keliatan agak profesional hehe.
     Jadi SQL merupakan singkatan dari "Structured Query Language" adalah bahasa standar untuk mengakses dan memanipulasi database. Dengan kita mengetahui perintah-perintah SQL, maka kita bisa dengan bebas untuk membuat database, memasukan data kedalam database, mengupdate data dalam database, menghapus data dalam database, dan masih banyak lagi. Dengan kita mengetahui perintah SQL, kita akan bisa mengakses DBMS (DataBase Management System/ Manajemen Basis Data) modern seperti: MySQL, SQL Server, dll. Tapi yang akan digunakan dalam tutorial di blog ini adalah MySQL karena memang itu yang sekarang banyak digunakan. Terus seberapa pentingkah perintah SQL dalam dunia pemrograman? Jawabannya SANGAT PENTING, kenapa? Karena kita akan banyak membuat program/aplikasi yang datanya disimpan di database. Contoh, jika kita membuka sebuah blog dan membaca sebuah artikel, nah sebetulnya artikel tersebut disimpan di database. Walaupun pada faktanya tidak selalu menggunakan SQL, tapi kita bisa melakukan hal tersebut menggunakan perintah SQL. Pada artikel-artikel selanjutnya (entah kapan), kita akan coba memadukan antara perintah SQL dan PHP. Udah ah intro-nya segini aja, soalnya saya juga udah bingung nih.
     Untuk mulai mempelajari perintah-perintah SQL, disini kita menggunakan aplikasi XAMPP. Jadi jika komputer temen-temen belum terinstall XAMPP, silahkan install terlebih dahulu dengan membaca artikel ini: Cara Membuat Localhost dengan XAMPP.
     Untuk mencoba perintah SQL, ada 2 cara yang pertama lewat CMD dan yang kedua lewat phpMyAdmin. Disini kita hanya akan membahas yang lewat phpMyAdmin, tapi jika temen-temen ingin tahu yang lewat CMD, silahkan cari-cari aja di Mbah Google. Oke langsung aja, berikut tutorialnya:

1. Pertama buka XAMPP Control Panel.
2. Kemudian klik Start pada Apache dan MySQL sampai ada tulisan Running pada keduanya.
3. Kemudian buka browser dan buka localhost/phpmyadmin, dan kita akan dibawa ke interface phpMyAdmin.
4. Lihat pada bagian atas, klik tombol SQL. Versi yang saya gunakan adalah versi dulu, jadi jika yang dipake temen-temen adalah versi terbaru mungkin akan agak berbeda. Tapi fungsinya sama ko, cuman desainnya aja yang agak berbeda.
5. Kemudian akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:
6. Di textarea itu lah kita akan menuliskan perintah-perintah SQL-nya. Sebagai contoh coba ketikan SHOW DATABASES; kemudian klik GO maka phpMyAdmin akan menampilkan database yang ada di MySQL kita. Di PC saya sendiri, yang muncul adalah seperti gambar dibawah:
Informasi:
SHOW DATABASES; adalah perintah SQL untuk menampilkan database yang ada di MySQL kita.
Sekian artikel kali ini,
Jika ada pertanyaan langsung saja layangkan di kolom komentar dibawah,
Mohon maaf jika ada kekurangan,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Membuat Kotak yang Bisa di Scroll

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Sesuai judul diatas, kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat kotak yang bisa discroll. Caranya cukup mudah, kita tinggal membuat sebuah div untuk teks/ kontennya kemudian di CSS-nya kita tinggal menambahka  overflow: auto;. Cara ini bisa kita terapkan menggunakan Inline CSS, External CSS, ataupun Internal CSS (Baca Juga: Cara Memasang CSS kedalam HTML). Oke, tanpa panjang lebar lagi biar lebih jelas langsung saja kita lihat dan coba contoh dibawah:

CSS Inline


<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
     <title>Kotak Scroll</title>
</head>
<body>
     <div style="height: 100px; overflow: auto; background-color: #4791D2; padding: 5px; color: white; border-radius: 5px;">
          <p>Perkenalkan nama saya Azis Hapidin, saya lahir di Kabupaten Cianjur pada tahun 1999. Jadi sekarang umur saya sudah 16 tahun. Saat tulisan ini dibuat, saya masih sekolah di SMK Muhammadiyah Cianjur dan duduk di kelas 2 di jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Saya ngambil jurusan RPL karena memang hobi saya di bidang itu, jadi sekarang enggak ada alesan bagi saya buat males pergi ke sekolah, apalagi di hari-hari yang ada pelajaran Produktif RPL-nya.</p>
          <p>Saya orangnya.. saya orangnya gimana ya? Mungkin agak susah ya buat menilai diri sendiri. Tapi kalau saya nanya ke temen-temen, ada yang bilang saya itu humoris, ada juga yang bilang orangnya garing, ada juga yang bilang <s>ganteng kaya Artis Korea</s> wajahnya pas-pasan, yaa macem-macem lah.</p>
     </div>
</body>
</html>
 
Jika kode HTML diatas disave dan dibuka dibrowser, maka hasilnya adalah sebagai berikut:
Perkenalkan nama saya Azis Hapidin, saya lahir di Kabupaten Cianjur pada tahun 1999. Jadi sekarang umur saya sudah 16 tahun. Saat tulisan ini dibuat, saya masih sekolah di SMK Muhammadiyah Cianjur dan duduk di kelas 2 di jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Saya ngambil jurusan RPL karena memang hobi saya di bidang itu, jadi sekarang enggak ada alesan bagi saya buat males pergi ke sekolah, apalagi di hari-hari yang ada pelajaran Produktif RPL-nya.
Saya orangnya.. saya orangnya gimana ya? Mungkin agak susah ya buat menilai diri sendiri. Tapi kalau saya nanya ke temen-temen, ada yang bilang saya itu humoris, ada juga yang bilang orangnya garing, ada juga yang bilang ganteng kaya Artis Korea wajahnya pas-pasan, yaa macem-macem lah.

 

CSS Internal


<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <title>Kotak Scroll</title>
    <style type="text/css">
    #kotak {height: 100px; overflow: auto; background-color: #4791D2; padding: 5px; color: white; border-radius: 5px;}
    </style>
</head>
<body>
<div id="kotak">
    <p>Perkenalkan nama saya Azis Hapidin, saya lahir di Kabupaten Cianjur pada tahun 1999. Jadi sekarang umur saya sudah 16 tahun. Saat tulisan ini dibuat, saya masih sekolah di SMK Muhammadiyah Cianjur dan duduk di kelas 2 di jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Saya ngambil jurusan RPL karena memang hobi saya di bidang itu, jadi sekarang enggak ada alesan bagi saya buat males pergi ke sekolah, apalagi di hari-hari yang ada pelajaran Produktif RPL-nya.</p>
    <p>Saya orangnya.. saya orangnya gimana ya? Mungkin agak susah ya buat menilai diri sendiri. Tapi kalau saya nanya ke temen-temen, ada yang bilang saya itu humoris, ada juga yang bilang orangnya garing, ada juga yang bilang <s>ganteng kaya Artis Korea</s> wajahnya pas-pasan, yaa macem-macem lah.</p>
</div>
</body>
</html>
Jika kode HTML kedua diatas dibuka dibrowser, maka hasilnya akan tetap sama:
Perkenalkan nama saya Azis Hapidin, saya lahir di Kabupaten Cianjur pada tahun 1999. Jadi sekarang umur saya sudah 16 tahun. Saat tulisan ini dibuat, saya masih sekolah di SMK Muhammadiyah Cianjur dan duduk di kelas 2 di jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Saya ngambil jurusan RPL karena memang hobi saya di bidang itu, jadi sekarang enggak ada alesan bagi saya buat males pergi ke sekolah, apalagi di hari-hari yang ada pelajaran Produktif RPL-nya.
Saya orangnya.. saya orangnya gimana ya? Mungkin agak susah ya buat menilai diri sendiri. Tapi kalau saya nanya ke temen-temen, ada yang bilang saya itu humoris, ada juga yang bilang orangnya garing, ada juga yang bilang ganteng kaya Artis Korea wajahnya pas-pasan, yaa macem-macem lah.

Gimana mudah kan?
Sekian tutorial singkat kali ini,
Terima Kasih atas kunjungannya,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Memotong String di PHP dengan substr()

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pada tutorial kali ini SkripKu Dotkom akan membahas salah satu fungsi yang sering digunakan di PHP, yaitu substr(). Langsung aja, jadi fungsi substr() ini digunakan untuk memotong suatu string (teks). Fungsi ini juga bisa kita temukan di bahasa-bahasa pemrograman lain seperti Java, C++, dll. Bentuk umum atau cara penggunaannya seperti ini:

substr(string, mulai, panjang)
Fungsi substr() ini akan mengembalikan sebagian dari sebuah string. Jadi ingat! Saya bilang mengembalikan, bukan menampilkan. Jadi kalau kita ingin menampilkannya harus di echo dulu.

Parameter:

  • string: Berisi string yang akan kita tampilkan, kita bisa mengisinya langsung dengan teks atau bisa juga dengan variabel.
  • mulai: Menunjukan mulai disebelah mana string akan ditampilkan. Jika ingin dari awal, maka kita bisa mengisinya dengan angka 0.
  • panjang: Menunjukan seberapa panjang karakter yang ingin ditampilkan.
Mungkin agak membingungkan kalau dijelasin gini, mending langsung kita lihat contohnya:

<?php
$nama="Azis Hapidin";
$blog="SkripKu Dotkom";
echo $nama . "<br>";
echo substr($nama, 0, 7) . "<br>";
echo substr($nama, 5, 6) . "<br>";
echo substr($nama, 2, 8) . "<br>";
echo substr($nama, 3, 5) . "<br>";
echo "-------------------<br>";
echo $blog . "<br>";
echo substr($blog, 0, 7) . "<br>";
echo substr($blog, 2, 5) . "<br>";
echo substr($blog, 3, 8) . "<br>";
echo substr($blog, 1, 9) . "<br>";
?>
Jika script diatas dijalankan, maka hasilnya akan seperti ini:

Sekian artikel singkat kali ini,
Terima kasih atas kunjungannya,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Memasukan Halaman Lain dengan iframe

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Ketika kita membuat sebuah halaman web, ada kalanya kita ingin menambahkan/menampilkan halaman web lain di halaman web kita. Nah, tutorial kali ini SkripKu Dotkom akan membahas mengenai hal itu. Untuk menampilkan halaman web lain di halaman web kita, maka kita bisa menggunakan tag <iframe>. Contoh, kita akan menampilkan blog SkripKu Dotkom disini menggunakan <iframe>, maka hasilnya akan seperti ini:

Syntax

Berikut merupakan syntax untuk menggunakan <iframe>:

<iframe src="urlhalaman"></iframe>
Note:
Silahkan ganti urlhalaman dengan url halaman web yang ingin kita tampilkan.
     Bagaimana jika kita ingin mengatur ukuran tinggi dan panjangnya? Disini kita tinggal menambahkan atribut width="" untuk mengatur lebar, dan height="" untuk mengatur tinggi. Contoh:

<iframe src="http://www.skripku.com" width="100%" height="600"></iframe>
Info:
Satuan default-nya adalah piksel, tapi kita bisa juga mengisinya dengan satuan persen seperti pada contoh diatas.
Oke, sekian tutorial singkat kali ini.
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Cara Menambahkan Icon di Address Bar / Title Bar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pada tutorial kali ini SkripKu Dotkom akan membahas bagaimana cara menambahkan icon di title bar. Contohnya seperti ini:
     Mungkin artikel seperti ini sudah agak mainstream, tapi enggak apa-apa lah dibahas juga disini, sekalian buat ngejawab salah satu pertanyaan teman saya. Bagaimana caranya? ternyata cukup mudah, kita cukup menambahkan tag dan atribut berikut di antara tag <head> dan </head> :

<link rel="icon" href="skripku.ico" type="image/x-icon">
  Info:
  • Silahkan ganti skripku.ico menjadi gambar yang akan dijadikan icon web kita.
  • Ekstensi file-nya tidak harus .ico, sebagai alernatif lain kita bisa menggunakan .png, .gif, dll. Tapi yang paling umum digunakan memang .ico
  • Usahakan juga gambarnya harus berbentuk persegi (memiliki lebar dan tinggi yang sama) dan juga ukuran gambarnya jangan yang gede-gede, ukuran 20x20 piksel juga sudah cukup. Soalnya kalau gambarnya gede, nanti bakal kurang enak dilihatnya.

Contoh

     Saya punya 1 file html dan 1 file ico yang akan saya jadikan icon di file html tadi.
Isi dari index.html adalah seperti ini:

<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <title>SkripKu Dotkom</title>
  <link rel="icon" href="xampp.ico" type="image/x-icon">
 </head>
 <body>
  <p>Welcome to <a href="http://skripku.com/">SkripKu Dotkom</a></p>
 </body>
</html> 
Jika file index.html tadi dibuka dibrowser, maka hasilnya kurang lebih seperti ini:
Silahkan coba contoh diatas, atau anda bisa mendownload contoh penggunaannya dengan mengklik tombol dibawah:

Mudah kan? Sekian tutorial singkat kali ini,
Semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Membuat Alert Box (Kotak Peringatan) dengan JavaScript

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pada artikel kali ini kita akan membahas sesuatu yang cukup sering digunakan yaitu cara membuat atau lebih tepatnya menampilkan sebuah alert box/ pesan peringatan di browser menggunakan JavaScript. Mungkin tutorial seperti ini sudah cukup banyak di Internet, tapi enggak ada salahnya lah saya bahas juga di blog ini hehe. Oke langsung saja kita ke pembahasan:

Syntax


<script>
 alert("Teks yang ingin ditampilkan");
</script>
Informasi:
Sekedar mengingatkan, perintah JavaScript harus disimpan diantara tag <script> dan </script>

Contoh


<script>
 var tanggal=Date();
 alert("Assalamualaikum! Waktu sekarang adalah: "+tanggal);
</script>
Informasi:
Date() merupakan function di JavaScript untuk mengambil waktu sekarang dari komputer user.
Jika script diatas dibuka dibrowser maka kurang lebih hasilnya seperti ini:
Screenshot diatas saya coba di Mozilla Firefox dan mungkin akan agak sedikit berbeda jika dibuka di browser lain.
Sekian artikel singkat kali ini,
Terima kasih sudah berkunjung,
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Menampilkan Audio dengan HTML5

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Logo HTML5
     Pada artikel kali ini kita akan membahas salah satu fitur baru dari HTML5, yaitu cara menambahkan audio pada sebuah web. Pada versi HTML sebelumnya, untuk menambahkan audio di web maka kita harus menggunakan plug-in tambahan seperti Flash Player atau sejenisnya. Tapi di HTML5, kita tidak perlu menggunakan plug-in tambahan seperti itu.
     Untuk menambahkan audio menggunakan HTML5, kita cukup menghafalkan 2 tag saja yaitu <audio> dan <source>. Tag ini bisa dijalankan di Internet Explorer 9 keatas, Mozilla Firefox, Opera, Google Chrome, Safari, dan browser lainnya yang mendukung HTML5. 
     Oke, langsung saja ke pokok pembahasan. Bentuk paling sederhana-nya seperti ini:

Penjelasan:

     Coba perhatikan pada tag audio, kita sengaja menambahkan atribut controls. Fungsinya adalah untuk menampilkan audio control seperti play, pause, memperbesar volume dan mengecilkan volume suara.
     Teks yang ada diantara <audio> dan </audio> akan muncul jika browser yang dipakai tidak mendukung tag audio.
     Tag <source> digunakan untuk memanggil file audio yang akan kita jalankan. Tag <source> ini memiliki 2 atribut yaitu src="" yang bisa diisi dengan url file audio kita, dan atribut type="" bisa diisi dengan tipe audio kita. Fitur <audio> ini mendukung 3 format file audio yaitu: mp3, wav, dan ogg. Untuk nilai dari atribut type=""-nya kita bisa menyesuaikan dengan melihat tabel dibawah:

Format File Nilai untuk atribut type
MP3 audio/mpeg
Wav audio/wav
Ogg audio/ogg
Sekedar buat contoh, disini saya punya sebuah folder yang isinya seperti ini:
Screenshot Folder
Dan kode HTML dari audio.html seperti ini:
Jika file audio.html tadi dibuka di Firefox/ browser yang sudah mendukung HTML5, maka hasilnya adalah seperti ini:
Screenshot jika dibuka di Firefox
Tapi jika dibuka di browser yang belum mendukung HTML5 (disini saya buka pake Internet Explorer 8), maka hasilnya seperti ini:
Screenshot jika dibuka browser yang tidak mendukung HTML5

Atribut yang dimiliki <audio>

Untuk memaksimalkan fungsinya, tag <audio> ini juga memiliki beberapa atribut yang bisa kita pakai yaitu:
  • controls
  • Digunakan untuk menampilkan audio control seperti yang sudah dipakai diatas. Untuk memastikannya, silahkan anda coba praktekan script HTML diatas kemudian coba hapus atribut controls -nya.
  • autoplay
  • Digunakan jika kita ingin audio yang kita buat bisa memutar secara otomatis tanpa meng-klik tombol play.
  • loop
  • Jika kita menggunakan atribut ini, ketika audio/musik telah selesai diputar maka audio akan memulai kembali dari awal secara otomatis.
Walaupun masih ada beberapa atribut lagi, tapi menurut saya ke-3 atribut ini lah yang paling penting untuk diketahui.
Biar lebih faham lagi, coba praktekan semua tutorial ini dan cari lagi referensi lainnya di Internet.
Sekian dari saya.
Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Perulangan (Looping) di PHP Part 2: while dan do while

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Oke, setelah beberapa waktu yang lalu saya pernah membahas perulangan menggunakan "for dan foreach" di PHP, kali ini kita akan membahas perulangan menggunakan "while dan do while". Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, jadi buat kawan-kawan yang tiba-tiba nyasar kesini ada baiknya membaca artikel ini terlebih dahulu. Bagaimana sih cara menggunakan while dan do while terus apa perbedaan diantara keduanya? Simak terus artikel ini yukk..

1. Perulangan while 

     Perulangan menggunakan while akan mengeksekusi kode yang berada didalam kurung kurawal jika kondisi bernilai True. Syntax-nya seperti ini:

<?php
while (kondisi) {
    // Kode yang akan dieksekusi
    // Kode yang disimpan disini akan terus dieksekusi selama kondisi bernilai True
}
?>
Dalam bentuk flowchartnya seperti ini:

Contoh implementasinya seperti ini:

<?php
$a=1;
while ($a < 10) {
    echo "Ini angka " . $a . "<br>";
    $a++;
}
?>
     Pada script diatas, pertama-tama kita membuat variabel $a yang isinya adalah 1 ($a=1). Kemudian perulangan while akan terus dilakukan selama nilai dari $a kurang dari 10 ($a < 10). Dan $a akan ditambah 1 setiap proses perulangan berjalan ($a++). Sehingga jika script diatas dijalankan, maka akan mengeluarkan output seperti berikut:

Ini angka 1
Ini angka 2
Ini angka 3
Ini angka 4
Ini angka 5
Ini angka 6
Ini angka 7
Ini angka 8
Ini angka 9
Sudah cukup jelas kan? Jika masih belum jelas silahkan untuk bertanya di kolom komentar..

2. Perulangan do while 

     Perulangan menggunakan metode ini HAMPIR sama dengan perulangan menggunakan while. Syntax-nya seperti ini:

<?php
do {
    // Kode yang akan dieksekusi
} while (kondisi);
?>
     Sebagai contoh, kita akan membuat hal yang sama dengan contoh pada perulangan menggunakan while diatas. Scriptnya seperti berikut:

<?php
$a=1;
do {
    echo "Ini angka " . $a . "<br>";
    $a++;
} while ($a <= 10);
?>
     Jika script diatas dijalankan, maka akan menghasilkan output yang sama dengan contoh pertama tadi. Tapi walaupun hasilnya sama, ternyata cara kerjanya berbeda. Biar lebih jelas tentang cara kerjanya, sengaja saya sediakan flowchartnya:

    Setelah melihat flowchart diatas, sudah jelas ternyata perbedaan antara while dan do while bukan hanya terletak pada cara penulisan saja, tapi ada perbedaan mendasar yang membedakan antara while dan do while ini. Apakah itu? Perulangan dengan while akan memeriksa terlebih dahulu kondisi, jika bernilai True maka statement yang berada didalam kurung kurawal akan dijalankan, tapi jika kondisi bernilai false maka script tidak akan dijalankan sama sekali. Sedangkan jika kita menggunakan do while, maka statement akan terlebih dahulu dieksekusi satu kali, kemudian sistem akan mengecek apakah kondisi bernilai true atau false. Jika bernilai true maka statement akan dieksekusi terus menerus sampai kondisi bernilai false, jika bernilai false maka statement tidak akan diulangi lagi (jadi script hanya dieksekusi 1 kali). Untuk membuktikan hal tersebut, kita coba script dibawah:

<?php
$a=1;
do {
    echo "Ini angka " . $a . "<br>";
    $a++;
} while ($a<1);
?>
    Kondisi pada script diatas bernilai false (1 lebih kecil dari 1), tapi jika script diatas dijalankan maka akan menghasilkan output seperti berikut:

Ini angka 1
     Mengapa demikian? karena seperti yang sudah saya sebutkan diatas, pertama statement yang ada didalam kurung kurawal akan dieksekusi terlebih dahulu, kemudian jika kondisi bernilai true maka statemenent akan terus dieksekusi sampai kondisi bernilai false.
Sepertinya artikel kali ini dicukupkan sekian,
Terima kasih sudah berkunjung,
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Perulangan (Looping) di PHP Part 1: For dan Foreach

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pada artikel kali ini SkripKu Dotkom akan membahas mengenai Looping/Perulangan di PHP. Sebelumnya apa sih Looping itu? Jadi Looping kurang lebih adalah "Struktur yang memungkinkan suatu kode program dijalankan beberapa kali dengan menggunakan suatu kondisi tertentu."
     Misalkan, kita disuruh untuk menampilkan "Saya Ganteng" sebanyak 25 kali di browser. Kita bisa saja mengetik echo "Saya Ganteng<br />"; kemudian kita copas sebanyak 25 kali. Ya itu bisa dilakukan jika kita hanya disuruh menampilkannya sebanyak 25 kali, tapi bagaimana jika misalkan kita disuruh menampilkannya sebanyak 1000 kali? Nah disinilah kita bisa menggunakan Looping. Dengan menggunakan Looping, untuk melakukan hal tersebut kita cukup mengetikan beberapa baris syntax dan menetukan seberapa kali statement tersebut akan dilakukan. Nah kira-kira seperti itu lah gambaran singkat tentang Looping, kalau masih kurang jelas silahkan cari referensi lain di Mbah Google hehe. Di PHP, ada 4 bentuk perulangan. Yaitu: for, foreach, while, dan do while. Tapi, pada artikel ini, kita akan terlebih dahulu membahas for dan foreach. Sedangkan yang sisanya Insya Allah akan kita bahas pada artikel lain. Oke biar gak boros teks, langsung saja kita ke pembahasan:
1. Perulangan For
     "The for loop is used when you know in advance how many times the script should run." (Sumber: W3Schools). Bentuk umum-nya seperti ini:

<?php
for (inisialisasi; kondisi; pengubah){
  //pernyataan yang akan diekseskusi;
  }
?>
Pengertian:
Inisialisasi: Digunakan sebagai bagian penentuan variabel yang akan digunakan untuk mengendalikan jumlah perulangan yang akan dilakukan.
Kondisi: Digunakan untuk mengontrol perulangan, jika kondisinya bernilai TRUE maka perulangan akan terus dilakukan, jika bernilai FALSE maka perulangan akan dihentikan.
Pengubah: Pengubah adalah operasi aritmatika yang digunakan untuk mengubah nilai variabel penentu. Biasanya saya menggunakan operator ++ (Ditambah 1) atau -- (Dikurangi 1).
Flowchart perulangan menggunakan for kurang lebih seperti ini:
Contoh, script dibawah kita akan menampilkan "Ini angka 1", "Ini angka 2", dan seterusnya sampai 10:

<?php
for ($angka=1; $angka <= 10 ; $angka++) { 
    echo "Ini angka " . $angka . "<br>";
}
?>
     Perhatikan script diatas, pertama kita mendeklarasikan variabel $angka=1 (inisialisasi), kemudian sistem akan mengecek apakah $angka kurang dari atau sama dengan 10 (kondisi) jika benilai True maka statement yang berada pada kurung kurawal akan diekseskusi jika tidak maka statement tidak akan dieksekusi, dan tiap statement dieksekusi maka nilai dari $angka akan ditambah 1 menggunakan operator ++ (pengubah). Sehingga jika script diatas dijalankan maka akan menghasilkan output seperti berikut:

Ini angka 1
Ini angka 2
Ini angka 3
Ini angka 4
Ini angka 5
Ini angka 6
Ini angka 7
Ini angka 8
Ini angka 9
Ini angka 10
     Sampai disini sudah ngerti kan? Kalau ada yang masih belum ngerti silahkan untuk bertanya di komentar atau silahkan untuk mencari referensi lain di Google. Bonus gan hehe:
Sumber gambar: Meme Comic Indonesia

2. Perulangan Foreach
     Perulangan Foreach ini digunakan untuk menyebutkan satu per satu nilai dari suatu array (Baca juga: Mengenal Array di PHP). Statement akan dijalankan sebanyak nilai yang ada pada array tersebut, jika misalkan ada 100 nilai maka looping akan berjalan sebanyak 100 kali. Syntax-nya seperti ini:

<?php
foreach ($array as $variabel) {
    // Statement yang akan dieksekusi;
    // Kita bisa menggunakan nilai dari $variabel disini
}
?>
     Disini semua nilai yang ada di $array akan dipindahkan ke $variabel (namanya enggak harus $array dan $variabel, bisa sekehendak kita dan sesuai kebutuhan). Biar gak bingung langsung saja kita ke contoh:
     Pada contoh dibawah pertama-tama kita punya array $sekolah yang isinya merupakan daftar sekolah saya dari mulai SD sampai SMK. Kemudian kita ingin menampilkan "Saya pernah sekolah di: *nama SD saya*", dan seterusnya sampai nama sekolah SMK saya:

<?php
$sekolah=array("sd"=>"MI Al-Khoeriyyah", 
               "smp"=>"SMPN 3 Cianjur", 
               "smk"=>"SMK Muhammadiyah Cianjur");
foreach ($sekolah as $data) {
    echo "Saya pernah sekolah di: " . $data . "<br>";
}
?>
Maka hasilnya adalah sebagai berikut:

Saya pernah sekolah di: MI Al-Khoeriyyah
Saya pernah sekolah di: SMPN 3 Cianjur
Saya pernah sekolah di: SMK Muhammadiyah Cianjur
     Saya rasa sampai disini sudah cukup jelas, kalau ada yang masih bingung silahkan bertanya di kolom komentar.
Artikel selanjutnya kita akan membahas perulangan menggunakan while dan do while,
Semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Variabel $_SERVER di PHP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pada tutorial kali ini kita akan membahas salah satu variabel bawaan PHP yaitu variabel $_SERVER. Variabel ini memiliki banyak kegunaan, diantaranya bisa digunakan untuk mengetahui url file yang sedang diakses, alamat IP pengguna, nama server, browser yang digunakan pengguna, dan masih banyak lagi.
     Variabel ini sebenarnya merupakan sebuah Array (Baca Juga: Mengenal Array di PHP), jadi kita bisa mengecek nilainya menggunakan fungsi print_r (Baca Juga: Mengenal Fungsi print_r() di PHP) seperti ini:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Mengenal Variabel $_SERVER di PHP</title>
</head>
<body>
<pre>
<?php
print_r($_SERVER);
?>
</pre>
</body>
</html>
     Jika script diatas dijalankan, maka output/hasilnya adalah sebagai berikut (klik pada gambar untuk memperbesar):
     Perhatikan yang saya tandai dengan warna hijau, itu menunjukan bawhwa $_SERVER ini merupakan sebuah array dimana yang berada diantara tanda '[' dan ']' merupakan index-nya, dan yang berada setelah tanda '=>' merupakan nilainya. Ini berarti kita bisa menampilkan nilai yang lebih spesifik lagi menggunakan cara pemanggilan nilai dari array yaitu dengan memanggil $nama_variabel[indexnya]. Biar gak bingung misalkan kita ingin menampilkan browser yang sedang digunakan oleh pengguna, maka kita cukup memanggil nilai-nya seperti ini:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Mengenal Variabel $_SERVER di PHP</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Browser yang sedang anda gunakan adalah: " . $_SERVER['HTTP_USER_AGENT'];
?><br>
Dapatkan banyak ilmu di <a href="http://www.skripku.com/">SkripKu Dotkom</a>
</body>
</html>
Maka hasilnya adalah (klik pada gambar untuk memperbesar):
     Begitu pun juga jika kita ingin melihat informasi-informasi lainnya, kita cukup memanggil $_SERVER['index'], untuk index-nya kita bisa nyontek di screenshot yang pertama tadi.
Sekian artikel singkat Mengenal variabel $_SERVER di PHP ini,
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Fungsi dan Cara Membuat Fungsi Sendiri di PHP

     Oke sesuai dengan judul diatas, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang apa iu fungsi dan bagaimana cara membuat fungsi di PHP. Nah, sebelum ke pokok pembahasan sebelumnya kita bahas terlebih dahulu apa sih fungsi itu? Fungsi (Function dalam bahasa inggrisnya) merupakan kumpulan perintah yang bisa kita panggil dan kita gunakan sewaktu-waktu jika kita membutuhkannya. Kalau kita belajar Algoritma Pemrograman, maka kita akan menemukan fungsi ini sebagai 'Prosedur'.
     Tujuan diadakannya fungsi adalah untuk memisahkan suatu perintah agar script program utama lebih praktis dan efisien karena jika suatu perintah kita jadikan fungsi, maka untuk melakukan tugas yang sama kita tinggal memanggil kembali fungsi tersebut tanpa harus membuat kembali scriptnya. Dengan catatan bahwa perintah dalam fungsi hanya akan dieksekusi jika dilakukan pemanggilan terhadap fungsi tersebut.
     Sebagai contoh sederhana, coba anda buka text editor anda ketikan script dibawah:      Save file diatas dengan ekstensi fungsi.php di folder htdocs (jika menggunakan XAMPP). Kemudian buka dan lihat browser dan buka localhost/fungsi.php. Maka yang muncul adalah informasi tentang versi PHP yang kita gunakan karena phpinfo() adalah fungsi bawaan PHP yang bisa kita gunakan untuk menampilkan versi PHP yang sedang kita gunakan. Ada 700 lebih fungsi bawaan yang ada di PHP, tapi pada artikel kali ini kita akan lebih menitikberatkan tentang bagaimana cara membuat fungsi sendiri.

Cara Membuat Fungsi

Syntax untuk membuat fungsi:

<?php
function nama_fungsi(){
    // Kode yang ingin dieksekusi..
}
?>
     Sedangkan untuk memanggilnya kita cukup mengetikan nama_fungsi(). Biar gak bingung yuk lihat script dibawah:

<?php
// Pembuatan fungsi
function biodata(){
    echo "Nama: Azis Hapidin<br>";
    echo "Alamat: Jl. Dr. Muwardi (By Pass) Cianjur<br>";
    echo "Sekolah: SMK Muhammadiyah Cianjur";
}
echo "ini biodata saya:<br>";
// Kita coba panggil fungsi diatas..
biodata();
?>
Jika script diatas dijalankan maka akan menghasilkan output sebagai berikut:
Ini biodata saya:
Nama: Azis Hapidin
Alamat: Jl. Dr. Muwardi (By Pass) Cianjur
Sekolah: SMK Muhammadiyah Cianjur

Cara Membuat Fungsi dengan Parameter

Untuk menambah kegunaannya, kita juga bisa menambahkan parameter pada fungsi yang kita buat. Parameter disimpan diantara tanda '(' dan ')'. Contoh penggunaannya seperti ini gan:

<?php
// Pembuatan fungsi dengan parameter $nama
function perkenalkan($nama){
    // Nilai dari $nama bisa kita pakai disini
    echo "Hello, perkenalkan nama saya " . $nama . "<br>";
}
// Penggunaan fungsi
perkenalkan("Azis Hapidin");
perkenalkan("Nur Wanda");
perkenalkan("Fahmi");
perkenalkan("Gungun");
?>
Jika script datas dijalankan maka output-nya adalah sebagai berikut:
Hello, perkenalkan nama saya Azis Hapidin
Hello, perkenalkan nama saya Nur Wanda
Hello, perkenalkan nama saya Fahmi
Hello, perkenalkan nama saya Gungun
Jika kita menggunakan parameter lebih dari 1, maka kita cukup menggunakan koma ',' untuk memisahkannya. Contoh:

<?php
function penjumlahan($angkapertama, $angkakedua){
    $hasil=$angkapertama+$angkakedua;
    echo $angkapertama . " ditambah " . $angkakedua . " maka hasilnya adalah " . $hasil;
}
penjumlahan(5,9);
echo "<br>";
penjumlahan(100, 45);
?>
Output:
5 ditambah 9 maka hasilnya adalah 14
100 ditambah 45 maka hasilnya adalah 145
     Keuntungan jika kita menggunakan fungsi ini adalah kita tidak perlu lagi mengetikan kode yang sama berulang-ulang.
Oke saya rasa sampai disini sudah cukup jelas. kurang dan lebihnya mohon dimaafkan,
Kalau ada pertanyaan silahkan layangkan di nomer dibawah ini kolom komentar dibawah ini, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Memasang CSS kedalam HTML

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pada artikel kali ini Skripku Dotkom akan membahas bagaimana cara memasang script CSS ke dalam sebuah dokumen HTML. Untuk memasang CSS kedalam sebuah dokumen HTML terdapat 3 cara. Yaitu: External CSS, Internal CSS, dan Inline CSS. Ketiga cara ini memiliki fungsi dan tujuan yang sama, hanya saja berbeda dalam cara penggunaannya. Sebelum ke pokok pembahasan, ada beberapa hal yang harus diketahui yaitu syntax dasar CSS (akan digunakan di CSS External dan Internal). Syntax dasar-nya adalah:

selektor {properti: nilai;}
  • Selektor: Ini digunakan untuk memilih elemen yang akan kita modifikasi. Bisa berupa tag HTML (div, a, table, h1, dll) atau bisa juga dengan Selektor Id dan Class.
    Baca juga: Mengenal Selector Id dan Class.
  • Properti: Ini digunakan untuk memilih apa yang ingin dimodifikasi dari elemen yang sudah dipilih tadi. Misalkan kita ingin memberikan background pada suatu elemen, maka propertinya diisi dengan background-color.
  • Nilai: Merupakan nilai dari properti tadi. Jenis nilainya pun menyesuaikan dengan properti yang sudah dipilih, misalkan pada properti background-color kita bisa mengisi nilainya dengan menyebutkan langsung nama warnanya (contoh: red, green, black, dll), menggunakan heksadesimal contoh: #2CB5F8, ataupun rgb() contoh: rgb(44,181,248).
Contohnya seperti ini:

table {margin-left: 5px; background-color: #2CB5F8;}
     Penjelasan: Syntax diatas menunjukan bahwa pada elemen table (semua yang menggunakan tag table tanpa terkecuali) akan di-set margin sebelah kirinya selebar 5 piksel dan warna latar belakangnya berwarna #2CB5F8 (heksadesimal). Jika ingin mencari warna menggunakan heksadesimal, anda bisa memanfaatkan tool Color Picker yang disediakan SkripKu dengan meng-klik link ini.
1. External CSS
      External CSS merupakan cara penulisan dimana script CSS terpisah dengan dokumen HTML-nya. Cara ini merupakan cara yang paling sering saya gunakan terutama untuk proyek yang lumayan besar, karena kita tinggal buat satu file berekstensi .css dan menambahkan tag ini di setiap dokumen HTML-nya:

    <link rel="stylesheet" type="text/css" href="nama_file.css">
Untuk script CSS-nya kita bisa simpan di file yang berekstensi .css tadi. Ingat! file ini hanya berisi script CSS dan tidak boleh berisi tag HTML satu-pun.
     Untuk lebih jelasnya kita coba membuat web sederhana menggunakan metode External CSS ini:
1.) Buka Text Editor, kemudian masukan script dibawah:

<html>
<head>
    <title>Belajar CSS - Skripku Dotkom</title>
    <link rel="stylesheet" type="text/css" href="style.css">
</head>
<body>
<p class="judul tengah"><a href="http://www.skripku.com/">Skripku Dotkom</a></p>
<p class="slogan tengah">Your Ngoding Stuff</p>
</body>
</html>
Baca Juga: Mengenal Selector Id dan Class di CSS
2.) Save dokumen diatas dengan nama eksternal.html atau apa aja lah bebas.
3.) Kemudian selanjutnya kita buat file CSS-nya. Karena diatas sudah kita definisikan bahwa style untuk halaman tersebut berada di style.css, maka selanjutnya kita harus buat file bernama style.css, isinya kurang lebih seperti berikut (silahkan modifikasi sesuka hati):

.judul {color: blue; font-size: 50px; font-family: forte;}
.judul a {text-decoration: none;}
.slogan {color: green; font-family: verdana;}
.tengah {text-align: center;}
4.) Save file diatas di folder yang sama dengan file eksternal.html tadi. Jika file eksternal.html tadi dibuka di browser maka akan menampilkan tampilan seperti ini:

2. Internal CSS
     Cara yang kedua adalah Internal CSS, yaiu dengan meletakan script CSS-nya diantara <style>...</style> yang disisipkan diantara tag <head> ataupun tag <body>, tapi saya sarankan untuk menyimpannya diantara tag <head> saja. Dengan cara ini kita hanya bisa mengatur style untuk satu halaman saja, dengan kata lain apabila kita mempunyai 100 halaman web maka kita harus mengaturnya satu per satu sebanayak 100 kali.
Contoh penggunaan-nya seperti ini:

<html>
<head>
    <title>Belajar CSS - Skripku Dotkom</title>
    <style>
    #kotak {width: 200px;height: 200px;background-color: Turquoise;float: left;}
    #lingkaran {width: 200px;height: 200px;border-radius: 50%;background-color: green;float: left;margin-left: 5px;}
    </style>
</head>
<body>
<div id="kotak">Ini kotak, disamping saya ada lingkaran.</div>
<div id="lingkaran"></div>
</div>
</body>
</html>
Maka akan menghasilkan:
3. Inline CSS
     Cara ini digunakan apabila kita hanya ingin memberikan style pada beberapa bagian tertentu di dokumen html kita. Cara ini sangat tidak efisien jika digunakan untuk proyek besar-besaran karena kita harus memberikan style pada tiap bagian di halaman web kita. Untuk menggunakan cara ini, kita bisa menyimpan script css-nya di atribut style="properti1: nilai1;dan-seterusnyaaa". Biar gak bingung yuk lihat contoh dibawah:

<html>
<head>
    <title>Belajar CSS - Skripku Dotkom</title>
</head>
<body>
<p style="font-family:forte;font-size:40px;text-align:center;color:blue;">Skripku Dotkom</p>
<p style="font-family:arial;font-size:20px;text-align:center;">Your Ngoding Stuff</p>
<p style="text-align:center;">www.skripku.com</p>
</body>
</html>
Maka hasilnya adalah:


Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat,
Jika ada yang ingin ditanyakan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya via komentar,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Menampilkan Nilai dari Array dengan print_r()

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang salah satu fungsi yang cukup populer di PHP yaitu fungsi print_r(). Fungsi print_r() ini bisa kita gunakan untuk mengecek nilai dari sebuah array. Contoh sederhananya seperti ini:
<?php
$sekolahku=array("sd"=>"MI Al-Khoeriyyah", "smp"=>"SMPN 3 Cianjur", "smk"=>"SMK Muhammadiyah Cianjur");
// <pre> adalah tag html agar hasilnya lebih rapih
echo "<pre>";
print_r($sekolahku);
echo "</pre>";
?>
Maka akan menghasilkan output:
     Demikian juga untuk Array Multi Dimensi, print_r() akan mencetak nilai dari array tersebut sampai ke akar-akarnya. Contoh:
<?php
$kab_cianjur=array(
    'Kecamatan Cianjur'=>array(
        'Kelurahan Muka'=>array(
            'RW 01'=>array('Kp. Cimenteng', 'Kp. Baru Pawenang', 'Kp. Gayam'),
            'RW 02'=>array('Kp. Margaluyu', 'Kp. Neglasari'),
            ),
        'Kelurahan Bojong Herang'=>array(
            'RW 06'=>array('Kp. I dont know', 'Kp. Apah', 'Kp. Bla bla'),
            'RW 99'=>array('Kp. hehe', 'Kp. wkwkwk', 'Kp. ckckck'),
            ),
        ),
    'Kecamatan Karangtengah'=>array(
        'Desa Sukataris'=>array(
            'RW 124'=>array('Kp. Kopo Wetan', 'Kp. Kopo Kidul', 'Kp. Baros'),
            'RW 1987'=>array('Kp. Situ', 'Kp. Lembur Situ'),
            ),
        'Desa Sindanglaka'=>array(
            'RW 999'=>array('Kp. Padabeunghar', 'Kp. Mega Mendung')
            ),
        )
    );
echo '<pre>';
print_r($kab_cianjur);
echo '</pre>';
?>
Maka akan menghasilkan output:
Array
(
    [Kecamatan Cianjur] => Array
        (
            [Kelurahan Muka] => Array
                (
                    [RW 01] => Array
                        (
                            [0] => Kp. Cimenteng
                            [1] => Kp. Baru Pawenang
                            [2] => Kp. Gayam
                        )

                    [RW 02] => Array
                        (
                            [0] => Kp. Margaluyu
                            [1] => Kp. Neglasari
                        )

                )

            [Kelurahan Bojong Herang] => Array
                (
                    [RW 06] => Array
                        (
                            [0] => Kp. I dont know
                            [1] => Kp. Apah
                            [2] => Kp. Bla bla
                        )

                    [RW 99] => Array
                        (
                            [0] => Kp. hehe
                            [1] => Kp. wkwkwk
                            [2] => Kp. ckckck
                        )

                )

        )

    [Kecamatan Karangtengah] => Array
        (
            [Desa Sukataris] => Array
                (
                    [RW 124] => Array
                        (
                            [0] => Kp. Kopo Wetan
                            [1] => Kp. Kopo Kidul
                            [2] => Kp. Baros
                        )

                    [RW 1987] => Array
                        (
                            [0] => Kp. Situ
                            [1] => Kp. Lembur Situ
                        )

                )

            [Desa Sindanglaka] => Array
                (
                    [RW 999] => Array
                        (
                            [0] => Kp. Padabeunghar
                            [1] => Kp. Mega Mendung
                        )

                )

        )

)
     Oh iya, print_r() ini juga bisa digunakan untuk menyebutkan properti yang ada didalam sebuah objek. Contohnya seperti ini:

<?php
// Pembuatan Class Siswa
class Siswa
{
    public $nama;
    public $jurusan;
    public $alamat;
}
// Instansiasi Class Siswa
$azis=new Siswa();
// Menginput nilai dari semua properti
$azis->nama="Azis Hapidin";
$azis->jurusan="Rekayasa Perangkat Lunak";
$azis->alamat="Jl. Dr. Muwardi (By Pass) Cianjur";
// Menampilkan Properti dari Obyek $azis
echo "<pre>";
print_r($azis);
echo "</pre>";
?>
     Jika dari kawan-kawan ada yang belum tahu apa itu objek di PHP, silahkan searching-searching di google dengan kata kunci "pemrograman berorientasi objek di php". Jika script diatas dijalankan maka akan menghasilkan output:

Siswa Object
(
    [nama] => Azis Hapidin
    [jurusan] => Rekayasa Perangkat Lunak
    [alamat] => Jl. Dr. Muwardi (By Pass) Cianjur
)
Sekian dari saya,
Semoga bermanfaat,
Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, please share artikel ini dengan klik tombol share dibawah.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Array Multi Dimensi di PHP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Setelah beberapa waktu yang lalu SkripKu Dotkom pernah membahas Array Satu Dimensi, nah tutorial kali ini kita akan membahas kelanjutannya yaitu "Array Multi Dimensi". Jadi buat kawan-kawan yang tiba-tiba langsung nyasar kesini, dipersilahkan terlebih dahulu untuk membaca Mengenal Array di PHP.
Singkatnya sih array multi dimensi adalah "Array yang berisi Array" dan tidak menutup kemungkinan untuk menjadi "Array didalam Array yang berisi Array (atau bahkan lebih banyak lagi)". Sebelum ke syntax, yuk kita cermati dulu contoh ilustrasi Array Multidimensi berikut:
Index ==> "nama_index1" "nama_index2" "nama_index_seterusnya"
Nilai ==>
Index ==> 0 1 2
Nilai ==> Nilai1 Nilai2 Nilai3
Index ==> 0 1 2
Nilai ==> Nilai1 Nilai2 Nilai3
Array Seterusnya..
     Array Multi Dimensi ini bisa berisi array numerik ataupun array asosiatif (Sudah dibahas di artikel Array Satu Dimensi), atau dicampur juga boleh seperti contoh yang saya sediakan dibawah. Array Multi Dimensi ini nantinya akan sangat sering kita gunakan terutama untuk pengambilan data dari database, hanya saja banyak yang enggak nyadar kalau dirinya sedang menggunakan Array Multi Dimensi (termasuk saya). Untuk pemanggilan nilanya, kita bisa memanggil $nama_variabel['index_nya']['index_nya']. Biar gak bingung yuk lihat contoh dibawah:
Pada contoh dibawah kita akan membuat variabel berisi daftar anak dari Pa Azis dan Pa Hilman.
     Pada contoh diatas, kita membuat variabel $daftar_anak dimana dimensi pertama berisi Array Asosiatif yang index-nya adalah "Azis" dan "Hilman". Nilai dari "Azis" berisi array numerik sehingga index-nya diberikan secara otomatis oleh sistem dimulai dari 0, sedangkan nilai dari "Hilman" berisi Array Asosiatif sehingga untuk index-nya ditentukan secara manual yaitu "sulung", "tengah", dan "bungsu" sehingga untuk menampilkan semua datanya kurang lebih sebagai berikut:
Maka hasilnya adalah sebagai berikut:
     Satu contoh lagi, pada contoh dibawah kita akan mengkonversi matriks berikut kedalam PHP menggunakan Array Multi Dimensi:
     Biar lebih mirip matriks sungguhan di pelajaran Em Te Ka disini semua Array akan menggunakan Array Numerik, kalau yang belum ngerti tentang matriks akan sedikit kebingungan mempelajari ini. Tapi tenang aja, ini hanya soal baris dan kolom yang sebenarnya tidak sulit, hanya saja agak membingungkan hehe. Script-nya kira-kira seperti ini:
     Abaikan saja atribut class="bla bla bla", itu hanya modifikasi saya aja hehe. Fokus aja ke script PHP-nya (tapi kalau keukeuh ingin tahu, anda bisa baca di Mengenal Selector Id dan Class di CSS ~ SkripKu). Pada contoh diatas penggunaan echo $matriks[0][0] berarti kita akan memanggil dan menampilkan nilai dari $matriks pada baris 1 kolom 1, dan echo $matriks[0][1] berarti kita memanggil dan menampilkan nilai dari $matriks baris 1 kolom 2. Jika semua berjalan lancar, maka script diatas akan menghasilkan output seperti ini:
Sampai disini sudah mengerti kan?
Jika ada yang kurang dimengerti atau masih rada bingung jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar dibawah ini..
Sepertinya sekian yang dapat saya sampaikan pada artikel kali ini,
Mohon maaf jika banyak kekurangan atau ada kesalahan pengetikan,
Semoga bermanfaat,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Selector Id dan Class di CSS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pada tutorial kali ini Skripku Dotkom akan membahas tentang dasar CSS yang sangat penting untuk diketahui dan dipelajari yaitu terkait "Id dan Class".
     Pada dasarnya, untuk memberikan efek kepada sebuah objek dengan CSS itu cukup dengan menyebutkan tag HTML nya di selektor CSS. Contohnya seperti ini:

<html>
<head>
    <title>Skripku Dotkom - Belajar CSS</title>
    <style type="text/css">
    div {border: 1px solid black; background-color: Turquoise;width: 150px;height: 150px;}
    p {color: red;}
    </style>
</head>
<body>
    <div><p>Ini adalah sebuah persegi berukuran 150px</p></div>
</body>
</html>

     Namun, masalah yang sering kita hadapi adalah "bagaimana jika kita punya banyak tag yang sama dan ingin memberikan style yang berbeda-beda pada masing-masing tag tersebut?", nah untuk itulah diadakan Id dan Class di CSS. Apa sih perbedaan antara Id dan Class? Simak terus artikel ini yukk..

  • Id Selector
  •      Id Selector digunakan untuk menentukan style bagian unik (baca: nggak ada duanya) di HTML, misalkan bagian header, bagian artikel, bagian sidebar, atau bagian footer. Id Selector hanya bisa digunakan sekali dalam sebuah dokumen HTML, jika lebih dari 1 maka yang akan di proses hanya yang pertama saja. Sebetulnya masih bisa sih, tapi jika memang akan digunakan lebih dari 1 kali lebih baik kita menggunakan Class Selector saja. 
         Untuk menggunakan Id Selector ini, kita bisa menggunakan atribut id="nama_id" pada tag html-nya dan menggunakan #nama_id di CSS nya. Contoh-nya seperti ini:
    
    <html>
    <head>
        <title>Skripku Dotkom - Penggunaan Id Selector</title>
        <style type="text/css">
        #kotak_pertama {border: 1px solid black;border-radius: 5px;height: 100px;width: 100px;background-color: Turquoise;padding: 5px;float: left;}
        #persegi_panjang {border: 1px solid black;border-radius: 5px;height: 100px;width: 300px;background-color: Cyan;padding: 5px;float: left;margin-left: 10px;}
        </style>
    </head>
    <body>
        <div id="kotak_pertama">Ini Persegi berukuran 250px.</div>
        <div id="persegi_panjang">Ini adalah sebuah persegi panjang.</div>
    </body>
    </html>
    
    
    Maka hasilnya adalah:
    Ini Persegi berukuran 250px.
    Ini adalah sebuah persegi panjang.






  • Class Selector
  •      Class Selector ini adalah selector yang paling sering saya gunakan. Berbeda dengan Id Selector tadi, Class Selector ini bisa digunakan untuk mengatur banyak tag atau elemen didalam suatu web dan sebuah tag atau elemen bisa memiliki Class lebih dari 1. Contoh:
    
    <h1 class="warnamerah posisitengah">Nama Saya Azis</h1>
    
    
         Contoh diatas menunjukan bahwa tag tersebut memiliki 2 Class yaitu: Class warnamerah dan Class posisitengah. 
         Untuk menggunakan Class Selector ini caranya hampir sama dengan Id Selector, bedanya kita harus menggunakan atribut class="nama_class" pada tag html-nya dan menggunakan .nama_class di CSS-nya. Contoh implemementasi-nya seperti ini:
    
    <html>
    <head>
        <title>SkripKu Dotkom - Penggunaan Class Selector</title>
        <style type="text/css">
        .merah {color: red;}
        .garisbawah {text-decoration: underline;}
        .dicoret {text-decoration: line-through;}
        </style>
    </head>
    <body>
    <p class="merah">Text ini berwarna merah</p>
    <p class="garisbawah">Text ini bergaris bawah</p>
    <p class="merah garisbawah">Text ini berwarna merah dan bergaris bawah</p>
    <p class="dicoret">Text ini dicoret.</p>
    <p class="merah dicoret">Text ini berwarna merah dan dicoret</p>
    </body>
    </html>
    
    
    Maka hasilnya adalah:
    Text ini berwarna merah
    Text ini bergaris bawah
    Text ini berwarna merah dan bergaris bawah
    Text ini dicoret.
    Text ini berwarna merah dan dicoret

     Selain kedua Selector diatas, sebetulnya masih banyak Selector yang ada di CSS diantaranya: Attribute Selector, Pseudo Selector, dll. Tapi karena kebetulan saya juga belum mempelajarinya lebih dalam, jadi Insya Allah akan dibahas lain kali lagi. Lagian, sepengalaman saya kedua Selector ini lah yang paling umum dan paling sering digunakan.
Sekian dari saya,
Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Array di PHP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Di pembahasan kali ini, Skripku Dotkom akan membahas tentang "Array", apa itu Array dan bagaimana cara menggunakannya? Simak terus yuk artikel ini.
     Array merupakan sebuah tipe data yang memungkinkan kita untuk menyimpan banyak nilai dalam 1 variabel. Setiap nilai dalam array pasti memiliki index, index inilah yang nantinya akan kita gunakan untuk memanggil nilai tersebut. Misalkan begini, kita akan membuat variabel yang berisi daftar bakal calon istri alamat rumah kita seperti ini:
<?php
$rumah1="Jl. Dr. Muwardi, No. 120A (By Pass) Cianjur";
$rumah2="Jl. Dr. Muwardi, Gg. Perjuangan No. 31";
$rumah3="Jl. Mangunsarkoro, Gg. Palasari, Kp. Tanjakan Pala No. 50";
$rumah4="Jl. Ir. H Juanda, Gg. Neglasari, Kp. Cimenteng Girang No. 50";
$rumah5="Jl. KH. Abdullah Bin Nuh, Komplek Perumahan Aziz Regency";
// Dan seterusnya...
?>
     Cara seperti diatas sebetulnya sah-sah saja, namun kurang efektif karena kita harus membuat 5 variabel untuk 5 nilai yang jenis-nya sama. Bagaimana jika (misalkan) ternyata kita punya 500 rumah? Maka kita harus membuat 500 variabel $rumah. Untuk itulah diadakan "Array".
     Secara garis besar ada 2 jenis array dalam PHP, yaitu Array Satu Dimensi dan Array Multi Dimensi. Di pembahasan kali ini, kita hanya akan membahas Array Satu Dimensi, untuk yang Dua Dimensinya-nya sudah saya sediakan link-nya di akhir postingan ini. Kenapa harus belajar array? Ahh nanti juga akan tahu sendiri. Sebetulnya array satu dimensi juga terbagi kedalam 2 jenis, yaitu Array Numerik dan Array Asosiatif. Kita bahas satu-satu yuk:

1. Array Numerik (Array dengan Index Angka)

     Array Numerik menyimpan nilai dalam variabel dengan dan akan memberikan index secara otomatis dari nilai pertama dengan index dimulai dari 0.  Ilustrasinya seperti berikut:

Index 0 1 2 3 n
Nilai Nilai1 Nilai2 Nilai3 Nilai4 Nilaike-n
Syntax-nya adalah:

<?php
$nama_variabel=array("nilai1", "nilai2", "nilai3", "nilai4");
?>

     Untuk pemanggilannya kita bisa menggunakan variabel $nama_variabel[indexnya], misalnya seperti ini:

<?php
echo $nama_variabel[0];
?>
     Biar gak bingung coba aktifkan localhost, kemudian buka text editor (Mau notepad, notepad++, sublime text, atau apa aja lah yang penting text editor). Kemudian ketikan script dibawah:

<?php
$siswa=array("Ajeng Risni Novian", "Hilman Maulana", "Gungun Gunawan", "Azis Hapidin");
echo "Yang masuk ke kelas RPL adalah : " . $siswa[0] . " dan " . $siswa[3];
?>
     Save dokumen diatas di xampp/htdocs/ (Jika menggunakan XAMPP) dengan nama array_numerik.php kemudian lihat hasilnya, maka kurang lebih hasilnya akan seperti ini:
Jangan Lupa: Index dimulai dari 0!

2. Array Asosiatif

      Jika dalam Numeric Array index-nya diberikan secara otomatis oleh sistem dan harus dimulai dari 0. Maka di Array Asosiatif ini kita bisa menggunakan string atau teks sebagai index-nya. Berikut ilustrasinya:
Index "nama_index1" "nama_index2" "nama_index3" "nama_indexke-n"
Nilai Nilai1 Nilai2 Nilai3 Nilaike-n
Syntax-nya kurang lebih seperti ini:

<?php
$nama_variabel=array("nama_index1"=>"nilai1", "nama_index2"=>"nilai2", "nama_index3"=>"nilai3");
?>
     Untuk pemanggilannya juga hampir sama dengan Array Numerik yaitu dengan memanggil variabel $nama_variabel[indexnya], misalnya seperti ini:

<?php
echo $nama_variabel["nama_index3"];
?>
Contoh Implementasinya seperti ini:

<?php
$nilai_kegantengan=array("Azis" => 90, "Hapidin" => 87, "Wahyudi" => 89, "Ali" => 54);
echo "Nilai kegantengan Azis adalah: " . $nilai_kegantengan['Azis'];
echo "<br>Nilai kegantengan Hapidin adalah: " . $nilai_kegantengan['Hapidin'];
echo "<br>Nilai kegantengan Wahyudi adalah: " . $nilai_kegantengan['Wahyudi'];
echo "<br>Nilai kegantengan Ali adalah: " . $nilai_kegantengan['Ali'];
?>
     Coba ketik ulang script diatas dan save dengan nama array_asosiatif.php, maka hasilnya kurang lebih seperti ini:
Yaah kayaknya pembahasan kali ini dicukupkan sampai disini,
 kurang dan lebihnya mohon maaf,
Kalau ada pertanyaan atau ada yang kurang dimengerti silahkan layangkan di nomer dibawah ini kolom komentar dibawah ini,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Download Code Editor Ringan dan Powerfull: Sublime Text

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
    Kali ini kita akan review salah satu software text editor yang sedang naik pohon daun dan kebetulan sekarang menjadi  andalan saya kalau saya mau coding. Yaps, kita akan membahas software "Sublime Text".
    Bagi seorang programmer, text editor merupakan aplikasi yang sangat penting untuk coding (menulis kode) dan membuat program. Sebetulnya ada ribuan atau mungkin lebih text editor yang tersedia untuk komputer, baik untuk komputer Windows, Linux, Mac ataupun OS yang lainnya. Dan juga hampir semua Sistem Operasi sudah menyediakan text editor bawaan pada Sistem Operasinya, seperti Windows dengan Notepad, Ubuntu/Linux dengan Gedit. Namun, text editor yang disediakan oleh Sistem Operasi saya rasa belum cukup dikarenakan keterbatasan fungsi dan fiturnya. Sebelum saya tahu Sublime Text ini, saya selalu menggunakan Notepad++ untuk keperluan coding. Namun, beberapa waktu yang lalu saat saya mencoba hijrah ke Tajdid OS (berbasis Linux Ubuntu) saya kesulitan mencari Notepad++ karena ternyata Notepad++ hanya ada di Windows, setelah saya keliling-keliling di Google akhirnya ketemu sama si Sublime Text ini. Dan sekarang saya sudah kembali ke Windows dan masih betah dengan Sublime Text ini.
    Sublime Text ini dirancang sangat bagus dengan fitur-fitur yang sangat dibutuhkan oleh seorang programmer. Sublime Text ini sangat ringan, powerfull, dan cross platform. Dan juga tampilannya yang simple dan keren membuat saya betah berlama-lama coding pake software ini.

Kelebihan Sublime Text:

  • Multi Platform
  • Sublime Text ini bisa dipasang di komputer ber-OS Windows, Linux, dan MacOS.
  • Color Scheme yang banyak dan bervariasi
  • Color Scheme ini sangat penting agar kita tetap nyaman walaupun melihat barisan kode yang banyak dan rumit. Sublime Text menyediakan 22 Color Scheme bawaan.
  • Mendukung banyak bahasa pemrograman
  • Sublime Text mendukung banyak bahasa pemrograman, diantaranya ActionScript, AppleScript, ASP, batch files, C, C++, C#, Clojure, CSS, D, Diff, Erlang, Go, Graphviz (DOT), Groovy, Haskell, HTML, Java, JSP, JavaScript, JSON, LaTeX, Lisp, Lua, Makefiles, Markdown, MATLAB, Objective-C, OCaml, Perl, PHP, Python, R, Rails, Regular Expressions, reStructuredText, Ruby, Scala, shell scripts (Bash), SQL, Tcl, Textile, XML, XSL, and YAML.
  • Multi Tab
  • Jadi kita tidak perlu membuka Windows yang baru untuk membuka/membuat file lain.
  • Banyak Plugin
  • Sublime Text memiliki banyak Plugin sehingga memudahkan programmer untuk mengembangkan programnya.
  • Auto Completion
  • Sublime Text juga memiliki fitur Auto Complete untuk bahasa pemrograman yang didukung. Notepad++ juga mendukung fitur ini, tetapi soal kecepatan masih menang Sublime Text.
  • Document Map
  • Semacam versi mini dari file untuk mempermudah jika kita ingin melihat keseluruhan file. Mini map ini terletak disebelah kanan (dekat scroll bar).
  • Auto-Save
  • Jadi kita tidak perlu khawatir script kita akan hilang ketika komputer mati mendadak, kepencet close, atau lainnya.

Download Sublime Text:



   Sublime Text ini memang tidak gratis, tetapi versi Trialnya bisa dipakai tanpa batasan waktu dan tanpa batasan fitur, hanya saja akan ada peringatan setiap beberapa kali menyimpan file. Kira-kira seperti ini peringatannya:
Mungkin sekian yang bisa saya sampaikan,
Mohon maaf bila banyak kekurangan,
Terima Kasih atas kunjungannya,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Membuat Lengkungan dan Lingkaran dengan border-radius

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
    Di postingan kali ini kita akan membahas salah satu fitur baru dari CSS3 yaitu border-radius. Apa itu border-radius dan bagaimana cara menggunakannya? Jadi border-radius befungsi untuk membuat sudut dari suatu objek di HTML menjadi agak melengkung (termasuk menjadi sebuah lingkaran). Perlu diingat, efek ini hanya akan bisa dilihat pada browser-browser keluaran baru yang sudah mendukung CSS3. Jadi teringat beberapa waktu yang lalu, kalau pas mau bikin lingkaran atau lengkungan teh pasti harus bikin gambar secara manual, yaa cara itu sebetulnya sah-sah saja dalam dunia web design. Tapi seiring berjalannya waktu, sampai saat itu saya nyasar ke w3schools.com dan menemukan fitur baru dari CSS3 ini. Ternyata cara ini sangat mudah, cepat, dan bisa menghemat kuota pengguna karena ukurannya hanya beberapa bytes saja. Bayangkan jika kita harus menggunakan teknik membuat gambar tadi, udah lama, ribet lagi. Oke, langsung saja kita ke pembahasan.
     Jadi syntax yang paling umum untuk menggunakan border-radius adalah sebagai berikut:
border-radius: kiriatas kananatas kananbawah kiribawah;
Tapi jika semua sudut nilai-nya sama, kita bisa menggunakan syntax dibawah:
border-radius: semuasudut;
     Kita bisa mengisi nilai-nya menggunakan satuan pixel (px) ataupun persen (%). Tapi saya lebih sering menggunakan satuan pixel, satuan persen hanya saya gunakan untuk membuat lingkaran (cara membuat lingkaran akan dibahas dibawah). Contoh sederhana-nya seperti ini:

 Azis Hapidin

Sciptnya:
<div style="width:200px;background-color:#1D8DD7;border-radius: 10px 50px 50px 10px;">
<h1> Azis Hapidin</h1>
</div>
      Script diatas menunjukan bahwa nilai lengkungan untuk setiap sudutnya adalah: 10px untuk sudut Kiri Atas, 50px untuk sudut Kanan Atas, 50px untuk sudut Kanan Bawah, dan 10px untuk Kiri Bawah.
      Oh iya, jika nilai dari semua lengkungan itu setengah atau lebih dari lebar dan tinggi suatu persegi, maka akan menghasilkan sebuah lingkaran. Contohnya seperti ini:
<div style="width:125px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:80px;"></div>
      Karena semua sudut nilai lengkungannya lebih dari setengah lebar dan tingginya, maka akan menghasilkan:
Sebagai alternatif lain untuk membuat lingkaran, kita bisa mengisi nilai border-radius nya dengan 50% atau lebih besar lagi. Silahkan coba-coba modifikasi script diatas biar lebih faham.

Scriptnya:
<div style="width:125px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:15px;"></div>


Scriptnya:
<div style="width:125px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:5px 25px;"></div>


Scriptnya:
<div style="width:125px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:25px 5px;"></div>



Scriptnya:
<div style="width:125px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:5px 5px 50% 100%;"></div>



Scriptnya:
<div style="width:125px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:50% 100%;"></div>



Scriptnya:
<div style="width:125px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:125px 125px 30px 30px;"></div>



Scriptnya:
<div style="width:125px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:100% 50%;"></div>



Scriptnya:
<div style="width:200px;height:125px;background-color:#1D8DD7;border-radius:50%"></div>



Scriptnya:
<div style="width:125px;height:200px;background-color:#1D8DD7;border-radius:50%"></div>


Script ini juga bisa digunakan pada gambar:



Tanpa efek border-radius
Scriptnya:

<img src="http://4.bp.blogspot.com/-FugVl5VyrDw/VaL2LS7-Y_I/AAAAAAAACTg/LVf1jWBgTUY/s1600/gambar.jpg" style="width:150px;height:150px;">



Scriptnya:
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-FugVl5VyrDw/VaL2LS7-Y_I/AAAAAAAACTg/LVf1jWBgTUY/s1600/gambar.jpg" style="width:150px;height:150px;border-radius:50%;">



Scriptnya:
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-FugVl5VyrDw/VaL2LS7-Y_I/AAAAAAAACTg/LVf1jWBgTUY/s1600/gambar.jpg" style="width:150px;height:150px;border: 5px solid #1D8DD7;border-radius:50%;">



Scriptnya:
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-FugVl5VyrDw/VaL2LS7-Y_I/AAAAAAAACTg/LVf1jWBgTUY/s1600/gambar.jpg" style="width:150px;height:150px;border: 5px solid #1D8DD7;border-radius:50px 50px 10px 10px;">



Scriptnya:
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-FugVl5VyrDw/VaL2LS7-Y_I/AAAAAAAACTg/LVf1jWBgTUY/s1600/gambar.jpg" style="width:150px;height:150px;border: 5px solid #1D8DD7;border-radius:10px 10px 50px 50px;">



Scriptnya:
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-FugVl5VyrDw/VaL2LS7-Y_I/AAAAAAAACTg/LVf1jWBgTUY/s1600/gambar.jpg" style="width:150px;height:150px;border: 5px solid #1D8DD7;border-radius:100% 50%;">



Scriptnya:
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-FugVl5VyrDw/VaL2LS7-Y_I/AAAAAAAACTg/LVf1jWBgTUY/s1600/gambar.jpg" style="width:150px;height:150px;border: 5px solid #1D8DD7;border-radius:50% 100%;">



Scriptnya:
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-GuNK7h9PpbA/VaL2NP3wPhI/AAAAAAAACTo/nfznafAapkM/s1600/gambar2.jpg" style="width:250px;border: 5px solid #1D8DD7;border-radius:50%;">

Mudah kan? Sekian dari saya, semoga bermanfaat..
Kalau ada yang belum dimengerti silahkan untuk bertanya di kolom komentar..
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

HTML

More »

PHP

More »