Cara Install WordPress di Localhost

     Bagi sebagian orang, hal yang cukup malesin dalam membuat website adalah ketika harus berhadapan dengan HTML, CSS, PHP, dll. Alternatifnya yaitu kita bisa menggunakan CMS (Content Managemen System), jadi simpelnya CMS ini adalah script/source code yang udah jadi dan tinggal kita atur-atur sendiri mau kaya gimana websitenya. Ada banyak sekali CMS mulai dari Joomla, Drupal, WordPress dll. Tapi dari sekian banyaknya pilihan tersebut, salah satu yang paling populer adalah CMS WordPress. Selain mudah digunakan, CMS WordPress ini juga menyediakan banyak sekali plugin dan themes mulai yang gratis sampai berbayar. Kelebihan lainnya dari WordPress ini bisa dibilang 'All in One', kita bisa bikin Blog, Web Profil, Portal, Forum, bahkan Toko Online dengan CMS satu ini. Tapi sebelumnya yang perlu diingat adalah ada 2 versi dari WordPress ini. Yang pertama adalah CMS WordPress (yang lagi kita omongin) website remsinya adalah wordpress.org sedangkan yang kedua adalah wordpress.com (penyedian layanan blog kaya Blogger lagi). Dan yang akan kita bahas disini adalah WordPress yang CMS-nya. Kalau kita belajar langsung pake hosting tentunya butuh modal yang lumayan, jadi kita akan belajar WordPress di Localhost dulu oke? Simak dan ikuti langkah-langkah dibawah:

1. Pastikan komputer kita sudah ter-install Offline Web Server, disini saya pake XAMPP. Jika temen-temen belum punya, silahkan download dan install terlebih dahulu dengan mengikuti tutorial: Cara Membuat Localhost dengan XAMPP.
2. Jika sudah, seperti biasa kita nyalakan Apache dan MySQL sampai warnanya berubah menjadi warna hijau.
3. Selanjutnya kita download source code WordPress-nya disini.
4. Setelah didownload, karena jenis file-nya masih .zip jadi silahkan ekstrak file wordpress-blabla.zip tadi.
5. Buka hasil ekstrak-an tadi, disitu ada folder bernama wordpress. Silahkan copy folder tersebut ke folder htdocs kita. Biasanya folder htdocs terletak di C:\xampp\htdocs (tergantung konfigurasi awal pas install).
6. Selanjutnya buka browser dan silahkan buka localhost/wordpress.
7. Jika muncul 'Selamat datang di Wordpress. Bla bla bla' berarti kita siap melaju ke babak selanjutnya tahap selanjutnya.
8. Langkah selanjutnya adalah membuat database. Silahkan buka localhost/phpmyadmin lihat dibagian samping atas kemudian klik New. Pada kolom 'Database Name' silahkan isi dengan apa saja yang penting inget, disini saya mengisinya dengan nama skripku_dotkom. Kemudian klik Create.
9. Buka kembali localhost/wordpress kemudian klik Ayo!.
10. Kemudian kita akan dibawa ke tampilan seperti dibawah. Disitu ada 5 kolom, yang pertama nama database (silahkan isi dengan nama database yang sudah kita lakukan pada poin 8) kemudian yang kedua adalah username MySQL yang kita gunakan (biasanya kalau masih di localhost kita cukup mengisi dengan user root saja) yang ketiga adalah password MySQL silahkan isi dengan password MySQL kita, jika kita merasa belum pernah merubahnya silahkan kosongkan saja kolom ini, kemudian yang keempat adalah host MySQL yang kita gunakan (karena kita masih di localhost silahkan isi dengan localhost). Untuk kolom terakhir kita abaikan saja dulu. Jika sudah, langsung saja pencet tombol Kirim.
11. Jika tidak ada masalah, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah. Langsung saja klik Jalankan Instalasi.

12. Kemudian kita akan dibawa ke halaman seperti dibawah, silahkan isi semua form-nya sesuai dengan keterangan pada gambar dibawah. Setelah semua terisi, langsung klik Install WordPress.
13. Selamat! WordPress sudah berhasil di install di localhost kita. Untuk uji coba, silahkan klik Login. Kemudian masukan username dan password yang sudah kita buat di poin no. 12 tadi dan klik Log Masuk kemudian kita akan dibawa ke Admin Area atau Dashboard WordPress.

Jadi untuk masuk ke situs WordPress buatan kita tadi cukup mengetikan localhost/wordpress di browser dan untuk masuk ke Admin Area tinggal buka localhost/wordpress/wp-admin di belakangnya. Cukup mudah kan? Ini baru install ya, masih banyak yang harus kita pelajari lagi dengan WordPress ini. Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Manfaat Nge-Blog bagi Programmer

     Banyak manfaat yang akan kita dapatka jika punya blog. Mulai dari mengasah keterampilan menulis, sharing ilmu, curhat, bahkan mencari uang dan menyebarkan propaganda sekalipun bisa kita lakukan dengan mempunyai blog. Dan dari sekian banyak keuntungan yang bisa kita dapat dari nge-blog ada juga sebagian dari kita yang nge-blog hanya untuk menyalurkan hobi saja. Ya terserah saja sebetulnya, yang penting ada manfaat bagi pemilik blog baik materi maupun non-materi.
     Khusus bagi seorang Programmer atau orang IT, (menurut saya) hukum mempunyai blog ini adalah Sunnah Muakkad. Kenapa? Banyak sekali keuntungan yang didapat Programmmer jika mempunyai blog. Tapi sebelum kita bahas apa saja keuntungannya disini saya mau jujur dulu sebetulnya saya belum jadi Programmer yang bener-bener Programmer (masih newbie banget), saya masih belajar dan project yang sudah saya kerjakan pun masih dalam hitungan jari tangan dan kaki. Jadi saya disini cuma menunjukan pandangan pribadi saya saja. Adapun nanti kalau temen-temen Programmer yang lebih berpengalaman ada yang kurang setuju dengan pendapat saya silahkan untuk mendiskusikannya di kolom komentar. Oke? Berikut keuntungan jika Programmer punya blog:

1. Meningkatkan Kredibilitas kita sebagai Programmer

Singkatnya jika kita menulis tutorial tentang Laravel, maka minimal orang lain akan menganggap kita bisa atau pernah mencoba Laravel. Begitupun juga jika kita membahas Bootstrap, maka orang lain pun akan menganggap kita bisa Bootstrap. Dan semakin banyak yang kita bahas maka kita akan semakin dianggap 'bisa'. Dan menurut MediaBistro, 9 dari 10 perusahaan memeriksa profile online sebelum merekrutnya. Dan blog kita pun menjadi salah satu yang akan mereka periksa jika suatu saat kita melamar menjadi Programmer di suatu perusahaan.

2. Meyakinkan Klien bahwa kita adalah Programmer Asli

Ini sangat penting karena kepercayaan sangat mahal harganya. Dan bagi seorang Freelance Programmer, tentu kepercayaan menjadi nomer 1 sebelum skill. Walaupun skill kita masih biasa-biasa tapi ketika kita dipercaya maka Insya Allah calon klien tidak akan ragu menjadikan kita sebagai rekan bisnis mereka. Dan salah satu cara untuk mendapatkan kepercayaan tadi adalah lewat nge-blog, tentunya blog-nya harus ngebahas tentang Pemrograman.

3. Menambah Wawasan

Ketika kita akan membuat sebuah tutorial/artikel, minimal kita akan baca-baca terlebih dahulu untuk mencari referensi. Mungkin emang sedikit, tapi jika kita sering melakukannya maka lama kelamaan ilmu yang kita dapat akan terus menggunung.

4. Dan masih banyak lagi


Tapi saya tegaskan sekali lagi bahwa disini saya masih newbie banget di dunia Programmer, jadi kalau ada pemikiran saya yang salah mohon dimaafkan dan jika berkenan tolong luruskan pendapat saya yang salah tadi di kolom komentar.
Terima kasih atas kunjungannya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Gaya Penulisan Snake Case dan Camel Case


     Gaya penulisan setiap orang pada dasarnya akan berbeda antara satu programmer dengan programmer lain. Sebetulnya ini tidak terlalu menjadi masalah ketika kita ngoding cuma untuk diri kita sendiri. Tapi berbeda halnya ketika kita ngoding dalam sebuah team atau kita sedang membuat script yang akan dilihat oleh orang banyak, kita dituntut untuk mengikuti standar penulisan agar lebih mudah dipahami dan dimaintenis maintenance. Mulai dari penempatan tanda kurung kurawal, penempatan operator, penamaan variabel, dan lain-lain. Contohnya dalam penamaan variabel, ketika kita membuat variabel yang menampung nilai saya (Azis) tentunya memberi nama $nilai_azis akan lebih deksriptif dibanding $na. Contoh lainnya adalah dalam penulisan nama function atau prosedur, memberi nama ubah_ke_angka() akan lebih mudah difahami dan enak dilihat ketimbang ubahangka(). Oke berbicara tentang penamaan variabel dan fungsi, salah satu (sebetulnya ada dua) gaya yang populer adalah Snake Case dan Camel Case. Nah makhluk macam apakah Snake Case dan Camel Case itu? Mari kita bahas satu-satu.

1. Snake Case

Diberi nama Snake Case karena katanya susunan teks-nya mirip ular yang menjalar (menurut saya enggak mirip-mirip amat sih) yaitu menggunakan underscore (_) untuk memisahkan kata. Kelebihan Snake Case ini yaitu lebih mudah dibaca karena setiap kata dipisahkan dengan underscore. Contohnya seperti:

2. Camel Case

Diberi nama Camel Case karena susunan teks-nya mirip-mirip punggung unta yang naek turun naek turun (sekali lagi menurut saya enggak mirip-mirip amat). Ciri-ciri dari Camel Case ini adalah semua kata disatukan, terus huruf pertama biasanya huruf kecil kemudian kata ke-dua dan seterusnya dimulai dengan huruf kapital. Kelebihan dari Camel Case ini adalah terlihat lebih mudah diketik, tapi kekurangannya agak sedikit susah dibaca soalnya tidak ada pemisah antara satu kata dengan kata lain. Jika contoh pada Snake Case tadi kita konversi ke Camel Case maka kurang lebih jadi seperti ini:

Jadi sering pake gaya manakah temen-temen? Semuanya kembali lagi kepada individu masing-masing. Tapi untuk tingkatan pemula seperti saya, biasanya lebih sering menggunakan gaya Snake Case karena lebih mudah dibaca. Sebetulnya masih ada 1 lagi yaitu Spinal Case, cirinya setiap kata dipisah menggunaan strip (-), tapi yang satu ini agak jarang saya temukan jadi enggak usah dibahas.
Oke sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Sumber gambar: http://blog.octo.com/en/design-a-rest-api/

Cara Membuat Database MySQL di cPanel

    
      Salah satu hal penting dalam pembuatan aplikasi adalah Database, termasuk aplikasi berbasis web. Ketika dalam mode pengembangan biasanya kita masih menyimpan file-file dan database aplikasi kita dalam komputer atau masih bersifat lokal. Dan ketika aplikasi web kita mau go-online atau di-upload ke web hosting, maka kita pun harus meng-upload database-nya juga. Dan pada artikel kali ini, kita akan belajar bagaimana step-by-step bagamana cara membuat sebuah database di cPanel. Sebelum membaca langkah-langkah dibawah, saya asumsikan sebelumnya Anda sudah punya Web Hosting yang menggunakan cPanel dan mendukung Database MySQL. Oke langsung saja simak dan praktekan langkah-langkah dibawah:

1. Silahkan masuk dan login ke cPanel.
2. Setelah masuk, dibagian DATABASES silahkan pilih MySQL® Database Wizard.
3. Kemudian kita akan dibawa ke Wizard Pembuatan Database. Pertama kita akan disuruh memasukan nama database yang akan kita buat, disini saya membuat database dengan nama 'u9921425_skripku'. Klik Next Step untuk masuk ke tahap selanjutnya.
 4. Jika sudah, sekarang saatnya kita membuat user untuk database kita. Silahkan masukan username dan password untuk database yang kita buat tadi. Awas, jangan sampai lupa!
5. Jika sudah, langsung saja klik Create User.
6. Kemudian jika muncul tampilan seperti dibawah, tinggal centang saja ALL PRIVILEGES. Dibagian bawah silahkan klik Next Step.
7. Selamat. Jika tidak ada masalah sampai sini berarti kita sudah berhasil membuat database MySQL melalui cPanel.


Oke sekian tutorial cara membuat database MySQL di cPanel ini. Mohon maaf bila ada kekurangan, terima kasih. Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Kenapa Jumlah Kolom di Bootstrap ada 12?

     Sebagai seorang Web Developer yang kekinian, sudah menjadi kewajiban untuk menguasai minimal satu buah Front-End Framework. Disini kita tidak akan membahas lebih dalam tentang Front-End Framework itu apa, kita hanya akan mengulas sedikit saja. Dari sekian banyak Front-End Framework (saya sering nyebut 'Framework CSS' saja), yang paling populer adalah Bootstrap. Selain sangat mudah dalam penggunaan, Framework CSS sejuta umat ini juga memiliki banyak fitur yang akan sangat membantu Web Developer dalam membuat sebuah web. Salah satunya adalah Grid System, Grid System ini adalah fitur yang akan membantu kita dalam membuat layout web agar layout-nya bersifat Responsive (cocok dengan semua ukuran layar). Tapi sekali lagi disini kita tidak akan membahas cara penggunaan Grid System, tapi kita akan membahas salah satu pertanyaan yang pernah terlontar ketika dulu saya mempelajari Bootstrap yaitu:

Kenapa jumlah kolomnya harus ada 12? Kenapa enggak 10 atau 5 aja gitu?

      Setelah googling-googling ternyata saya belum menemukan alasan yang resmi dan pasti kenapa jumlah kolomnya harus ada 12. Tapi salah satu hasil yang saya temukan adalah: Karena bilangan 12 bisa dibagi banyak bilangan dibanding dengan bilangan lain (sebut saja 10 atau 5). Bilangan 12 bisa dibagi 2, 3, 4, 6, dan 12. Berbeda dengan 10 yang hanya bisa dibagi 2, 5, dan 10. Mungkin ini kelihatan sepele, tapi akan sangat terasa manfaatnya ketika kita akan membuat beberapa kolom dengan ukuran yang sama. Yah cuman itu hasil yang saya dapatkan dari searching-searching di google sama stackoverflow. Ada yang mau nambahin?

Kalau ada yang mau nambahin silahkan curat coret di kolom komentar.
Terima kasih atas kunjungannya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

PHP: Migrasi dari Ekstensi mysql ke mysqli

     Saat kita belajar cara membuat aplikasi, hal yang wajib kita pelajari adalah bagaimana caranya aplikasi kita bisa berinteraksi dengan database. Di PHP sendiri, database yang didukung ada banyak sekali, tapi yang paling populer dari pertama saya belajar sampai sekarang adalah MySQL, walaupun banyak juga yang pake Database lain tapi biasanya yang paling sering dipelajari pemula adalah MySQL. Saat pertama kali belajar berinteraksi dengan database MySQL di PHP kebanyakan kita pasti mempelajari ekstensi mysql_ seperti mysql_connect, mysql_query, mysql_fetch_array, de el el (semoga kedepannya pengguna ekstensi ini bisa terus berkurang).
     Tapi tahukah anda bahwa status ekstensi mysql_ ternyata sudah deprecated (disarankan untuk tidak digunakan lagi) sejak versi 5.5.x dan pada PHP 7 ekstensi mysql_ sudah benar-benar dihapus. Mengapa demikian? Tentunya Pengembang PHP tidak asal menghapus fitur-fitur ini tanpa alasan, ternyata ekstensi mysql_ ini sudah sangat rawan dan banyak kekurangannya. Sebagai alternatif lain, kita bisa mengganti ekstensi mysql_ yang sudah diperbarui yaitu ekstensi mysqli atau kita bisa menggunakan PDO (PHP Data Object). Bagi yang sudah terbiasa dengan ekstensi mysql mungkin akan agak kesulitan jika langsung beralih ke PDO karena PDO tidak mendukung pola pemrograman prosedural, artinya kita harus mengerti terlebih dahulu konsep Object Oriented Programming atau Pemrograman Berorientasi Objek.
     Jadi bagi yang belum terbiasa denga OOP ini, sangat disarankan untuk menggunakan ekstensi mysqli karena mysqli sendiri mendukung pola Pemrograman Prosedural dan Pemrograman Berorientasi Objek. 'i' di mysqli ini adalah improved yang artinya telah ditingkatkan. Pokoknya yang masih sering pake ekstensi mysql_ wajib tahu ini biar script yang kita buat enggak jadoel. Tutorial Migrasi dari mysql ke mysqli ini akan dibagi kedalam beberapa bagian, pertama yang lagi kita baca ini akan membahas cara koneksi PHP ke MySQL dengan ekstensi mysqli. Kemudian yang kedua kita akan bikin CRUD (Create Read Update and Delete) dengan ekstensi mysqli. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa ekstensi mysqli ini mendukung Prosedural dan OOP, jadi pada setiap tutorialnya nanti akan dibahas kalau pake yang Prosedural kaya gimana dan kalau pake OOP kaya gimana. Oh iya, sebelum mengikuti tutorial ini pastikan anda sudah membuat database-nya terlebih dahulu, jika belum silahkan membuat-nya terlebih dahulu dengan mengikuti tutorial ini.

Koneksi dengan mysqli Berorientasi Objek

     Sebelum menggunakan langkah yang satu ini, saya asumsikan temen-temen sudah mengerti OOP dan tahu istilah-istilah dalam OOP. Oke langkah pertama jika kita ingin membuat koneksi dengan cara ini adalah meng-instance class mysqli (Kalau belum tahu apa itu instance silahkan baca-baca dulu tentang OOP). Class mysqli ini mempunyai metode constructor yang memiliki 4 parameter yaitu: namahost, username, password, namadatabase. Biar gak bingung coba lihat contoh dibawah:      Perhatikan script diatas, pertama kita instance class mysqli ke $koneksi, $koneksi ini sekarang menjadi sebuah objek yang akan kita sebut Database Handler atau db handler. $koneksi ini memiliki method-method yang akan kita gunakan untuk berinteraksi dengan database. Properti connect_error akan berisi pesan error jika terjadi error.
Info! Jika suatu variabel berisi integer, string, atau nilai lainnya selain angka 0 kemudian dicek di kondisi, maka akan dianggap sebagai TRUE.

Koneksi dengan mysqli Prosedural

     Cara ini sebetulnya kurang disarankan, tapi jika terlanjur belum terbiasa dengan OOP dan enggak bisa move on dari ekstensi mysql_ maka cara ini terpaksa kita pakai karena secara teknis tidak jauh berbeda dengan ekstensi mysql_. Daripada saya jelasin disini mending langsung liat contohnya:      Seperti yang kita lihat diatas, perbedaannya dengan ekstensi mysql_ adalah dibaris pertama. Kita langsung menyebutkan nama database-nya di mysqli_connect(). Fungsi mysqli_connect_errno() akan berisi kode error jika terjadi error dan fungsi mysqli_connect_error() berfungsi untuk menampilkan pesan error.
Info! Seperti yang sudah saya sebutkan jika suatu variabel berisi integer, string, atau nilai lainnya selain angka 0 kemudian dicek di kondisi, maka akan dianggap sebagai TRUE.

Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat.
Mohon maaf bila masih ada kekurangan, jika ada pertanyaan silahkan layangkan di kolom komentar.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Sumber gambar: http://www.onlinetuting.com/mysqli_connect-in-php-tutorial/

1Clipboard, Tools Wajib Buat Yang Sering Copy Paste

     Bagi kita-kita yang berprofesi didunia IT terutama yang berhubungan dengan ketik-mengetik di keyboard, pastinya sudah tidak asing lagi 'Copy Paste'. Tapi pernahkah temen-temen mengalami suatu kejadian ketika temen-temen meng-copy suatu teks yang sangat penting, karena mungkin ada yang harus di copy lagi kemudian kita meng-copy teks lain dan lupa bahwa teks yang dicopy sebelumnya belum diamankan. Kalau teks-nya cuman beberapa kalimat aja mungkin tidak akan terlalu menjadi masalah, tinggal ketika ulang lagi aja. Tapi bayangkan ketika kita sebagai Programmer misalkan meng-cut/meng-copy ratusan baris kode? Tentunya sangat merepotkan syekalee..

Perkenalkan '1Clipboard'

Dengan 1Clipboard semua aktifitas copy/cut kita akan terekam di 1Clipboard ini. Jadi ketika terjadi kejadian seperti yang saya ceritakan di prolog tadi, kita dengan mudah bisa mengatasinya. Pokoknya copy-an kita beberapa detik, menit, jam, hari yang lalu semuanya akan tercatat dengan software yang satu ini.

Saat artikel ini dibuat, 1Clipboard masih dalam versi beta, jadi kalau masih ada kekurangan temen-temen bisa langsung melaporkannya. Tapi sejauh ini saya menggunakan, rasanya belum ada kekurangan dan tentunya sangat bermanfaat bagi saya ketika beraktifitas di komputer. Fitur menarik lainnya adalah sinkronisasi, pencarian, dan favorit. Untuk sementara, sistem operasi yang didukung adalah Windows dan Mac OS X.

Tertarik?

Sebelum meng-install 1Clipboard di PC, pastikan komputer kita sudah terinstall Microsoft .NET Framework 4.5. Jika belum kita bisa mendownload-nya disini. Jika sudah, kita tinggal download dan install 1Clipboard disini. Install-nya juga enggak ribet ko, silahkan dicoba aja.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Pengertian Variabel dan Konstanta di PHP

     Sesuai judul diatas kali ini SkripKu Dotkom akan membahas mengenai Variabel dan Konstanta. Nah sebelum kita berbicara lebih jauh tentang kedua makhluk tersebut, kita harus tahu dulu apa sih Variabel dan Konstanta itu? Sebetulnya kedua-duanya memiliki fungsi yang sama yaitu untuk menampung sebuah nilai/data. Perbedaannya adalah kalau Variabel sifatnya dinamis (bisa diubah-ubah), sedangkan Konstanta bersifat statis (nilainya tetap). Pengertian Konstanta kurang lebih sama kaya yang di Pelajaran Matematika, yaitu nilai yang bersifat tetap. Jika kita belajar bahasa pemrograman lain pun saya jamin temen-temen pasti menemukan kedua makhluk ini, secara teori pasti sama cuman dalam teknisnya aja yang agak berbeda. Karena kebetulan judulnya PHP, jadi kita akan bahas syntax-nya di PHP kaya gimana. Oke biar lebih jelas, kita bahas aja satu-satu:

1. Variabel

     Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa Variabel berfungsi untuk menampung sebuah nilai/data. Jadi kalau kita simpulkan Variabel itu adalah "Suatu wadah dimana kita bisa menyimpan nilai didalamnya dan bersifat dinamis (isinya bisa berubah-ubah)". Untuk mendeklarasikan (membuat) variabel di PHP, kita harus mengawalinya dengan tanda dollar ($) kemudian diikuti nama variabelnya, kita juga bisa mengisi nilainya langsung. Contoh:
Ketika kita jalankan script diatas, maka variabel $nama akan menyimpan nilai berupa teks yaitu Azis Hapidin, dan $nilai_ipa akan menyimpan nilai 82, dan $nilai_mtk akan menyimpan nilai 73. Jika kita jalankan script diatas, maka tidak akan muncul apa-apa karena pada script diatas kita hanya membuat dan mengisi nilai pada variabel. Bagaimana cara mengubah nilai dari suatu variabel? Kita cukup mengisinya kembali saja. Pada contoh dibawah kita akan membuat sebuah variabel dan mengisinya dengan suatu nilai, kemudian kita ubah nilainya, dan kita tampilkan nilai dari variabel tersebut:
Jika script diatas kita jalankan akan muncul kalimat "Azis Hapidin", mengapa demikian? Silahkan telusuri sendiri :D Ya kurang lebih seperti itu pembahasan singkat tentang Variabel, sebetulnya masih banyak yang harus kita pelajari lagi terkait variabel ini, tapi enggak akan dibahas di artikel ini soalnya: Saya males ngetiknya, temen-temen pasti males bacanya. Jadi Insya Allah akan kita bahas lain kali lagi. Terutama tentang tipe data, tapi karena kita membahas penggunaan Variabel di PHP maka kita tidak akan terlalu dipusingkan dengan tipe data ini. Berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang agak ketat dalam urusan tipe data ini. Kemudian terkait variabel scope dan peraturan nama variabel juga belum dibahas disini, kalau temen-temen pengen tahu silahkan cari referensi lain di Mbah Google. Ada banyak sekali modul-modul terkait variabel di PHP ini.
Baca juga:

 

2. Konstanta

     Oke, seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa fungsi dari variabel dan konstanta itu sama yaitu untuk 'menyimpan/menampung nilai'. Perbedaannya adalah konstanta ini bersifat statis, artinya nilai-nya tidak bisa diubah-ubah. Kalau udah diisi 'A' ya udah 'A', tidak bisa diganggu gugat lagi. Karena sifatnya yang statis, maka konstanta ini banyak digunakan untuk menyimpan konfigurasi seperti konfigurasi database, dan konfigurasi lainnya. Untuk mendeklarasikannya yang saya tahu ada 2 cara yaitu dengan fungsi define() dan dengan menggunakan kata kunci const, tapi disini kita akan membahas cara pendeklarasian dengan fungsi define(). Syntax-nya seperti ini:
Penjelasan parameternya:
  • namanyah: Nama konstanta atau identifier untuk konstanta yang kita deklarasikan.
  • nilainyah: Nilai dari konstanta yang kita deklarasikan.
Pada contoh dibawah kita akan membuat dan menampilkan nilai dari suatu konstanta:
Maka akan menampilkan 'Assalamualaikum' (tanpa tanda kutip). Sampai disini sudah ada bayangan kan tentang konstanta ini? Sekarang kita coba lagi script dibawah:
Jika kita jalankan script diatas, maka hasilnya adalah seperti ini:
Mengapa demikian? Yaps, malaikat juga tahu kalau konstanta tidak bisa didefinisikan lebih dari 1 kali dan nilainya tidak bisa diubah-ubah.


Sekian artikel singkat kali ini. Masih banyak yang belum kita bahas disini terkait variabel dan kontanta, silahkan baca-baca lagi di tempat lain. Mohon maaf bila masih ada kekurangan, terima kasih atas kunjungannya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Menampilkan Video dengan HTML5

Logo HTML5     Pada beberapa tutorial sebelumnya SkripKu Dotkom pernah membahas salah satu fitur di HTML5 yaitu Cara Menampilkan Audio dengan HTML5. Nah, tutorial kali ini kita akan membahas Cara Menampilkan Video dengan HTML5.
     Seperti yang sudah dibahas di tutorial sebelumnya. Dengan menggunakan HTML5, untuk menampilkan audio/video kita membutuhkan lagi plugin tambahan seperti Flash atau semacamnya. Hampir sama dengan cara menampilkan audio, kita cukup menghafal 2 tag saja. Yaitu: <video> dan <source>. <video> untuk menunjukan bahwa kita akan menampilkan video dan <source> untuk mendefinisikan sumber/source file video-nya.
Oke, syntax paling umum-nya seperti ini gan:
Penjelasan:
  •  Tag <video>:Seperti yang dijelaskan pada pembukaan diatas, fungsi dari tag ini adalah untuk menunjukan bahwa kita akan menampilkan sebuah video dengan HTML5.
  • Atribut width="" : Untuk mengatur lebar video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut height="" : Untuk mengatur tinggi video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut controls : Untuk menampilkan Video Control seperti tombol Play, Pause, Volume, Full Screen, dan kontrol lainnya di video kita.
  • Tag <source>: Mendefinisakan source/sumber video yang akan kita tampilkan.
  • Atribut src="" : Untuk mengatur video yang akan ditampilkan. Silahkan isi dengan URL video kita.
  • Atribut type="" : Untuk mengatur type video yang akan ditampilkan. Untuk atribut ini kita harus menyesuaikan dengan jenis video yang kita panggi di atribut src="", silahkan lihat tabel dibawah:
Format File Nilai untuk atribut type
MP4 video/mp4
WebM video/webm
Ogg video/ogg

Contoh Penggunaan

 

     Pada contoh kali ini kita punya sebuah direktori yang berisi 2 file yaitu: file skripku.html dan sebuah video bernama UWATERE@Bazit.mp4, isi dari skripku.html adalah sebagai berikut: Jika semua sesuai prosedur dan file skripku.html tadi kita buka di browser yang sudah mendukung HTML5 seperti Firefox, Google Chrome, dan browser lainnya maka seharusnya akan muncul video yang tadi kita panggil:
Sedangkan teks yang berada diantara <video> dan </video> akan muncul ketika browser yang kita gunakan belum mendukung fitur ini. Untuk membuktikannya, silahkan buka dengan Internet Explorer yang jadul.

Ya, mungkin sekian sekilas tutorial yang bisa saya sampaikan. Untuk referensi yang lebih lengkap, temen-temen bisa buka: W3Schools - HTML5 Video. Setelah mengetahui fitur yang satu ini, semoga web yang kita buat bisa lebih efisien karena tidak usah menggunakan Plugin Eksternal lagi. Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Belajar Git: Apa itu VCS (Version Control System)

     Oke sebelum kita belajar GIT, sebaiknya kita belajar dulu apa sih 'Version Control' itu? Jika Anda merupakan seorang Freelance Programmer, Freelance Designer, Freelance Writer atau pekerjaan lainnya yang banyak berhubungan dengan file, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan istilah 'revisi'. Jika kita hanya melakukan 1 atau 2 kali revisi mungkin hal ini tidak akan terlalu menjadi masalah, tapi bayangkan ketika terlalu sering ada perubahan misalnya karena sedang berhadapan dengan client yang bawel dan loba kahayang (banyak permintaan) sampai-sampai kita harus melakukan revisi sampai beberapa kali revisi, dalam kondisi seperti ini biasanya saya mengeluarkan jurus andalan saya yaitu memanfaatkan fitur Save As kemudian memberikan keterangan di belakangnya misal: banner_versi1.cdr, banner_revisi1.cdr, banner_revisi2.cdr, banner_bgnyajadibiru.cdr, banner_udahfix.cdr, dan embel-embel lainnya. Hal seperti diatas kita lakukan tentunya untuk nge-backup file kita, sehingga kalau suatu saat nanti ternyata revisi-nya tidak jadi dan ingin kembali ke versi sebelumnya maka kita tidak akan kerepotan mengubahnya kembali. Cara diatas (versioning dengan nama) bisa saja kita lakukan jika kita hanya mengerjakan 1 file dan kalau udah jadi nantinya tidak akan sering atau bahkan tidak akan diubah lagi. Tapi bayangkan jika kita membuat banyak file yang saling terkait satu sama lain misalnya source code website, tentunya jurus diatas cukup merepotkan dan hanya akan membuat direktori kita acak-acakan.

 

Perkenalkan, Version Control System (VCS)


     Version Control System adalah suatu sistem yang akan merekam setiap perubahan atau revisi pada sekumpulan file atau direktori, sehingga kalau kita ingin revisi kita dibatalkan atau ingin kembali ke versi sebelum-sebelumnya kita bisa melakukannya dengan gampang. Jadi sederhananya si VCS ini nantinya bisa membackup file atau direktori yang sedang kita kerjakan dari waktu ke waktu, sistem kerjanya mirip Restore Point di Windows 7.
     Walaupun saat ini Version Control System ini lebih populer di kalangan Programmer atau Web Designer, tapi sebetulnya Version Control System bisa kita pakai di pekerjaan lain yang akan banyak berurusan dengan file-file di komputer. Jika kita sering menulis cerpen di komputer, kita bisa memanfaatkan VCS agar setiap perubahan jalan cerita dari cerpen yang kita buat bisa terekam dan bisa dilihat kembali suatu saat nanti. Begitu pula jika kita seorang Graphic Designer kita juga bisa membuat banyak versi dari design yang sama.

Kenapa harus Version Control System?

 

     Sebenernya enggak harus juga sih, biar kekinian aja. Mau pake atau enggak sebetulnya kembali lagi ke dirinya masing-masing, tapi saya sangat menganjurkan terutama buat temen-temen programmer atau web designer untuk mempelajari VCS ini, karena tools-tools seperti ini ada untuk mempermudah pekerjaan kita dan kita sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

1. Direktori di PC Keliatan lebih Rapih

Screenshot dibawah adalah versioning file dengan jurus manual ketika saya bikin Proposal Bakti Sosial beberapa waktu yang lalu (saya masih belum ngerti Version Control).


Padahal kalau waktu itu saya memanfaatkan Version Control, saya enggak usah bikin file sebanyak itu. Cukup 1 tapi ada beberapa versi.

2. Tracking Changes

Kita bisa menambahkan keterangan pada setiap revisi yang kita kerjakan misalnya perubahan apa saja yang ditambahkan. Jadi nanti kita bisa tahu apa saja perbedaan antara versi 1 dengan versi lainnya, sehingga untuk memeriksa perbedaan versi terbaru dengan versi sebelumnya kita tidak usah berpindah ke versi sebelumnya, cukup masukan beberapa perintah dan keterangan yang kita buat sebelumnya akan muncul.

3. Long-Term Undo

"Kalau cuma buat kembali ke versi sebelumnya kan bisa pake undo aja ya? Kalau mau balik lagi ke yang baru tinggal pake Redo bisa kan?"
Ya kita bisa melakukannya dengan catatan hanya bisa kembali ke beberapa action sebelumnya/sesudahnya dan kita sedang memodifikasi 1 file saja. Terus bagaimana kalau kita ingin kembali ke revisi 2 tahun yang lalu dan kita sedang memodifikasi source code website yang didalamnya ada banyak HTML, CSS, dan JavaScript? Dengan Version Control kita bisa melakukannya, kita bisa melakukan undo terhadap banyak file sekaligus dan kembali ke revisi beberapa hari, bulan, atau bahkan tahun yang lalu.

4. Dan masih banyak lagi.



Ya kurang lebih seperti itu gambaran singkat mengenai Verson Control, jika masih kurang jelas silahkan curat-coret di kolom komentar atau bisa baca-baca referensi lain. Artikel ini merupakan pengantar dari pembahasan kita nanti yaitu belajar Git. Oh iya ngomong-ngomong saya juga baru belajar, jadi saya bikin artikel ini bukan berarti udah jago, itung-itung catetan aja biar enggak lupa hehe..
Oke, terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Referensi:
Mengenal GIT (2012), Anggie Bratadinat
Sumber Gambar:
http://kevinpelgrims.com/blog/2012/07/05/version-control-best-practices/
https://www.codepolitan.com/meme/

Beautifull Alert with Sweet Alert

     Pada beberapa artikel sebelumnya SkripKu Dotkom sudah pernah membahas tentang Membuat Alert Box (Kotak Peringatan) dengan JavaScript, mungkin bagi kita yang emang baru belajar segitu juga udah lumayan. Tapi bagi kita yang mulai memperdalam dunia Web Development terutama dibagian Front-End nya, maka kita akan mulai sadar bahwa ternyata tampilan alert yang default disediakan oleh JavaScript terlalu simple dan polos. Sebagai alternatif lain, kita bisa ngoding bikin Alert sendiri dengan CSS dan JS (saya belum pernah nyoba) karena saya pengen yang agak mudah maka saya sering menggunakan Modal dari Bootstrap. Tapi lama kelamaan saya mulai menemukan alternatif lain lagi yang ternyata lebih mudah dan lebih cantik. Yaps, sesuai judul diatas namanya adalah "Sweet Alert".
     Sweet Alert adalah Library JavaScript dan CSS untuk membuat Alert (Kotak Peringatan), dengan menggunakan Sweet Alert ini Alert Box yang kita buat bisa jadi lebih enak di lihat dari pada menggunakan Alert yang bawaan JavaScript. Silahkan bandingkan dua alert dibawah, yang satu pake alert bawaan JavaScript dan yang kedua menggunakan SweetAlert:

      Bisa dilihat kan perbedaannya? Itu baru contoh sederhana, selanjutnya kita bisa bikin yang lebih kompleks seperti alert buat konfirmasi dan lain-lain.

Cara Menggunakan Sweet Alert 

1. Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mendapatkan source code Sweet Alert. Kita bisa mendownloadnya disini: https://github.com/t4t5/sweetalert/archive/master.zip
2. Extract dan copy-kan folder dist ke project kita.
3. Setelah folder dist ada dalam project kita, langkah selanjutnya adalah memanggil/ meload file CSS (sweetalert.css) dan file JS (sweetalert.min.js) ke file HTML kita.
4. Untuk percobaan, coba panggil fungsi berikut:
Kalau full code-nya kurang lebih seperti ini:
Jika semua berjalan lancar, maka akan mengeluarkan output alert seperti contoh yang tadi saya liatin. Oke, untuk dokumentasi lengkapnya kita bisa buka disini.

Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Tutorial Laravel 1: Mengenal Framework Laravel dan Cara Install Laravel

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Diawali dari artikel ini, mulai sekarang SkripKu Dotkom akan membahas salah satu Framework PHP yang sangat populer dan menurut saya adalah Framework PHP paling keren saat ini. Kenapa paling keren? Mungkin nanti akan kita bahas dibagian bawah. Sebelumnya kita akan bahas dulu apa sih 'Framework' itu, jadi secara bahasa mah Framework teh artinya adalah Kerangka Kerja. Jadi intinya Framework adalah kumpulan kode atau kerangka kode yang udah jadi, jadi nanti kita tinggal pake aja. Contohnya kalau kita pake PHP Native (enggak pake Framework) terus mau bikin Pagination, maka kita harus bikin script buat Pagination-nya dari 0 atau Copas dari Project kita sebelumnya. Tapi kalo kita pake Framework, maka untuk membuat Pagination kita cukup pake fungsi yang udah disediain oleh Framework tersebut. Itu baru salah satu contoh, masih banyak lagi kemudahan-kemudahan yang lain jika kita menggunakan Framework. Nah mungkin seperti itu gambaran singkat tentang Framework itu apa, kalau masih kurang jelas silahkan cari-cari di Google artikel tentang Apa Itu Framework.

Apa itu Laravel?

    Laravel adalah Framework PHP yang menggunakan konsep MVC (Model View Controller), Laravel sendiri dikembangkan oleh Taylor Otwell pada tahun 2011 dan pada saat tulisan ini dibuat versi Laravel sudah mencapai 5.2. Jika kita buka website resmi Laravel disini maka kita akan langsung ditanya 'Love beautiful code? We do too.', yaps memang dibandingkan Framework-Framework yang lain menurut saya Laravel lah yang paling memperhatikan Kerapihan dan Kecantikan kode-nya, sehingga kalau dilihat akan terkesan lebih Cool dan Ekspresif.

Kenapa Pilih Laravel?

     Sebetulnya banyak sekali alasan kenapa kita disarankan pilih Laravel. Saya coba buka data The Most Popular Framework of 2015 versi sitepoint.com saya menemukan data seperti ini:

     Data diatas adalah berdasarkan survey di beberapa negara dan ternyata Laravel lah yang paling populer dikalangan Programmer PHP. Pastinya ada alasan mengapa Laravel menjadi Framework PHP paling populer, dan saya pun coba cari-cari tahu dan ternyata memang banyak sekali komponen di Laravel yang jarang ditemukan di Framework lain. Salah satunya adalah Artisan, jadi Artisan ini adalah command line atau perintah-perintah yang bisa dijalankan lewat Command Prompt (kalau di Windows) atau di Terminal (kalau di GNU/ Linux). Artisan ini akan sangat membantu kita dalam mendevelop sebuah aplikasi menggunakan Laravel. Contohnya kalau kita mau bikin Controller maka kita cukup ketikan perintah php artisan make:controller namacontroller maka file Controller akan otomatis ada, jadi kita enggak usah bikin file Controller secara manual terus bikin Class dan hal-hal yang cukup ribet lainnya. Selain Controller, kita juga bisa bikin Model, Migration, dll. Terus di Laravel juga ada Eloquent ORM yang akan mempermudah kita untuk berinteraksi dengan database. Ada Blade Templating yang akan membantu kita membuat template kita lebih terstruktur dan dinamis. Dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan Laravel dibanding Framework PHP yang biasa.

Cara Install Laravel

     Berbeda dengan Framewrok PHP biasa, kita enggak bisa nge-install lewat cara konvensional (download file mentahannya terus di ekstrak) karena ada beberapa Library yang harus didownload lagi, sebenarnya bisa aja sih tapi sangat tidak disarankan karena Laravel yang kita download tidak dijamin up to date. Tapi dengan kita install-nya lewat Composer maka Composer akan otomatis akan mendownload library-library yang dibutuhkan tadi dan dijamin kita akan mendapatkan versi terbaru. Oke berikut langkah-langkah untuk install Laravel:

1. Pastikan komputer kita sudah terhubung ke Internet dan pastikan juga di komputer kita sudah terinstall Composer. Jika belum, silahkan install terlebih dahulu dengan mengikuti tutorialnya disini.
2. Silahkan buka Command Prompt kemudian silahkan masuk ke direktori tempat kita mau install project Laravel kita. Gunakan perintah dir untuk menampilkan direktori, cd namadirektori untuk masuk ke suatu direktori, dan cd.. untuk kembali 1 langkah ke direktori diatasnya. Silahkan masuk ke direktori mana aja karena ini adalah salah satu kelebihan Laravel, jadi project Laravel kita enggak harus disimpen di direktori htdocs (XAMPP) atau di www (AppServ).
3. Setelah langkah ke-2 selesai, selanjutnya kita ketikan perintah dibawah kemudian tekan enter.

composer create-project laravel/laravel belajarlaravel
Note: Silahkan ganti belajarlaravel dengan nama folder yang diinginkan.
4. Silahkan tunggu beberapa menit, Composer akan mendownload Laravel ke komputer kita.
5. Jika muncul tampilan Application key bla bla bla.. berarti Laravel sudah berhasil didownload.
6. Selanjutnya kita masuk ke folder project Laravel kita dengan mengetikan perintah cd belajarlaravel
7.Kemudian kita jalankan perintah php artisan serve untuk memulai Laravel Development Server.
8. Kemudian buka http://localhost:8000/ di browser, jika muncul tampilan seperti dibawah berarti Laravel sudah berhasil diinstall di komputer kita, selamat.

      Cara diatas adalah salah satu dari berbagai metode untuk menginstall Laravel, tapi menurut saya cara diatas lah yang paling mudah dan paling simple. Jadi kita enggak usah nyalain XAMPP/ AppServe/ dll. Cukup buka CMD kemudian masuk ke direktori dan ketikan php artisan serve dan kita siap untuk bertempur. Saya baru kenal Laravel sekitar bulan Maret 2016, jadi disini saya itung-itung ngafalin sama nyatet apa yang udah saya pelajari aja.

Oke mungkin sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh..

Apa Itu Composer dan Cara Install Composer di Windows

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pernahkah temen-temen mengerjakan suatu project yang membutuhkan third party libraries? Jika belum, anggap saja sudah. Sebut saja kita mau pake Library A, kalau kita pake cara yang biasa mungkin hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuka situs web resmi-nya kemudian cari tombol 'Download' kemudian download dan ekstrak library tersebut. Oke sederhana memang, tapi coba bayangkan jika Library A tersebut ternyata membutuhkan Library Z, belum lagi kita harus menyesuaikan apakah versi Library Z yang mau didownload kompatibel dengan versi Library A tadi? Sampai disini udah lumayan ribet kan, belum lagi jika ada versi terbaru dari Library A dan Library Z tadi, maka kita harus download lagi satu persatu, kemudian pasang lagi satu per satu. Cukup ngerepotin kan?

Perkenalkan "Composer", Dependency Manager for PHP

     Jika temen-temen pernah punya masalah seperti diatas, maka beruntunglah sekarang (sebetulnya udah lama banget sih) ada software yang namanya "Composer". Dengan menggunakan Composer, jika kita ingin menginstall Library A tadi, maka kita cukup buka CLI kemudian masuk ke direktori tempat kita ingin meng-installnya dan ketikan beberapa perintah dan nama library-nya maka Composer akan otomatis meng-install Library A beserta library-library lain yang dibutuhkan dan sudah pasti kompatibel. Bagaimana jika beberapa bulan kemudian Library A mengeluarkan versi terbaru dan kita ingin meupdate Library A tadi? Tenang, di Composer juga ada perintah untuk meng-update. Jadi semua Library A dan library-library yang dibutuhkan tadi akan otomatis ikut terupdate. Keren kan?
     Untuk bisa menggunakan Composer ini, pastikan versi PHP yang kita pakai adalah PHP 5.3.2 atau yang lebih tinggi. Oke mungkin segini udah cukup perkenalannya, kalau masih kurang jelas temen-temen bisa main ke situs resminya di https://getcomposer.org/.

Cara Install Composer di Windows

     Sebelumnya karena Composer ini adalah Dependency Manager for PHP, jadi pastikan di PC kita sudah terinstall PHP. Disini saya pake XAMPP yang kebetulan didalamnya udah termasuk PHP. Jadi jika di komputer temen-temen belum terinstall XAMPP, silahkan baca tutorialnya disini.
1. Buka situs resminya, https://getcomposer.org/. Kemudian silahkan cari tombol 'Download' dan buka halaman tersebut.
2. Silahkan download Windows Installer dengan klik link Composer-Setup.exe.
3. Silahkan download seperti biasa, ukurannya juga kecil ko < 1 MB.
4. Setelah proses downloadnya selesai, silahkan buka file tersebut.
5. Silahkan ikuti langkah-langkah sesuai prosedur. Kemudian jika muncul tampilan seperti dibawah, kita cari file php.exe, kalau saya sendiri letaknya di D:\xampp\php\php.exe soalnya saya sering nyimpen file XAMPP saya di partisi D. Silahkan sesuaikan dengan tempat temen-temen menyimpan file XAMPP temen-temen, tapi biasanya Composer akan otomatis mendeteksi dimana letak file php.exe kita. Jika sudah, silahkan klik Next.
6. Tunggu beberapa saat, kemudian akan muncul tampilan Proxy Settings, jika temen-temen pake proxy silahkan isi, jika tidak langsung aja klik Next. Pada tampilan selanjutnya silahkan klik Install dan ikuti prosedur selanjutnya sampai proses instalasi selesai.
7.  Selanjutnya untuk mengetes apakah proses instalasi berhasil atau tidak, silahkan buka Command Prompt kemudian masukan perintah composer kemudian enter.
8. Jika muncul tampilan seperti diatas, selamat berarti Composer berhasil di-install di komputer kita dan sekarang sudah siap tempur.

Oke sekian tutorial pengenalan dan cara instalasi Composer ini. Pada tutorial selanjutnya, kita akan membahas bagaimana cara mendownload Library/ Package menggunakan Composer ini.
Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Singkat Menulis IF dengan Ternary Operator di PHP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
     Guru saya pernah mengatakan bahwa "salah satu yang terpenting dari logika pemrograman itu adalah percabangan dan looping (perulangan)", yaps itu benar sekali. Kalau kita bicara pemrograman, pasti setiap bahasa mempunyai kedua statement ini walaupun syntax/ cara penulisannya berbeda-beda. Kalaupun ada bahasa komputer yang tidak menyediakan kedua statement tersebut, saya berani bilang bahwa bahasa tersebut BUKAN BAHASA PEMROGRAMAN. Untuk loopingnya sendiri kita udah bahas di artikel Mengenal Perulangan (Looping) di PHP Part 1: For dan Foreach dan Mengenal Perulangan (Looping) di PHP Part 2: while dan do while, pada artikel kali ini kita akan membahas salah satu statement percabangan di PHP yang lumayan jarang diketahui yaitu "Ternary Operator". Apa sih Ternary Operator itu? Sebelumnya, mari kita lihat dulu script dibawah: Sebetulnya jika kita menggunakan PHP, maka kita bisa lebih menyingkat dan menghemat script percabangan tersebut dengan Ternary Operator. Syntax/ cara penulisan Ternary Operator adalah sebagai berikut: Jadi kalau contoh script pertama tadi kita ubah jadi pake Ternary Operator, maka kurang lebih akan seperti ini: Lumayan kan, kita bisa menghemat script yang tadinya ada 6 baris menjadi 3 baris. Atau kalau kita pengen yang lebih hemat kita juga bisa menggunakan cara seperti dibawah: Karena $nilai_azis lebih besar dari 90, maka ketiga contoh diatas akan menghasilkan output yang sama yaitu:
     Bagaimana jika kita mempunyai percabangan dengan banyak kondisi atau biasa disebut ifelseif..else? Kita tinggal masukin aja Ternary Operator didalam Ternary Operator, dengan syarat Ternary Operator yang kedua harus berada dalam tanda kurung. Bingung kan? Sama saya juga bingung hehe, biar gak bingung mending lihat dan coba script dibawah: Keren kan? Tapi tetep penggunaan Ternary Operator ini lebih baik dihindari karena lebih sulit untuk dibaca dan difahami dari pada Statement IF yang biasa. Apalagi bagi orang yang baru terjun di Pemrograman, pasti agak kebingungan ketika menemukan Statement seperti ini.

Oke sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat.
Mohon maaf atas segala kekurangannya, terima kasih atas kunjungannya.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Membuat Virtual Host di XAMPP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.
     Pada beberapa artikel artikel sebelumnya, SkripKu Dotkom pernah membahas tentang Cara Mengubah Nama Domain Localhost (kalau belum baca silahkan baca dulu). Jadi intinya pada tutorial tersebut kita hanya ingin mengubah domain localhost kita dengan nama lain misal: http://azishapiddin, http://azishapidin.com, dll. Sehingga kalau kita punya folder namaproject di direktori xampp/htdocs, maka untuk mengaksesnya kita perlu mengetikan namadomain/namaproject. Nah dengan Virtual Host,  untuk mengakses folder namaproject tadi, kita bisa masuk lewat namaproject.com, atau misalkan namapro.ject, atau apa aja sesuai keinginan. Pada contoh dibawah, kita punya sebuah folder dalam htdocs yang bernama azishapiddin. Normalnya, untuk mengakses folder tersebut kita harus membuka localhost/azishapiddin dan kita akan membuat Virtual Host sehingga untuk mengakses folder tersebut kita cukup membuka azishapiddin.com . Oke, siap? Silahkan baca kemudian ikuti langkah-langkah dibawah ini:

Mendaftarkan Domain dengan Meng-edit File Hosts

  • 1. Pertama, nyalakan Apache terlebih dahulu pada XAMPP yang akan kita gunakan.
  • 2. Kemudian buka teks editor (apa aja yang penting teks editor, boleh Notepad, Sublime Text, dll.). Tapi ingat, anda harus membuka-nya dengan mode Administrator dengan cara klik kanan pada teks editor yang akan dibuka kemudian pilih Run as administrator.
  • 3. Tekan CTRL+O kemudian buka fle C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts
  • Pada baris paling akhir, silahkan tambahkan perintah berikut:
  • 
    127.0.0.1 azishapiddin.com
    
  • 4. Untuk mengecek saja, kita buka Command Prompt kemudian ketikan perintah ping azishapiddin.com . Jika hasilnya menunjukan bahwa domain tersebut mengarah ke 127.0.0.1 seperti pada gambar dibawah, maka kita bisa langsung melaju ke tahap Semi-Final selanjutnya.

Mengedit File httpd-vhosts.conf

  • 1. Langkah selanjutnya adalah mengedit file konfigurasi Apache menggunakan Text Editor. File ini terletak di D:\xampp\apache\conf\extra\httpd-vhosts.conf (Saya biasanya nyimpen file XAMPP di di partisi D:, silahkan sesuaikan dengan partisi tempat menyimpan program file xampp Anda). Jika kita buka file tersebut, kurang lebih kita akan menemukan code seperti dibawah:
  • 
    # Virtual Hosts
    #
    # Required modules: mod_log_config
    
    # If you want to maintain multiple domains/hostnames on your
    # machine you can setup VirtualHost containers for them. Most configurations
    # use only name-based virtual hosts so the server doesn't need to worry about
    # IP addresses. This is indicated by the asterisks in the directives below.
    #
    # Please see the documentation at 
    # <URL:http://httpd.apache.org/docs/2.4/vhosts/>
    # for further details before you try to setup virtual hosts.
    #
    # You may use the command line option '-S' to verify your virtual host
    # configuration.
    
    #
    # Use name-based virtual hosting.
    #
    ##NameVirtualHost *:80
    #
    # VirtualHost example:
    # Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.
    # The first VirtualHost section is used for all requests that do not
    # match a ##ServerName or ##ServerAlias in any <VirtualHost> block.
    #
    ##<VirtualHost *:80>
        ##ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com
        ##DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/dummy-host.example.com"
        ##ServerName dummy-host.example.com
        ##ServerAlias www.dummy-host.example.com
        ##ErrorLog "logs/dummy-host.example.com-error.log"
        ##CustomLog "logs/dummy-host.example.com-access.log" common
    ##</VirtualHost>
    
    ##<VirtualHost *:80>
        ##ServerAdmin webmaster@dummy-host2.example.com
        ##DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/dummy-host2.example.com"
        ##ServerName dummy-host2.example.com
        ##ErrorLog "logs/dummy-host2.example.com-error.log"
        ##CustomLog "logs/dummy-host2.example.com-access.log" common
    ##</VirtualHost>
    
  • 2. Kode diatas merupakan contoh konfigurasi untuk membuat virtual host. Karena kita akan membuat Virtual Host baru, silahkan tambahkan kode berikut di baris paling bawah:
  • 
    <VirtualHost *:80>
        ServerAdmin webmaster@azishapiddin.com
        DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/azishapiddin"
        ServerName azishapiddin.com
        ErrorLog "logs/azishapiddin.coms-error.log"
        CustomLog "logs/azishapiddin.com-access.log" common
    </VirtualHost>
    
    Note: Silahkan sesuaikan nama folder (DocumentRoot) dengan folder Anda. Saya biasa nyimpen file XAMPP-nya di partisi D:, jadi sesuain aja sama partisi tempat menyimpan XAMPP punya Anda. Kemudian sesuaikan juga nama domain (ServerName) sesuai keinginan Anda, disitu saya mengisinya dengan azishapiddin.com
  • 3. Setelah ditambahkan, kurang lebih file konfigurasi-nya jadi seperti ini:
  • 
    # Virtual Hosts
    #
    # Required modules: mod_log_config
    
    # If you want to maintain multiple domains/hostnames on your
    # machine you can setup VirtualHost containers for them. Most configurations
    # use only name-based virtual hosts so the server doesn't need to worry about
    # IP addresses. This is indicated by the asterisks in the directives below.
    #
    # Please see the documentation at 
    # <URL:http://httpd.apache.org/docs/2.4/vhosts/>
    # for further details before you try to setup virtual hosts.
    #
    # You may use the command line option '-S' to verify your virtual host
    # configuration.
    
    #
    # Use name-based virtual hosting.
    #
    ##NameVirtualHost *:80
    #
    # VirtualHost example:
    # Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.
    # The first VirtualHost section is used for all requests that do not
    # match a ##ServerName or ##ServerAlias in any <VirtualHost> block.
    #
    ##<VirtualHost *:80>
        ##ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com
        ##DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/dummy-host.example.com"
        ##ServerName dummy-host.example.com
        ##ServerAlias www.dummy-host.example.com
        ##ErrorLog "logs/dummy-host.example.com-error.log"
        ##CustomLog "logs/dummy-host.example.com-access.log" common
    ##</VirtualHost>
    
    ##<VirtualHost *:80>
        ##ServerAdmin webmaster@dummy-host2.example.com
        ##DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/dummy-host2.example.com"
        ##ServerName dummy-host2.example.com
        ##ErrorLog "logs/dummy-host2.example.com-error.log"
        ##CustomLog "logs/dummy-host2.example.com-access.log" common
    ##</VirtualHost>
    
    <VirtualHost *:80>
        ServerAdmin webmaster@azishapiddin.com
        DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/azishapiddin"
        ServerName azishapiddin.com
        ErrorLog "logs/azishapiddin.coms-error.log"
        CustomLog "logs/azishapiddin.com-access.log" common
    </VirtualHost>
    
  • 4. Silahkan Save file httpd-vhosts.conf tersebut.

Pengetesan

  • 1. Sekarang kita restart Apache pada XAMPP yang kita gunakan dengan cara klik Stop pada Apache sampai warna hijau-nya menghilang, kemudian klik Start pada Apache-nya sampai kembali berwarna hijau.
  • 2. Sekarang buka browser, kemudian buka azishapiddin.com
  • 3. Jika muncul tampilan seperti diatas, berarti kita sudah berhasil membuat Virtual Host sendiri.
Mudah kan? Sekarang web yang kita simpan di direktori D:/xampp/htdocs/azishapiddin bisa diakses melalui azishapiddin.com.

Oke, sekian tutorial kali ini, jika masih ada pertanyaan silahkan tanyakan di kolom komentar.
Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Error "Division by zero" dan Cara Mengatasinya

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
     Bagi kita yang sudah lama terjun bebas di dunia pemrograman, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya error. Makhluk satu ini seakan-akan sudah menjadi cemilan sehari-hari bagi kita. Tapi bagi yang baru belajar pemrograman, seringkali error ini menjadi sesuatu membingungkan dan menakutkan, sampai-sampai banyak yang menyerah belajar dunia pemrograman karena makhluk ini. Salah satu error yang sering ditemukan adalah error Division by Zero. Error ini disebabkan karena ada bilangan yang dibagi Nol dalam script yang kita buat. Bagi yang ngerti bahasa inggris dan faham prinsip-prinsip dasar matematika, mungkin bisa langsung tahu penyebabnya. Perhitungan matematika akan sering dijumpai dalam dunia pemrograman. Contohnya adalah untuk menghitung nilai siswa, gaji karyawan, menghitung rata-rata pengunjung, dll. Kembali ke topik, berikut contoh scriptnya:

<?php
$nol=0;
$dua=2;
echo $dua/$nol;
?>
Jika script diatas dijalankan, maka kita akan mendapat error seperti berikut:


Perhatikan pada script diatas, $nol berisi 0, dan $dua berisi 2. Kemudian pada baris ke-4, kita mencoba menampilkan hasil dari $dua dibagi $nol. Dalam matematika, pembagian dengan bilangan 0 tidak akan bisa. Kenapa? Saya udah siapin beberapa alasan/bukti sederhananya:

  • 1. Analogi Sederhana

  • Pertama kita analogikan dengan kehidupan nyata, karena operasi matematika juga diambil dari contoh kehidupan nyata. Bayangkan jika kita punya 12 buah Apel, kemudian kita akan membagikannya ke 6 orang, maka setiap orang akan mendapat 2 buah apel (12:6=2). Dan sekarang coba kita bayangkan lagi jika 12 buah Apel itu akan kita bagikan kepada 0 orang. Tentu tidak mungkin kan? Jadi setiap bilangan dibagi 0 maka hasilnya adalah Tidak Terdefinisi.

  • 2. Bukti Secara Matematis

  • "Jika kita menjumpai biangan 6:2 maka sama dengan ((6-2)-2)-2 sampai hasilnya = 0 (nol), maka hasil dari 6: 2 = 3 (tiga kali pengurangan secara berulang), konsep ini berasal dari pembagian = pengurangn secara berulang.
    Jadi 3/0 = 3:0 (tiga dibagi nol) = 3-0-0-0-0-0-0 ... yang mana sampai tak hingga kali, maka jawabannya 3/0 = tak hingga." Dikutip dari: http://myinfomath.blogspot.co.id/2014/09/bilangan-dibagi-nol-hasilnya-berapa.html. Saya kutip soalnya saya ngerti, tapi susah ngejelasinnya lagi hehe.
    Dari sini juga bisa kita simpulkan bahwa setiap bilangan dibagi 0 adalah Tak Terhingga / Infinite
Loh, jadi yang bener yang mana nih? Tak Terdefinisi atau Tak Terhingga? Yang mana aja lah, yang jelas berarti Semua Angka Tidak Bisa di Bagi Nol. Tapi kalau temen-temen tetep kekueuh pengen tahu, silahkan cari-cari di google atau nanya ke guru matematika-nya langsung. Sebetulnya masih banyak bukti lainnya, tapi yaa karena ilmu Matematika saya masih pas-pasan, jadi segini aja ya? hehe..

Cara Mengatasi Error Division by Zero

     Nah kemudian muncul pertanyaan, gimana cara mengatasinya? Caranya adalah dengan mencegah adanya operasi pembagian dengan angka 0. Jadi jika ada operasi pembagian, kita bisa mengecek terlebih dahulu apakah nilai pembagi-nya adalah 0 atau bukan. Jika nilainya bukan 0, maka lakukan operasi pembagian. Jika iya, maka jangan lakukan operasi pembagian. Contoh:

<?php
$angka1=90;
$angka2=0;
if ($angka2!=0) {
 $hasil=$angka1/$angka2;
} else {
 $hasil=$angka1;
}
echo $hasil;
?>


Kesimpulan

Perhitungan matematika sangat sering ditemukan dalam dunia pemrograman dan kita harus jeli dalam penerapannya, terutama jika berkaitan dengan proses pembagian.

Oke sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan, apalagi pas ngomongin matematikanya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Mengubah Nama Domain Localhost

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
     Bagi temen-temen yang sudah lama atau baru berkecimplung di dunia Pemrograman khususnya dunia Pemrograman Web mungkin sudah tidak asing lagi dengan software yang bernama XAMPP. Yaps, XAMPP adalah aplikasi untuk menjadikan komputer kita sebagai server lokal / server offline. Untuk tutorial instalasinya anda bisa baca disini. Untuk masuk ke localhost, default-nya kita harus mengetikan http://localhost di form URL browser. Nah pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana cara merubah nama domain tersebut, boleh dengan nama anda, nama kampus anda, atau misalkan nama project anda, atau apa aja terserah anda. Oke tanpa panjang lebar lagi, langsung aja simak dan ikuti langkah-langkah dibawah:

1. Buka Text Editor (Bisa Notepad, Sublime Text, Notepad++, atau apa aja yang penting Text Editor). Tapi harus diingat, karena kita akan mengubah file sistem dan seperti yang kita tahu bahwa file sistem itu tidak bisa sembarangan di edit, jadi pastikan kita membuka Text Editor nya dengan user Administrator dengan cara klik kanan pada Text Editor yang akan dibuka kemudian pilih "Run as administrator".
2. Tekan CTRL + O (untuk membuka file) kemudian cari dan buka C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts.
File hosts
3. Isi dari file hosts kurang lebih seperti ini:

# Copyright (c) 1993-2009 Microsoft Corp.
#
# This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.
#
# This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each
# entry should be kept on an individual line. The IP address should
# be placed in the first column followed by the corresponding host name.
# The IP address and the host name should be separated by at least one
# space.
#
# Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual
# lines or following the machine name denoted by a '#' symbol.
#
# For example:
#
#      102.54.94.97     rhino.acme.com          # source server
#       38.25.63.10     x.acme.com              # x client host

# localhost name resolution is handled within DNS itself.
#    127.0.0.1       localhost
#    ::1             localhost
4. Selanjutnya kita ketik lagi IP Address sama persis dengan IP Address diatasnya kemudian diikuti alamat domain yang diinginkan. Misalnya kita ingin alamat domain localhost kita "http://azishapiddin" maka tambahkan:

127.0.0.1 azishapiddin
5. Setelah diedit, kurang lebih adalah sebagai berikut:

# Copyright (c) 1993-2009 Microsoft Corp.
#
# This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.
#
# This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each
# entry should be kept on an individual line. The IP address should
# be placed in the first column followed by the corresponding host name.
# The IP address and the host name should be separated by at least one
# space.
#
# Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual
# lines or following the machine name denoted by a '#' symbol.
#
# For example:
#
#      102.54.94.97     rhino.acme.com          # source server
#       38.25.63.10     x.acme.com              # x client host

# localhost name resolution is handled within DNS itself.
# 127.0.0.1       localhost
# ::1             localhost
127.0.0.1 azishapiddin
6. Silahkan save filenya. Kemudian nyalakan localhost anda, jika sebelumnya sudah nyala silahkan untuk restart kembali localhostnya. Kemudian buka browser dan masukan alamat domain yang sudah kita masukan tadi dan tadaa. Nama domain localhost kita berhasil diubah (lebih tepatnya ditambah sih, soalnya kalau anda buka http://localhost juga masih bisa ko).
Alamat domain localhost berhasil diubah

Oke sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

HTML

More »

PHP

More »