Cara Membulatkan Bilangan Desimal di PHP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
     Sesuai judul diatas, kita akan membahas bagaimana cara membulatkan bilangan desimal di PHP. Oh iya sebagai catatan saja, kalau kita inget-inget pas SD mungkin bapak/ibu guru matematikan kita pernah bilang "bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang koma" ya memang seperti itu, tapi secara notasi ilmiah (termasuk penulisan di PHP juga) bilangan desimal adalah bilangan yang mempunyai angka di belakang titik (.). Contohnya 8.9 maka dibaca "delapan koma sembilan". Jadi jangan heran jika nanti kita mencoba memasukan bilangan desimal tapi masih pake koma (,) seperti 8,9 atau 9,9 maka hasilnya tidak akan seperti yang kita inginkan. Oke kembali lagi ke pokok bahasan, untuk melakukan pembulatan PHP menyediakan beberapa function bawaan yaitu round(), ceil(), dan juga floor(). Nah apa sih perbedaan dari ketiga function tersebut? Kita bahas satu-satu yuk..

Pembulatan dengan round()

     Pembulatan dengan function ini adalah pembulatan seperti pada umumnya, yaitu jika nilai dibelakang koma-nya diatas 0.5 maka akan dibulatkan keatas, dan jika nilai di belakang komanya dibawah 0.49 maka akan dibulatkan kebawah. Sebagai contoh, jika 11.22 dibulatkan menggunakan round() maka akan menjadi 11 dan jika 6.7 dibulatkan dengan round() maka akan menjadi 7. Bisa dimengerti kan? Berikut contoh penggunaannya di PHP:

<?php
$bilangan1=11.22;
echo "Sebelum dibulatkan: " . $bilangan1 . ", setelah dibulatkan: " . round($bilangan1) . "<br>"; // Menampilkan 11
$bilangan2=6.7;
$bilangan2dibulatkan=round($bilangan2);
echo "Sebelum dibulatkan: " . $bilangan2 . ", setelah dibulatkan: " . $bilangan2dibulatkan;
?>
Maka hasilnya adalah:
 

Pembulatan dengan ceil()

     Ceil() adalah function pembulatan ke atas. Jika dalam function round() dilihat dulu angka dibelakang koma-nya, maka disini tanpa dilihat dulu langsung saja dibulatkan ke angka terdekat diatasnya. Sebagai contoh 1.2, 1.4, 1.5, 1.8, 1.9, 1.00001 akan sama-sama menghasilkan angka 2. Contoh penggunaannya:

<?php
$bilangan1=1.2;
$bilangan2=1.4;
$bilangan3=1.6;
$bilangan4=1.999;
$bilangan5=1.00001;
echo "Contoh penggunaan ceil():
";
// Semuanya akan menghasilkan angka 2 karena dibulatkan ke angka terdekat diatasnya.
echo $bilangan1 . " setelah dibulatkan adalah " . ceil($bilangan1) . "<br>";
echo $bilangan2 . " setelah dibulatkan adalah " . ceil($bilangan2) . "<br>";
echo $bilangan3 . " setelah dibulatkan adalah " . ceil($bilangan3) . "<br>";
echo $bilangan4 . " setelah dibulatkan adalah " . ceil($bilangan4) . "<br>";
echo $bilangan5 . " setelah dibulatkan adalah " . ceil($bilangan5) . "<br>";
?>
Maka hasilnya adalah:
 

Pembulatan dengan floor()

     Kebalikan dari ceil(), jika dalam ceil() berapapun angka dibelakang koma akan dibulatkan ke angka terdekat diatasnya, maka di function floor() ini akan dibulatkan ke angka terdekat dibawahnya. Contohnya seperti ini:

<?php
$bilangan1=1.2;
$bilangan2=1.4;
$bilangan3=1.6;
$bilangan4=1.999;
$bilangan5=1.00001;
echo "Contoh penggunaan floor():<br>";
// Semuanya akan menghasilkan angka 1 karena dibulatkan ke angka terdekat dibawahnya.
echo $bilangan1 . " setelah dibulatkan adalah " . floor($bilangan1) . "<br>";
echo $bilangan2 . " setelah dibulatkan adalah " . floor($bilangan2) . "<br>";
echo $bilangan3 . " setelah dibulatkan adalah " . floor($bilangan3) . "<br>";
echo $bilangan4 . " setelah dibulatkan adalah " . floor($bilangan4) . "<br>";
echo $bilangan5 . " setelah dibulatkan adalah " . floor($bilangan5) . "<br>";
?>
Maka hasilnya adalah:
 

Oke, sepertinya sekian saja tutorial kali ini. Jika masih ada yang belum dimengerti silahkan bertanya di kolom komentar.
Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


EmoticonEmoticon