Tutorial Laravel 1: Mengenal Framework Laravel dan Cara Install Laravel

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Diawali dari artikel ini, mulai sekarang SkripKu Dotkom akan membahas salah satu Framework PHP yang sangat populer dan menurut saya adalah Framework PHP paling keren saat ini. Kenapa paling keren? Mungkin nanti akan kita bahas dibagian bawah. Sebelumnya kita akan bahas dulu apa sih 'Framework' itu, jadi secara bahasa mah Framework teh artinya adalah Kerangka Kerja. Jadi intinya Framework adalah kumpulan kode atau kerangka kode yang udah jadi, jadi nanti kita tinggal pake aja. Contohnya kalau kita pake PHP Native (enggak pake Framework) terus mau bikin Pagination, maka kita harus bikin script buat Pagination-nya dari 0 atau Copas dari Project kita sebelumnya. Tapi kalo kita pake Framework, maka untuk membuat Pagination kita cukup pake fungsi yang udah disediain oleh Framework tersebut. Itu baru salah satu contoh, masih banyak lagi kemudahan-kemudahan yang lain jika kita menggunakan Framework. Nah mungkin seperti itu gambaran singkat tentang Framework itu apa, kalau masih kurang jelas silahkan cari-cari di Google artikel tentang Apa Itu Framework.

Apa itu Laravel?

    Laravel adalah Framework PHP yang menggunakan konsep MVC (Model View Controller), Laravel sendiri dikembangkan oleh Taylor Otwell pada tahun 2011 dan pada saat tulisan ini dibuat versi Laravel sudah mencapai 5.2. Jika kita buka website resmi Laravel disini maka kita akan langsung ditanya 'Love beautiful code? We do too.', yaps memang dibandingkan Framework-Framework yang lain menurut saya Laravel lah yang paling memperhatikan Kerapihan dan Kecantikan kode-nya, sehingga kalau dilihat akan terkesan lebih Cool dan Ekspresif.

Kenapa Pilih Laravel?

     Sebetulnya banyak sekali alasan kenapa kita disarankan pilih Laravel. Saya coba buka data The Most Popular Framework of 2015 versi sitepoint.com saya menemukan data seperti ini:

     Data diatas adalah berdasarkan survey di beberapa negara dan ternyata Laravel lah yang paling populer dikalangan Programmer PHP. Pastinya ada alasan mengapa Laravel menjadi Framework PHP paling populer, dan saya pun coba cari-cari tahu dan ternyata memang banyak sekali komponen di Laravel yang jarang ditemukan di Framework lain. Salah satunya adalah Artisan, jadi Artisan ini adalah command line atau perintah-perintah yang bisa dijalankan lewat Command Prompt (kalau di Windows) atau di Terminal (kalau di GNU/ Linux). Artisan ini akan sangat membantu kita dalam mendevelop sebuah aplikasi menggunakan Laravel. Contohnya kalau kita mau bikin Controller maka kita cukup ketikan perintah php artisan make:controller namacontroller maka file Controller akan otomatis ada, jadi kita enggak usah bikin file Controller secara manual terus bikin Class dan hal-hal yang cukup ribet lainnya. Selain Controller, kita juga bisa bikin Model, Migration, dll. Terus di Laravel juga ada Eloquent ORM yang akan mempermudah kita untuk berinteraksi dengan database. Ada Blade Templating yang akan membantu kita membuat template kita lebih terstruktur dan dinamis. Dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan Laravel dibanding Framework PHP yang biasa.

Cara Install Laravel

     Berbeda dengan Framewrok PHP biasa, kita enggak bisa nge-install lewat cara konvensional (download file mentahannya terus di ekstrak) karena ada beberapa Library yang harus didownload lagi, sebenarnya bisa aja sih tapi sangat tidak disarankan karena Laravel yang kita download tidak dijamin up to date. Tapi dengan kita install-nya lewat Composer maka Composer akan otomatis akan mendownload library-library yang dibutuhkan tadi dan dijamin kita akan mendapatkan versi terbaru. Oke berikut langkah-langkah untuk install Laravel:

1. Pastikan komputer kita sudah terhubung ke Internet dan pastikan juga di komputer kita sudah terinstall Composer. Jika belum, silahkan install terlebih dahulu dengan mengikuti tutorialnya disini.
2. Silahkan buka Command Prompt kemudian silahkan masuk ke direktori tempat kita mau install project Laravel kita. Gunakan perintah dir untuk menampilkan direktori, cd namadirektori untuk masuk ke suatu direktori, dan cd.. untuk kembali 1 langkah ke direktori diatasnya. Silahkan masuk ke direktori mana aja karena ini adalah salah satu kelebihan Laravel, jadi project Laravel kita enggak harus disimpen di direktori htdocs (XAMPP) atau di www (AppServ).
3. Setelah langkah ke-2 selesai, selanjutnya kita ketikan perintah dibawah kemudian tekan enter.

composer create-project laravel/laravel belajarlaravel
Note: Silahkan ganti belajarlaravel dengan nama folder yang diinginkan.
4. Silahkan tunggu beberapa menit, Composer akan mendownload Laravel ke komputer kita.
5. Jika muncul tampilan Application key bla bla bla.. berarti Laravel sudah berhasil didownload.
6. Selanjutnya kita masuk ke folder project Laravel kita dengan mengetikan perintah cd belajarlaravel
7.Kemudian kita jalankan perintah php artisan serve untuk memulai Laravel Development Server.
8. Kemudian buka http://localhost:8000/ di browser, jika muncul tampilan seperti dibawah berarti Laravel sudah berhasil diinstall di komputer kita, selamat.

      Cara diatas adalah salah satu dari berbagai metode untuk menginstall Laravel, tapi menurut saya cara diatas lah yang paling mudah dan paling simple. Jadi kita enggak usah nyalain XAMPP/ AppServe/ dll. Cukup buka CMD kemudian masuk ke direktori dan ketikan php artisan serve dan kita siap untuk bertempur. Saya baru kenal Laravel sekitar bulan Maret 2016, jadi disini saya itung-itung ngafalin sama nyatet apa yang udah saya pelajari aja.

Oke mungkin sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh..

Apa Itu Composer dan Cara Install Composer di Windows

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
     Pernahkah temen-temen mengerjakan suatu project yang membutuhkan third party libraries? Jika belum, anggap saja sudah. Sebut saja kita mau pake Library A, kalau kita pake cara yang biasa mungkin hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuka situs web resmi-nya kemudian cari tombol 'Download' kemudian download dan ekstrak library tersebut. Oke sederhana memang, tapi coba bayangkan jika Library A tersebut ternyata membutuhkan Library Z, belum lagi kita harus menyesuaikan apakah versi Library Z yang mau didownload kompatibel dengan versi Library A tadi? Sampai disini udah lumayan ribet kan, belum lagi jika ada versi terbaru dari Library A dan Library Z tadi, maka kita harus download lagi satu persatu, kemudian pasang lagi satu per satu. Cukup ngerepotin kan?

Perkenalkan "Composer", Dependency Manager for PHP

     Jika temen-temen pernah punya masalah seperti diatas, maka beruntunglah sekarang (sebetulnya udah lama banget sih) ada software yang namanya "Composer". Dengan menggunakan Composer, jika kita ingin menginstall Library A tadi, maka kita cukup buka CLI kemudian masuk ke direktori tempat kita ingin meng-installnya dan ketikan beberapa perintah dan nama library-nya maka Composer akan otomatis meng-install Library A beserta library-library lain yang dibutuhkan dan sudah pasti kompatibel. Bagaimana jika beberapa bulan kemudian Library A mengeluarkan versi terbaru dan kita ingin meupdate Library A tadi? Tenang, di Composer juga ada perintah untuk meng-update. Jadi semua Library A dan library-library yang dibutuhkan tadi akan otomatis ikut terupdate. Keren kan?
     Untuk bisa menggunakan Composer ini, pastikan versi PHP yang kita pakai adalah PHP 5.3.2 atau yang lebih tinggi. Oke mungkin segini udah cukup perkenalannya, kalau masih kurang jelas temen-temen bisa main ke situs resminya di https://getcomposer.org/.

Cara Install Composer di Windows

     Sebelumnya karena Composer ini adalah Dependency Manager for PHP, jadi pastikan di PC kita sudah terinstall PHP. Disini saya pake XAMPP yang kebetulan didalamnya udah termasuk PHP. Jadi jika di komputer temen-temen belum terinstall XAMPP, silahkan baca tutorialnya disini.
1. Buka situs resminya, https://getcomposer.org/. Kemudian silahkan cari tombol 'Download' dan buka halaman tersebut.
2. Silahkan download Windows Installer dengan klik link Composer-Setup.exe.
3. Silahkan download seperti biasa, ukurannya juga kecil ko < 1 MB.
4. Setelah proses downloadnya selesai, silahkan buka file tersebut.
5. Silahkan ikuti langkah-langkah sesuai prosedur. Kemudian jika muncul tampilan seperti dibawah, kita cari file php.exe, kalau saya sendiri letaknya di D:\xampp\php\php.exe soalnya saya sering nyimpen file XAMPP saya di partisi D. Silahkan sesuaikan dengan tempat temen-temen menyimpan file XAMPP temen-temen, tapi biasanya Composer akan otomatis mendeteksi dimana letak file php.exe kita. Jika sudah, silahkan klik Next.
6. Tunggu beberapa saat, kemudian akan muncul tampilan Proxy Settings, jika temen-temen pake proxy silahkan isi, jika tidak langsung aja klik Next. Pada tampilan selanjutnya silahkan klik Install dan ikuti prosedur selanjutnya sampai proses instalasi selesai.
7.  Selanjutnya untuk mengetes apakah proses instalasi berhasil atau tidak, silahkan buka Command Prompt kemudian masukan perintah composer kemudian enter.
8. Jika muncul tampilan seperti diatas, selamat berarti Composer berhasil di-install di komputer kita dan sekarang sudah siap tempur.

Oke sekian tutorial pengenalan dan cara instalasi Composer ini. Pada tutorial selanjutnya, kita akan membahas bagaimana cara mendownload Library/ Package menggunakan Composer ini.
Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Singkat Menulis IF dengan Ternary Operator di PHP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
     Guru saya pernah mengatakan bahwa "salah satu yang terpenting dari logika pemrograman itu adalah percabangan dan looping (perulangan)", yaps itu benar sekali. Kalau kita bicara pemrograman, pasti setiap bahasa mempunyai kedua statement ini walaupun syntax/ cara penulisannya berbeda-beda. Kalaupun ada bahasa komputer yang tidak menyediakan kedua statement tersebut, saya berani bilang bahwa bahasa tersebut BUKAN BAHASA PEMROGRAMAN. Untuk loopingnya sendiri kita udah bahas di artikel Mengenal Perulangan (Looping) di PHP Part 1: For dan Foreach dan Mengenal Perulangan (Looping) di PHP Part 2: while dan do while, pada artikel kali ini kita akan membahas salah satu statement percabangan di PHP yang lumayan jarang diketahui yaitu "Ternary Operator". Apa sih Ternary Operator itu? Sebelumnya, mari kita lihat dulu script dibawah: Sebetulnya jika kita menggunakan PHP, maka kita bisa lebih menyingkat dan menghemat script percabangan tersebut dengan Ternary Operator. Syntax/ cara penulisan Ternary Operator adalah sebagai berikut: Jadi kalau contoh script pertama tadi kita ubah jadi pake Ternary Operator, maka kurang lebih akan seperti ini: Lumayan kan, kita bisa menghemat script yang tadinya ada 6 baris menjadi 3 baris. Atau kalau kita pengen yang lebih hemat kita juga bisa menggunakan cara seperti dibawah: Karena $nilai_azis lebih besar dari 90, maka ketiga contoh diatas akan menghasilkan output yang sama yaitu:
     Bagaimana jika kita mempunyai percabangan dengan banyak kondisi atau biasa disebut ifelseif..else? Kita tinggal masukin aja Ternary Operator didalam Ternary Operator, dengan syarat Ternary Operator yang kedua harus berada dalam tanda kurung. Bingung kan? Sama saya juga bingung hehe, biar gak bingung mending lihat dan coba script dibawah: Keren kan? Tapi tetep penggunaan Ternary Operator ini lebih baik dihindari karena lebih sulit untuk dibaca dan difahami dari pada Statement IF yang biasa. Apalagi bagi orang yang baru terjun di Pemrograman, pasti agak kebingungan ketika menemukan Statement seperti ini.

Oke sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat.
Mohon maaf atas segala kekurangannya, terima kasih atas kunjungannya.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Cara Membuat Virtual Host di XAMPP

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.
     Pada beberapa artikel artikel sebelumnya, SkripKu Dotkom pernah membahas tentang Cara Mengubah Nama Domain Localhost (kalau belum baca silahkan baca dulu). Jadi intinya pada tutorial tersebut kita hanya ingin mengubah domain localhost kita dengan nama lain misal: http://azishapiddin, http://azishapidin.com, dll. Sehingga kalau kita punya folder namaproject di direktori xampp/htdocs, maka untuk mengaksesnya kita perlu mengetikan namadomain/namaproject. Nah dengan Virtual Host,  untuk mengakses folder namaproject tadi, kita bisa masuk lewat namaproject.com, atau misalkan namapro.ject, atau apa aja sesuai keinginan. Pada contoh dibawah, kita punya sebuah folder dalam htdocs yang bernama azishapiddin. Normalnya, untuk mengakses folder tersebut kita harus membuka localhost/azishapiddin dan kita akan membuat Virtual Host sehingga untuk mengakses folder tersebut kita cukup membuka azishapiddin.com . Oke, siap? Silahkan baca kemudian ikuti langkah-langkah dibawah ini:

Mendaftarkan Domain dengan Meng-edit File Hosts

  • 1. Pertama, nyalakan Apache terlebih dahulu pada XAMPP yang akan kita gunakan.
  • 2. Kemudian buka teks editor (apa aja yang penting teks editor, boleh Notepad, Sublime Text, dll.). Tapi ingat, anda harus membuka-nya dengan mode Administrator dengan cara klik kanan pada teks editor yang akan dibuka kemudian pilih Run as administrator.
  • 3. Tekan CTRL+O kemudian buka fle C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts
  • Pada baris paling akhir, silahkan tambahkan perintah berikut:
  • 
    127.0.0.1 azishapiddin.com
    
  • 4. Untuk mengecek saja, kita buka Command Prompt kemudian ketikan perintah ping azishapiddin.com . Jika hasilnya menunjukan bahwa domain tersebut mengarah ke 127.0.0.1 seperti pada gambar dibawah, maka kita bisa langsung melaju ke tahap Semi-Final selanjutnya.

Mengedit File httpd-vhosts.conf

  • 1. Langkah selanjutnya adalah mengedit file konfigurasi Apache menggunakan Text Editor. File ini terletak di D:\xampp\apache\conf\extra\httpd-vhosts.conf (Saya biasanya nyimpen file XAMPP di di partisi D:, silahkan sesuaikan dengan partisi tempat menyimpan program file xampp Anda). Jika kita buka file tersebut, kurang lebih kita akan menemukan code seperti dibawah:
  • 
    # Virtual Hosts
    #
    # Required modules: mod_log_config
    
    # If you want to maintain multiple domains/hostnames on your
    # machine you can setup VirtualHost containers for them. Most configurations
    # use only name-based virtual hosts so the server doesn't need to worry about
    # IP addresses. This is indicated by the asterisks in the directives below.
    #
    # Please see the documentation at 
    # <URL:http://httpd.apache.org/docs/2.4/vhosts/>
    # for further details before you try to setup virtual hosts.
    #
    # You may use the command line option '-S' to verify your virtual host
    # configuration.
    
    #
    # Use name-based virtual hosting.
    #
    ##NameVirtualHost *:80
    #
    # VirtualHost example:
    # Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.
    # The first VirtualHost section is used for all requests that do not
    # match a ##ServerName or ##ServerAlias in any <VirtualHost> block.
    #
    ##<VirtualHost *:80>
        ##ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com
        ##DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/dummy-host.example.com"
        ##ServerName dummy-host.example.com
        ##ServerAlias www.dummy-host.example.com
        ##ErrorLog "logs/dummy-host.example.com-error.log"
        ##CustomLog "logs/dummy-host.example.com-access.log" common
    ##</VirtualHost>
    
    ##<VirtualHost *:80>
        ##ServerAdmin webmaster@dummy-host2.example.com
        ##DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/dummy-host2.example.com"
        ##ServerName dummy-host2.example.com
        ##ErrorLog "logs/dummy-host2.example.com-error.log"
        ##CustomLog "logs/dummy-host2.example.com-access.log" common
    ##</VirtualHost>
    
  • 2. Kode diatas merupakan contoh konfigurasi untuk membuat virtual host. Karena kita akan membuat Virtual Host baru, silahkan tambahkan kode berikut di baris paling bawah:
  • 
    <VirtualHost *:80>
        ServerAdmin webmaster@azishapiddin.com
        DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/azishapiddin"
        ServerName azishapiddin.com
        ErrorLog "logs/azishapiddin.coms-error.log"
        CustomLog "logs/azishapiddin.com-access.log" common
    </VirtualHost>
    
    Note: Silahkan sesuaikan nama folder (DocumentRoot) dengan folder Anda. Saya biasa nyimpen file XAMPP-nya di partisi D:, jadi sesuain aja sama partisi tempat menyimpan XAMPP punya Anda. Kemudian sesuaikan juga nama domain (ServerName) sesuai keinginan Anda, disitu saya mengisinya dengan azishapiddin.com
  • 3. Setelah ditambahkan, kurang lebih file konfigurasi-nya jadi seperti ini:
  • 
    # Virtual Hosts
    #
    # Required modules: mod_log_config
    
    # If you want to maintain multiple domains/hostnames on your
    # machine you can setup VirtualHost containers for them. Most configurations
    # use only name-based virtual hosts so the server doesn't need to worry about
    # IP addresses. This is indicated by the asterisks in the directives below.
    #
    # Please see the documentation at 
    # <URL:http://httpd.apache.org/docs/2.4/vhosts/>
    # for further details before you try to setup virtual hosts.
    #
    # You may use the command line option '-S' to verify your virtual host
    # configuration.
    
    #
    # Use name-based virtual hosting.
    #
    ##NameVirtualHost *:80
    #
    # VirtualHost example:
    # Almost any Apache directive may go into a VirtualHost container.
    # The first VirtualHost section is used for all requests that do not
    # match a ##ServerName or ##ServerAlias in any <VirtualHost> block.
    #
    ##<VirtualHost *:80>
        ##ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com
        ##DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/dummy-host.example.com"
        ##ServerName dummy-host.example.com
        ##ServerAlias www.dummy-host.example.com
        ##ErrorLog "logs/dummy-host.example.com-error.log"
        ##CustomLog "logs/dummy-host.example.com-access.log" common
    ##</VirtualHost>
    
    ##<VirtualHost *:80>
        ##ServerAdmin webmaster@dummy-host2.example.com
        ##DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/dummy-host2.example.com"
        ##ServerName dummy-host2.example.com
        ##ErrorLog "logs/dummy-host2.example.com-error.log"
        ##CustomLog "logs/dummy-host2.example.com-access.log" common
    ##</VirtualHost>
    
    <VirtualHost *:80>
        ServerAdmin webmaster@azishapiddin.com
        DocumentRoot "D:/xampp/htdocs/azishapiddin"
        ServerName azishapiddin.com
        ErrorLog "logs/azishapiddin.coms-error.log"
        CustomLog "logs/azishapiddin.com-access.log" common
    </VirtualHost>
    
  • 4. Silahkan Save file httpd-vhosts.conf tersebut.

Pengetesan

  • 1. Sekarang kita restart Apache pada XAMPP yang kita gunakan dengan cara klik Stop pada Apache sampai warna hijau-nya menghilang, kemudian klik Start pada Apache-nya sampai kembali berwarna hijau.
  • 2. Sekarang buka browser, kemudian buka azishapiddin.com
  • 3. Jika muncul tampilan seperti diatas, berarti kita sudah berhasil membuat Virtual Host sendiri.
Mudah kan? Sekarang web yang kita simpan di direktori D:/xampp/htdocs/azishapiddin bisa diakses melalui azishapiddin.com.

Oke, sekian tutorial kali ini, jika masih ada pertanyaan silahkan tanyakan di kolom komentar.
Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

HTML

More »

PHP

More »