Manfaat Nge-Blog bagi Programmer

     Banyak manfaat yang akan kita dapatka jika punya blog. Mulai dari mengasah keterampilan menulis, sharing ilmu, curhat, bahkan mencari uang dan menyebarkan propaganda sekalipun bisa kita lakukan dengan mempunyai blog. Dan dari sekian banyak keuntungan yang bisa kita dapat dari nge-blog ada juga sebagian dari kita yang nge-blog hanya untuk menyalurkan hobi saja. Ya terserah saja sebetulnya, yang penting ada manfaat bagi pemilik blog baik materi maupun non-materi.
     Khusus bagi seorang Programmer atau orang IT, (menurut saya) hukum mempunyai blog ini adalah Sunnah Muakkad. Kenapa? Banyak sekali keuntungan yang didapat Programmmer jika mempunyai blog. Tapi sebelum kita bahas apa saja keuntungannya disini saya mau jujur dulu sebetulnya saya belum jadi Programmer yang bener-bener Programmer (masih newbie banget), saya masih belajar dan project yang sudah saya kerjakan pun masih dalam hitungan jari tangan dan kaki. Jadi saya disini cuma menunjukan pandangan pribadi saya saja. Adapun nanti kalau temen-temen Programmer yang lebih berpengalaman ada yang kurang setuju dengan pendapat saya silahkan untuk mendiskusikannya di kolom komentar. Oke? Berikut keuntungan jika Programmer punya blog:

1. Meningkatkan Kredibilitas kita sebagai Programmer

Singkatnya jika kita menulis tutorial tentang Laravel, maka minimal orang lain akan menganggap kita bisa atau pernah mencoba Laravel. Begitupun juga jika kita membahas Bootstrap, maka orang lain pun akan menganggap kita bisa Bootstrap. Dan semakin banyak yang kita bahas maka kita akan semakin dianggap 'bisa'. Dan menurut MediaBistro, 9 dari 10 perusahaan memeriksa profile online sebelum merekrutnya. Dan blog kita pun menjadi salah satu yang akan mereka periksa jika suatu saat kita melamar menjadi Programmer di suatu perusahaan.

2. Meyakinkan Klien bahwa kita adalah Programmer Asli

Ini sangat penting karena kepercayaan sangat mahal harganya. Dan bagi seorang Freelance Programmer, tentu kepercayaan menjadi nomer 1 sebelum skill. Walaupun skill kita masih biasa-biasa tapi ketika kita dipercaya maka Insya Allah calon klien tidak akan ragu menjadikan kita sebagai rekan bisnis mereka. Dan salah satu cara untuk mendapatkan kepercayaan tadi adalah lewat nge-blog, tentunya blog-nya harus ngebahas tentang Pemrograman.

3. Menambah Wawasan

Ketika kita akan membuat sebuah tutorial/artikel, minimal kita akan baca-baca terlebih dahulu untuk mencari referensi. Mungkin emang sedikit, tapi jika kita sering melakukannya maka lama kelamaan ilmu yang kita dapat akan terus menggunung.

4. Dan masih banyak lagi


Tapi saya tegaskan sekali lagi bahwa disini saya masih newbie banget di dunia Programmer, jadi kalau ada pemikiran saya yang salah mohon dimaafkan dan jika berkenan tolong luruskan pendapat saya yang salah tadi di kolom komentar.
Terima kasih atas kunjungannya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Mengenal Gaya Penulisan Snake Case dan Camel Case


     Gaya penulisan setiap orang pada dasarnya akan berbeda antara satu programmer dengan programmer lain. Sebetulnya ini tidak terlalu menjadi masalah ketika kita ngoding cuma untuk diri kita sendiri. Tapi berbeda halnya ketika kita ngoding dalam sebuah team atau kita sedang membuat script yang akan dilihat oleh orang banyak, kita dituntut untuk mengikuti standar penulisan agar lebih mudah dipahami dan dimaintenis maintenance. Mulai dari penempatan tanda kurung kurawal, penempatan operator, penamaan variabel, dan lain-lain. Contohnya dalam penamaan variabel, ketika kita membuat variabel yang menampung nilai saya (Azis) tentunya memberi nama $nilai_azis akan lebih deksriptif dibanding $na. Contoh lainnya adalah dalam penulisan nama function atau prosedur, memberi nama ubah_ke_angka() akan lebih mudah difahami dan enak dilihat ketimbang ubahangka(). Oke berbicara tentang penamaan variabel dan fungsi, salah satu (sebetulnya ada dua) gaya yang populer adalah Snake Case dan Camel Case. Nah makhluk macam apakah Snake Case dan Camel Case itu? Mari kita bahas satu-satu.

1. Snake Case

Diberi nama Snake Case karena katanya susunan teks-nya mirip ular yang menjalar (menurut saya enggak mirip-mirip amat sih) yaitu menggunakan underscore (_) untuk memisahkan kata. Kelebihan Snake Case ini yaitu lebih mudah dibaca karena setiap kata dipisahkan dengan underscore. Contohnya seperti:

2. Camel Case

Diberi nama Camel Case karena susunan teks-nya mirip-mirip punggung unta yang naek turun naek turun (sekali lagi menurut saya enggak mirip-mirip amat). Ciri-ciri dari Camel Case ini adalah semua kata disatukan, terus huruf pertama biasanya huruf kecil kemudian kata ke-dua dan seterusnya dimulai dengan huruf kapital. Kelebihan dari Camel Case ini adalah terlihat lebih mudah diketik, tapi kekurangannya agak sedikit susah dibaca soalnya tidak ada pemisah antara satu kata dengan kata lain. Jika contoh pada Snake Case tadi kita konversi ke Camel Case maka kurang lebih jadi seperti ini:

Jadi sering pake gaya manakah temen-temen? Semuanya kembali lagi kepada individu masing-masing. Tapi untuk tingkatan pemula seperti saya, biasanya lebih sering menggunakan gaya Snake Case karena lebih mudah dibaca. Sebetulnya masih ada 1 lagi yaitu Spinal Case, cirinya setiap kata dipisah menggunaan strip (-), tapi yang satu ini agak jarang saya temukan jadi enggak usah dibahas.
Oke sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Sumber gambar: http://blog.octo.com/en/design-a-rest-api/

HTML

More »

PHP

More »