Mengenal Gaya Penulisan Snake Case dan Camel Case


     Gaya penulisan setiap orang pada dasarnya akan berbeda antara satu programmer dengan programmer lain. Sebetulnya ini tidak terlalu menjadi masalah ketika kita ngoding cuma untuk diri kita sendiri. Tapi berbeda halnya ketika kita ngoding dalam sebuah team atau kita sedang membuat script yang akan dilihat oleh orang banyak, kita dituntut untuk mengikuti standar penulisan agar lebih mudah dipahami dan dimaintenis maintenance. Mulai dari penempatan tanda kurung kurawal, penempatan operator, penamaan variabel, dan lain-lain. Contohnya dalam penamaan variabel, ketika kita membuat variabel yang menampung nilai saya (Azis) tentunya memberi nama $nilai_azis akan lebih deksriptif dibanding $na. Contoh lainnya adalah dalam penulisan nama function atau prosedur, memberi nama ubah_ke_angka() akan lebih mudah difahami dan enak dilihat ketimbang ubahangka(). Oke berbicara tentang penamaan variabel dan fungsi, salah satu (sebetulnya ada dua) gaya yang populer adalah Snake Case dan Camel Case. Nah makhluk macam apakah Snake Case dan Camel Case itu? Mari kita bahas satu-satu.

1. Snake Case

Diberi nama Snake Case karena katanya susunan teks-nya mirip ular yang menjalar (menurut saya enggak mirip-mirip amat sih) yaitu menggunakan underscore (_) untuk memisahkan kata. Kelebihan Snake Case ini yaitu lebih mudah dibaca karena setiap kata dipisahkan dengan underscore. Contohnya seperti:

2. Camel Case

Diberi nama Camel Case karena susunan teks-nya mirip-mirip punggung unta yang naek turun naek turun (sekali lagi menurut saya enggak mirip-mirip amat). Ciri-ciri dari Camel Case ini adalah semua kata disatukan, terus huruf pertama biasanya huruf kecil kemudian kata ke-dua dan seterusnya dimulai dengan huruf kapital. Kelebihan dari Camel Case ini adalah terlihat lebih mudah diketik, tapi kekurangannya agak sedikit susah dibaca soalnya tidak ada pemisah antara satu kata dengan kata lain. Jika contoh pada Snake Case tadi kita konversi ke Camel Case maka kurang lebih jadi seperti ini:

Jadi sering pake gaya manakah temen-temen? Semuanya kembali lagi kepada individu masing-masing. Tapi untuk tingkatan pemula seperti saya, biasanya lebih sering menggunakan gaya Snake Case karena lebih mudah dibaca. Sebetulnya masih ada 1 lagi yaitu Spinal Case, cirinya setiap kata dipisah menggunaan strip (-), tapi yang satu ini agak jarang saya temukan jadi enggak usah dibahas.
Oke sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Sumber gambar: http://blog.octo.com/en/design-a-rest-api/

8 komentar

Kalo saya sih padukan keduanya :D

Kalo penulisan sendiri pengaruh ke bahasa pemrograman nya ndak ya, camel case kan biasa di pake java apa jalan juga di php script?

Kalo penulisan sendiri pengaruh ke bahasa pemrograman nya ndak ya, camel case kan biasa di pake java apa jalan juga di php script?

This comment has been removed by the author.


EmoticonEmoticon