Membuat Dummy Data dengan Seeder di Laravel

     Beberapa bulan yang lalu skripku.com pernah membahas tentang Migration di Laravel, kali ini kita akan belajar bersama cara membuat dummy data dengan Seeder. Sebelum belajar lebih jauh, kita liat dulu Seeder itu apa sih. Kalau dilihat dari bahasa 'Seeder' ini artinya benih, secara istilah saya kurang tau hehe. Tapi kurang lebih fungsi Seeder ini adalah untuk membuat Dummy Data yang bisa kita masukan secara otomatis kedalam database. Sehingga untuk melakukan pengujian aplikasi kita nanti, kita tidak usah input data manual. Laravel ini sangat memudahkan sekali bagi seorang web developer, terutama untuk yang bekerja dalam team. Jadi ketika orang lain ingin mencoba aplikasi kita, kita tidak usah meng-copy database-nya sama sekali. Untuk membuat struktur database kita bisa menggunakan Migrations dan untuk contoh dummy data nya kita bisa menggunakan Seeder ini. Oke perkenalannya cukup segini aja ya? Mari kita lanjut dengan membuat Seeder. Oh iya, sebelum melanjutkan tutorial ini pastika temen-temen sudah membaca dan mengerti tentang Migrations yang bisa dibaca disini, karena kita akan melanjutkan pembahasan yang ada di artikel tersebut.

Membuat Seeder

Untuk membuat Seeder kita cukup menggunakan perintah php artisan make:seeder kemudian diikuti nama Seeder. Misal:
Kemudian kita buka project laravel kita, dan perhatikan di direktori database/seeds, maka kita akan menemukan file OrangSeeder.php yang kurang lebih isinya seperti ini:
Disitu kita lihat terdapat method run, di method run ini kita akan isi perintah untuk memasukan dummy data ke database kita. Sebagai contoh kita akan memasukan sample data sebanyak 4 baris, kurang lebih seperti ini:

Register Class di DatabaseSeeder.php

Masih di direktori yang sama, kita buka file DatabaseSeeder.php kemudian kita tambahkan class OrangSeeder tadi agar ketika menjalankan php artisan db:seed Laravel Seeder akan memanggil class yang sudah kita buat tadi:


Menjalankan Seeder

Selanjutnya masuk ke Terminal/CMD kemudian arahkan ke direktori project Laravel kita terus jalankan perintah php artisan db:seed di Terminal/CMD kita.
Kemudian kita buka Console Database atau phpMyAdmin (jika pake MySQL) untuk memastikan apakah dummy data berhasil masuk atau tidak ke database.
Nah sepertinya kita sudah berhasil, yang jadi pertanyaan mungkin kenapa created_at sama updated_at nya NULL? Itu karena kita masukin data langsung ke Tabel lewat Facade DB, jika kita ingin kedua kolom tadi terisi kita bisa insert data lewat Model. Insya Allah untuk Model akan saya bahas pada artikel berikutnya.

Sekian tutorial kali ini,
Semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Membuat Konfirmasi Hapus Data dengan JavaScript


     Dalam pembuatan sebuah aplikasi, maka kita mengenal istilah CRUD yaitu singkatan dari Create, Read, Update and Delete. Biasanya minimal terdapat 4 fitur tersebut, salah satu yang akan kita bahas adalah dalam fitur Delete. Tentu dalam sebuah aplikasi harus ada fitur untuk menghapus data, jika tidak bisa-bisa data yang terdapat di database kita numpuk. Kecual jika kita ingin terus menyimpannya sebagai arsip atau bahan analisa di masa depan. Ketika user menekan tombol 'hapus' biasanya ada peringatan/konfirmasi terlebih dahulu, hal ini berfungsi untuk mengantisipasi jika ternyata user tidak sengaja meng-klik tombol hapus yang ada di aplikasi kita.
     Oke langsung saja kita ke pembahasan, karena kita akan berinteraksi dengan browser maka kita harus menggunakan JavaScript. Kita cukup memanggil fungsi dibawah:
Ketika kita memanggil fungsi diatas, maka dilayar user akan muncul kotak konfirmasi beserta tombol Yes dan No. Jika tombol Yes yang dipilih, maka akan mengembalikan nilai TRUE dan akan mengembalikan nilai FALSE jika sebaliknya. Cara penggunaanya bisa kita masukan di button ataupun di hyperlink biasa, caranya kita cukup masukan kedalam event onclick="" di tag kita. Berikut contoh cara penggunaannya: Oke sekian tutorial singkat kali ini, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sumber gambar: http://opensourceforu.com/2017/02/javascript-apps-self-protecting-resilient-against-code-tampering/

Cara Membuat Database Migrations di Laravel

Salah satu fitur keren yang dimiliki Framework Laravel adalah Migrations. Apa itu Migrations dan manfaat apa yang bisa kita dapat jika menggunakan Migrations di Laravel ini? Jadi Migrations ini adalah Tools yang akan membantu kita dalam membuat database dengan Project Laravel, bukan hanya itu Migrations juga bisa menjadi Version Control untuk database kita. Artinya jika misalkan kita sudah membuat database dan pengen ada perubahan, kita cukup batalkan database yang sebelumnya kemudian edit file migrations-nya dan tinggal jalankan lagi migrations. Migrations ini juga akan sangat membantu ketika kita mengerjakan project bersama beberapa orang (team) karena kita enggak usah export/import database lagi, cukup konfigurasi database dan copy project-nya kemudian jalankan perintah migrations maka otomatis database akan terbuat. Masih banyak keuntungan yang bisa kita dapat jika menggunakan Laravel Migrations ini, tapi silahkan coba dan baca di dokumentasi resminya saja biar tau sendiri hehe. Oh iya, pastikan juga sebelumnya temen-temen sudah setting konfigurasi database nya di file bernama .env, silahkan ganti nilai dari DB_HOST, DB_DATABASE, DB_USERNAME dan DB_PASSWORD.

Membuat Migrations

Untuk membuat Migrations kita cukup membuka command-line kita, kemudian masuk ke direktori project laravel. Kemudian jalankan perintah berikut: Untuk nama_migration biasanya ditulis dengan gaya Snake Case (Baca juga: Mengenal Gaya Penulisan Snake Case dan Camel Case) dan biasanya berisi kalimat kerja. Misal: bikin_tabel_murid atau buat_tabel_mahasiswa. Sebagai contoh pada artikel ini kita akan membuat Migrations untuk membuat tabel orang. Jadi kurang lebih seperti ini: Jalankan perintah diatas dengan menekan tombol Enter. Jika tidak ada masalah, maka akan ada pesan 'Created Migration: bla bla bla' seperti gambar dibawah:
Kemudian akan otomatis tercipta file migrations di direktori database/migrations bernama 'xxxx_xx_xx_xxxxx_bikin_tabel_orang.php'. Silahkan buka dan kita akan menemukan sebuah kerangka Migrations kosong seperti dibawah: Perhatikan kerangka diatas, kita menemukan 2 buah metode yaitu up() dan down(). Metode up() ini akan kita isi dengan perintah untuk membuat tabelnya dan down() kita isi dengan perintah untuk menghapus tabel. Kita akan menggunakan facade bernama Schema, kita mulai dengan mengisi metode up() terlebih dahulu. Untuk membuat tabel, kita bisa menggunakan create() yang berisi 2 parameter. Parameter pertama berisi nama tabel yang akan kita buat dan parameter kedua berisi detail dari tabel tersebut. Silahkan masukan perintah dibawah kedalam metode up():
Contoh diatas masih sederhana, silahkan ubah sesuka hati, temen-temen bisa baca-baca di https://laravel.com/docs/5.3/migrations untuk penjelasan lebih lengkap.
Oke selanjutnya kita isi metode down(), yang ini sangat simple kita enggak perlu macem-macem (walaupun bisa). Cukup isi dengan: Setelah diubah dan kita isi, maka kurang lebih jadinya seperti ini:
Sampai disini kita sudah berhasil membuat Database Migrations walaupun sangat sederhana, selanjutnya kita tinggal menuju langkah pengetesan.

Menjalankan dan Membatalkan Migrations

Untuk menjalankan Migration diatas caranya lebih mudah lagi. Untuk menjalankan, kita cukup mengetikan perintah migrate. Dan jika kita ingin membatalkan migrations yang sudah dijalankan, kita cukup mengetikan perintah migrate:rollback.
Oke langsung saja kita coba, masuk ke command-line kita dan masuk ke direktori laravel kemudian ketikan perintah dibawah:
Jika tidak ada masalah, maka akan muncul pesan seperti dibawah. Kita abaikan saja migration create_users_table dan create_password_resets_table karena itu bawaan Laravel:
Selanjutnya kita pastikan bahwa tabel telah dibuat di database kita dengan masuk ke phpmyadmin:
Jika kita perhatikan screenshot diatas, kita akan menemukan 4 tabel. 3 tabel merupakan hasil dari Migration yang kita jalankan tadi dan 1 milik sistem Migration itu sendiri. Sekarang kita coba batalkan tabel yang kita buat tadi, silahkan masukan perintah php artisan migrate:rollback pada command-line tadi. Kemudian silahkan cek di phpmyadmin dan tadaa.. Yang tersisa tinggal tabel migrations.

Oke sekian tutorial singkat kali ini, ini hanya sebagai gambaran singkat saja. Kalau mau yang lebih lengkap silahkan temen-temen untuk membuka dokumentasi resminya.
Jika ada pertanyaan, silahkan untuk komentar atau bertanya lewat fitur Live Chat yang ada di website ini.
Terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wbarakatuh..

HTML

More »

PHP

More »