Cara Membuat Database Migrations di Laravel

Salah satu fitur keren yang dimiliki Framework Laravel adalah Migrations. Apa itu Migrations dan manfaat apa yang bisa kita dapat jika menggunakan Migrations di Laravel ini? Jadi Migrations ini adalah Tools yang akan membantu kita dalam membuat database dengan Project Laravel, bukan hanya itu Migrations juga bisa menjadi Version Control untuk database kita. Artinya jika misalkan kita sudah membuat database dan pengen ada perubahan, kita cukup batalkan database yang sebelumnya kemudian edit file migrations-nya dan tinggal jalankan lagi migrations. Migrations ini juga akan sangat membantu ketika kita mengerjakan project bersama beberapa orang (team) karena kita enggak usah export/import database lagi, cukup konfigurasi database dan copy project-nya kemudian jalankan perintah migrations maka otomatis database akan terbuat. Masih banyak keuntungan yang bisa kita dapat jika menggunakan Laravel Migrations ini, tapi silahkan coba dan baca di dokumentasi resminya saja biar tau sendiri hehe. Oh iya, pastikan juga sebelumnya temen-temen sudah setting konfigurasi database nya di file bernama .env, silahkan ganti nilai dari DB_HOST, DB_DATABASE, DB_USERNAME dan DB_PASSWORD.

Membuat Migrations

Untuk membuat Migrations kita cukup membuka command-line kita, kemudian masuk ke direktori project laravel. Kemudian jalankan perintah berikut: Untuk nama_migration biasanya ditulis dengan gaya Snake Case (Baca juga: Mengenal Gaya Penulisan Snake Case dan Camel Case) dan biasanya berisi kalimat kerja. Misal: bikin_tabel_murid atau buat_tabel_mahasiswa. Sebagai contoh pada artikel ini kita akan membuat Migrations untuk membuat tabel orang. Jadi kurang lebih seperti ini: Jalankan perintah diatas dengan menekan tombol Enter. Jika tidak ada masalah, maka akan ada pesan 'Created Migration: bla bla bla' seperti gambar dibawah:
Kemudian akan otomatis tercipta file migrations di direktori database/migrations bernama 'xxxx_xx_xx_xxxxx_bikin_tabel_orang.php'. Silahkan buka dan kita akan menemukan sebuah kerangka Migrations kosong seperti dibawah: Perhatikan kerangka diatas, kita menemukan 2 buah metode yaitu up() dan down(). Metode up() ini akan kita isi dengan perintah untuk membuat tabelnya dan down() kita isi dengan perintah untuk menghapus tabel. Kita akan menggunakan facade bernama Schema, kita mulai dengan mengisi metode up() terlebih dahulu. Untuk membuat tabel, kita bisa menggunakan create() yang berisi 2 parameter. Parameter pertama berisi nama tabel yang akan kita buat dan parameter kedua berisi detail dari tabel tersebut. Silahkan masukan perintah dibawah kedalam metode up():
Contoh diatas masih sederhana, silahkan ubah sesuka hati, temen-temen bisa baca-baca di https://laravel.com/docs/5.3/migrations untuk penjelasan lebih lengkap.
Oke selanjutnya kita isi metode down(), yang ini sangat simple kita enggak perlu macem-macem (walaupun bisa). Cukup isi dengan: Setelah diubah dan kita isi, maka kurang lebih jadinya seperti ini:
Sampai disini kita sudah berhasil membuat Database Migrations walaupun sangat sederhana, selanjutnya kita tinggal menuju langkah pengetesan.

Menjalankan dan Membatalkan Migrations

Untuk menjalankan Migration diatas caranya lebih mudah lagi. Untuk menjalankan, kita cukup mengetikan perintah migrate. Dan jika kita ingin membatalkan migrations yang sudah dijalankan, kita cukup mengetikan perintah migrate:rollback.
Oke langsung saja kita coba, masuk ke command-line kita dan masuk ke direktori laravel kemudian ketikan perintah dibawah:
Jika tidak ada masalah, maka akan muncul pesan seperti dibawah. Kita abaikan saja migration create_users_table dan create_password_resets_table karena itu bawaan Laravel:
Selanjutnya kita pastikan bahwa tabel telah dibuat di database kita dengan masuk ke phpmyadmin:
Jika kita perhatikan screenshot diatas, kita akan menemukan 4 tabel. 3 tabel merupakan hasil dari Migration yang kita jalankan tadi dan 1 milik sistem Migration itu sendiri. Sekarang kita coba batalkan tabel yang kita buat tadi, silahkan masukan perintah php artisan migrate:rollback pada command-line tadi. Kemudian silahkan cek di phpmyadmin dan tadaa.. Yang tersisa tinggal tabel migrations.

Oke sekian tutorial singkat kali ini, ini hanya sebagai gambaran singkat saja. Kalau mau yang lebih lengkap silahkan temen-temen untuk membuka dokumentasi resminya.
Jika ada pertanyaan, silahkan untuk komentar atau bertanya lewat fitur Live Chat yang ada di website ini.
Terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wbarakatuh..


EmoticonEmoticon